LABUAN BAJO — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang kawasan Flores pada Sabtu (15/8/2026) lalu dipastikan tidak merusak infrastruktur vital di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Salah satu fasilitas yang dipastikan aman adalah jalan akses menuju Pelabuhan Multipurpose Peti Kemas Wae Kelambu, Labuan Bajo.
Jalan ini terpantau utuh dan tidak mengalami kerusakan struktural. Pantauan di lapangan menunjukkan badan jalan sepanjang 775 meter tersebut masih dalam kondisi sangat baik. Tidak ditemukan retakan atau kerusakan kasatmata akibat guncangan utama maupun rangkaian gempa susulan.
Ruas jalan strategis ini rampung dikerjakan pada Desember 2025 lalu. Proses konstruksinya dikerjakan oleh PT Brantas Abipraya–Win KSO.
Ketahanan konstruksi jalan ini meredam kekhawatiran warga setempat. Infrastruktur yang kokoh dinilai krusial untuk menjaga kelancaran distribusi logistik dan keselamatan para pengguna jalan.
Naldi, salah seorang pengguna jalan, mengaku merasa aman saat melintasi jalur tersebut pascagempa. Ia mengapresiasi kualitas bangunan yang terbukti tahan terhadap guncangan bermagnitudo besar.
“Kami sebagai pengguna jalan tentu mengapresiasi kondisi jalan ini. Setelah gempa besar dan masih adanya gempa susulan, jalan ini tetap terlihat utuh dan tidak mengalami keretakan,” kata Naldi saat ditemui di lokasi.
Ia menekankan, jalan tersebut bukan sekadar jalur perlintasan warga, melainkan urat nadi utama yang mendukung aktivitas pelabuhan peti kemas.
“Karena itu, kami berharap kualitas seperti ini tetap dipertahankan dan dilakukan pemeliharaan secara berkala,” tambahnya.
Kondisi jalan yang tetap prima ini juga memantik apresiasi publik terhadap jajaran Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah III Provinsi NTT.
Langkah cepat otoritas terkait dalam memeriksa kelayakan infrastruktur pascabencana dinilai sebagai bentuk jaminan keselamatan bagi masyarakat transportasi.
Meski jalan dipastikan aman untuk dilalui, pengecekan dan pemeliharaan berkala tetap mendesak dilakukan. Hal ini untuk mengantisipasi potensi kerusakan laten yang mungkin baru muncul setelah rentetan gempa susulan berakhir.
Penulis : Tim Bajoupdate
Editor : Fons Abun





