Pascagempa M 7,7 Flores, Jalan Akses Pelabuhan Wae Kelambu Tetap Kokoh

- Redaksi

Kamis, 17 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jalan akses menuju Pelabuhan Multipurpose Peti Kemas Wae Kelambu, Labuan Bajo.

Jalan akses menuju Pelabuhan Multipurpose Peti Kemas Wae Kelambu, Labuan Bajo.

LABUAN BAJO Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang kawasan Flores pada Sabtu (15/8/2026) lalu dipastikan tidak merusak infrastruktur vital di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Salah satu fasilitas yang dipastikan aman adalah jalan akses menuju Pelabuhan Multipurpose Peti Kemas Wae Kelambu, Labuan Bajo.

Jalan ini terpantau utuh dan tidak mengalami kerusakan struktural. Pantauan di lapangan menunjukkan badan jalan sepanjang 775 meter tersebut masih dalam kondisi sangat baik. Tidak ditemukan retakan atau kerusakan kasatmata akibat guncangan utama maupun rangkaian gempa susulan.

Baca Juga:  BPKB Raib di Tangan Koperasi, Nasabah KSP Obor Mas Tuntut Tanggung Jawab

Ruas jalan strategis ini rampung dikerjakan pada Desember 2025 lalu. Proses konstruksinya dikerjakan oleh PT Brantas Abipraya–Win KSO.

Ketahanan konstruksi jalan ini meredam kekhawatiran warga setempat. Infrastruktur yang kokoh dinilai krusial untuk menjaga kelancaran distribusi logistik dan keselamatan para pengguna jalan.

Naldi, salah seorang pengguna jalan, mengaku merasa aman saat melintasi jalur tersebut pascagempa. Ia mengapresiasi kualitas bangunan yang terbukti tahan terhadap guncangan bermagnitudo besar.

Baca Juga:  Pendampingan Psikologis Sangat Penting bagi Korban Gempa di Flores agar Segera Bangkit dari Keterpurukan

“Kami sebagai pengguna jalan tentu mengapresiasi kondisi jalan ini. Setelah gempa besar dan masih adanya gempa susulan, jalan ini tetap terlihat utuh dan tidak mengalami keretakan,” kata Naldi saat ditemui di lokasi.

Ia menekankan, jalan tersebut bukan sekadar jalur perlintasan warga, melainkan urat nadi utama yang mendukung aktivitas pelabuhan peti kemas.

“Karena itu, kami berharap kualitas seperti ini tetap dipertahankan dan dilakukan pemeliharaan secara berkala,” tambahnya.

Baca Juga:  Kesbangpol Manggarai Barat Kirim Dua Wakil Paskibraka ke Kupang, Ini Tahapannya

Kondisi jalan yang tetap prima ini juga memantik apresiasi publik terhadap jajaran Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah III Provinsi NTT.

Langkah cepat otoritas terkait dalam memeriksa kelayakan infrastruktur pascabencana dinilai sebagai bentuk jaminan keselamatan bagi masyarakat transportasi.

Meski jalan dipastikan aman untuk dilalui, pengecekan dan pemeliharaan berkala tetap mendesak dilakukan. Hal ini untuk mengantisipasi potensi kerusakan laten yang mungkin baru muncul setelah rentetan gempa susulan berakhir.

Penulis : Tim Bajoupdate

Editor : Fons Abun

Berita Terkait

Dugaan Korupsi KPU Mabar Rp 28 M, Pegiat: Ketua dan Komisioner Tak Bisa Lepas Tangan!
Diperiksa Dua Kali, Ketua KPU Mabar Akui Ada Rangkap Jabatan Pengelola Keuangan
Demi Jaga Citra Wisata, OPW Bersihkan Jalur Gang Pengadilan-Wae Mata
28 Hari Operasi, SAR Gempa Flores Resmi Ditutup
Jenazah Dokter Korban KKB Transit di Labuan Bajo, Diterbangkan ke Maumere Pakai Pesawat Polri
Gempa Retakkan SDN Nanga Boleng, Guru dan Siswa Bangun Kelas Darurat Mandiri
Kejari Mabar Buka Suara Usai Didesak ‘Buka Terang’ Korupsi KPU Rp28 Miliar
LPPDM Tagih Tersangka Kasus Dana Hibah KPU Mabar

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 12:19

Pascagempa M 7,7 Flores, Jalan Akses Pelabuhan Wae Kelambu Tetap Kokoh

Kamis, 17 September 2026 - 09:09

Dugaan Korupsi KPU Mabar Rp 28 M, Pegiat: Ketua dan Komisioner Tak Bisa Lepas Tangan!

Selasa, 15 September 2026 - 20:54

Diperiksa Dua Kali, Ketua KPU Mabar Akui Ada Rangkap Jabatan Pengelola Keuangan

Minggu, 13 September 2026 - 12:39

Demi Jaga Citra Wisata, OPW Bersihkan Jalur Gang Pengadilan-Wae Mata

Sabtu, 12 September 2026 - 20:07

28 Hari Operasi, SAR Gempa Flores Resmi Ditutup

Berita Terbaru

Syamsudin Kadir

Opini

Skandal Korupsi di ATR/BPN dan Luka Lama Republik

Rabu, 16 Sep 2026 - 15:12