Polisi Bidik Tersangka Perusakan Kendaraan di Lengkong Warang Lewat Pasal Berlapis

- Redaksi

Kamis, 17 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepolisian Resor (Polres) Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), menaikkan status penanganan perkara dugaan perusakan barang di kawasan Lengkong Warang ke tahap penyidikan.

Kepolisian Resor (Polres) Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), menaikkan status penanganan perkara dugaan perusakan barang di kawasan Lengkong Warang ke tahap penyidikan.

LABUAN BAJO — Kepolisian Resor (Polres) Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), menaikkan status penanganan perkara dugaan perusakan barang di kawasan Lengkong Warang ke tahap penyidikan.

Keputusan tersebut ditetapkan secara resmi melalui mekanisme gelar perkara yang digelar di Mapolres Manggarai Barat pada Rabu (16/9/2026).

Peningkatan status hukum ini melibatkan dua Laporan Polisi (LP) yang diajukan oleh warga Masyarakat Adat Mbehal sejak 29 Juli 2026 lalu.

Kedua laporan tersebut teregister dengan nomor LP/B/118/VII/2026/SPKT/Polres Mabar/Polda NTT dan LP/B/119/VII/2026/SPKT/Polres Mabar/Polda NTT.

Kasat Reskrim Polres Manggarai Barat, AKP Lufthi Darmawan Aditya, memaparkan rincian materi dari kedua laporan yang saling terkait tersebut.

Laporan pertama bernomor LP 118 dilayangkan oleh pelapor bernama Karolus Ngotom dengan fokus pada dugaan tindak pidana perusakan aset.

Pada laporan pertama ini, kepolisian telah memeriksa 27 orang saksi.
Penyidik juga telah menyita sejumlah barang bukti berupa satu unit kendaraan roda empat dan tiga unit kendaraan roda dua.

Baca Juga:  Incar Untung Tiga Kali Lipat, Penyelundupan 1,7 Ton Minyak Tanah ke Bima Digagalkan Polres Mabar

Untuk LP 118, penyidik menerapkan persangkaan Pasal 521 ayat (1) KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 2 tahun 6 bulan.

Sementara itu, laporan kedua dengan nomor LP 119 diajukan oleh pelapor Fabianus Arung. Fokus laporannya sama, yakni perusakan barang.

Dalam perkara kedua ini, polisi telah memeriksa 24 orang saksi dan mengamankan barang bukti berupa satu unit kendaraan roda empat.

Ancaman pidana pada LP 119 ini lebih berat. Penyidik mengenakan sangkaan pasal berlapis kepada calon pihak yang bertanggung jawab.

Pasal yang disangkakan adalah kombinasi Pasal 262 ayat (1) dan ayat (2) KUHP juncto Pasal 521 ayat (1) KUHP juncto Pasal 20 huruf c dan huruf d KUHP, dengan ancaman pidana maksimal 5 tahun penjara.

AKP Lufthi menegaskan bahwa peralihan status perkara ke penyidikan telah memenuhi seluruh syarat formil dan materiil sesuai hukum acara pidana.

Baca Juga:  Polisi Sita 525 Liter Solar Ilegal di Boleng

“Peningkatan status perkara ini didasarkan pada pemenuhan bukti awal yang cukup, yaitu sedikitnya dua alat bukti sah,” kata Lufthi, Kamis (17/9/2026).

Berdasarkan Pasal 235 ayat (1) KUHAP, penyidik dinilai telah mengantongi alat bukti berupa keterangan puluhan saksi dan penyitaan barang dari dua laporan tersebut.
Pasca-peningkatan status, Satreskrim Polres Manggarai Barat segera menerbitkan Surat Perintah Penyidikan (Sprin Dik).

Polisi juga melayangkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kepada pihak Kejaksaan Negeri Manggarai Barat.

Ke depan, saksi-saksi dari kedua laporan akan dipanggil kembali untuk pemeriksaan formal dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) tingkat penyidikan.

Polisi juga sedang memproses pengesahan penyitaan barang bukti melalui penetapan Pengadilan Negeri Labuan Bajo.

Terkait penetapan tersangka, polisi belum mengumumkan nama secara spesifik.
Lufthi menyebut penetapan subjek hukum akan dilakukan melalui mekanisme Gelar Perkara Khusus setelah seluruh BAP saksi dan penetapan penyitaan dari pengadilan rampung.

Baca Juga:  Sidang Sengketa Lahan Kerangan: Saksi Sebut Gugatan Johanis Naput ‘Abal-abal’

Dua laporan polisi ini lahir dari sengketa tanah adat di Lengkong Warang, Desa Tanjung Boleng.

Selain memproses laporan hukum, polisi turut melayangkan undangan klarifikasi kepada kelompok Masyarakat Adat Rareng agar konstruksi hukum tetap berimbang.

Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, mengimbau seluruh masyarakat dan tokoh adat untuk menghormati proses hukum yang merujuk pada dua laporan tersebut.

Demi keamanan lahan yang disengketakan, aparat telah menempatkan personel gabungan dari Sat Intelkam dan Bhabinkamtibmas di lokasi.

“Kami mengimbau dengan sangat agar seluruh tokoh masyarakat senantiasa menjaga kekondusifan, jangan ada aksi main hakim sendiri yang merusak kedamaian,” tegas Christian.

Catatan Redaksi: Naskah ini telah dikoreksi. Redaksi meralat jenis laporan Fabianus Arung dari sebelumnya dugaan “pemalsuan dokumen” (mengutip siaran pers awal kepolisian) menjadi dugaan “perusakan barang” sesuai dengan fakta isi laporan yang sebenarnya.

Penulis : Tim Bajoupdate

Editor : Tim Bajoupdate

Berita Terkait

Modus COD iPhone di Hotel Mewah Labuan Bajo, Buronan ‘King Rafly’ Diciduk
Perjalanan Kasus Kades Golo Bilas: Kena OTT, Jadi Tersangka Tipikor, Lalu Bebas
Jerat Ganda Sengketa Utang: Pensiunan Guru Tersangka ITE, ASN Dibidik Penipuan
Kejari Mabar Buka Suara soal Alotnya Kasus Korupsi Dana Hibah KPU Rp 28 M
Korban Diinjak hingga Pingsan, Keluarga Desak Polisi Tetapkan Tersangka Pengeroyokan di Golo Sepang
Pengacara Ivon Burhan Pastikan EH Telah Tersangka
Babak Baru Kasus Rangko: Tak Cuma Oknum TNI, 4 Warga Sipil Turut Dilaporkan ke Polda NTT
Polisi Naikkan Status Kasus Pegawai KSOP Labuan Bajo Pukul Petugas Parkir

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:03

Modus COD iPhone di Hotel Mewah Labuan Bajo, Buronan ‘King Rafly’ Diciduk

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:24

Perjalanan Kasus Kades Golo Bilas: Kena OTT, Jadi Tersangka Tipikor, Lalu Bebas

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:49

Jerat Ganda Sengketa Utang: Pensiunan Guru Tersangka ITE, ASN Dibidik Penipuan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:25

Kejari Mabar Buka Suara soal Alotnya Kasus Korupsi Dana Hibah KPU Rp 28 M

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:40

Korban Diinjak hingga Pingsan, Keluarga Desak Polisi Tetapkan Tersangka Pengeroyokan di Golo Sepang

Berita Terbaru

FOTO _ Syamsudin Kadir
Direktur LITERASIA - Literasi Indonesia

Opini

KDM dan Teori-Praktik Politik ala Tradisi Sunda

Minggu, 1 Nov 2026 - 12:59

FOTO saat pengkuran jalan. Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memfokuskan pengerjaan Jalan Sola–Watu Ata pada titik-titik kerusakan terparah pada 2026 ini.

Infrastruktur

Dinas PUPR Matim Prioritaskan Segmen Rusak Parah Sola-Watu Ata

Jumat, 30 Okt 2026 - 09:34