Gempa M 7,7: Kelas Runtuh, Siswa SMPN 8 Cibal Pindah ke Tenda Darurat

- Redaksi

Kamis, 27 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SMP Negeri 8 Cibal Barat di Kabupaten Manggarai terpaksa akan melangsungkan kegiatan belajar mengajar di dalam tenda darurat setelah gedung sekolah mereka roboh akibat gempa bermagnitudo 7,7.

SMP Negeri 8 Cibal Barat di Kabupaten Manggarai terpaksa akan melangsungkan kegiatan belajar mengajar di dalam tenda darurat setelah gedung sekolah mereka roboh akibat gempa bermagnitudo 7,7.

RUTENG Ratusan siswa SMP Negeri 8 di Desa Ladur, Kecamatan Cibal Kabupaten Manggarai terpaksa akan melangsungkan kegiatan belajar mengajar di dalam tenda darurat setelah gedung sekolah mereka roboh akibat gempa bermagnitudo 7,7.

Gempa kuat yang mengguncang kawasan Flores pada Sabtu (15/08) itu memicu kerusakan parah pada struktur bangunan sekolah. Sejumlah ruang kelas dilaporkan runtuh dan tak lagi aman digunakan.

Kepala SMPN 8 Cibal, Marselinus Dahus, mengatakan pihaknya langsung berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (PPO) Kabupaten Manggarai untuk menyelamatkan proses belajar siswa.

Baca Juga:  Krisis BBM Landa Labuan Bajo: Sektor Konstruksi Terhenti dan Harga Eceran Melonjak

“Dari koordinasi tersebut, kami mendapatkan bantuan berupa tenda darurat yang akan digunakan untuk kegiatan belajar mengajar anak-anak,” ujar Marselinus.

Tenda tersebut menjadi satu-satunya solusi agar hak pendidikan siswa tidak terputus setelah masa liburan usai. Rencananya, aktivitas belajar mengajar di tenda akan dimulai pada Sabtu (29/08).

Meski proses pendidikan tetap berjalan, Marselinus menegaskan bahwa tenda darurat bukanlah solusi jangka panjang bagi para siswa dan tenaga pendidik.

Baca Juga:  Agen Travel Labuan Bajo 'Bungkam' Usai Batal Berlayar, Uang Rp 14 Juta Turis Asing Nyaris Raib

Ia menuntut perhatian serius dari pemerintah untuk menuntaskan masalah infrastruktur ini secara permanen, bukan sekadar penanganan sementara.

“Kami berharap pemerintah bisa melihat kondisi sekolah kami dan membangun kembali sekolah ini secara utuh dan menyeluruh,” tegas Marselinus.

“Kami ingin anak-anak kami mendapatkan tempat belajar yang layak dan aman,” tambahnya.

Baca Juga:  Bertaruh Nyawa di Ruang Tahanan Saat Gempa Flores Mengguncang

Pihak sekolah kini menanti pemerintah dan pihak berwenang untuk segera melakukan asesmen menyeluruh terhadap kerusakan gedung.

Langkah ini diperlukan guna memetakan sisa struktur bangunan yang masih bisa diselamatkan maupun yang harus diratakan dengan tanah.

Bagi SMPN 8 Cibal, pembangunan kembali gedung secara utuh adalah harga mati untuk memastikan para siswa dapat menuntut ilmu dengan nyaman dan terbebas dari ancaman bahaya bangunan pascagempa.

Penulis : Nalljehaut

Editor : Fons Abun

Berita Terkait

Kapolda NTT Tinjau Rusun Polres Mabar: Polisi Ikut Mengungsi Imbas Gempa Flores
Janji Prabowo untuk NTT: Bangun Desa demi Desa hingga Lanjutkan Makan Bergizi
BREAKING NEWS: Prabowo Tiba di Labuan Bajo, Langsung Bertolak ke Nagekeo
Jelang Kedatangan Prabowo, Kabasarnas dan Gubernur NTT Sisir Posko Gempa Nagekeo
Tanggap Darurat Gempa Nagekeo: YBLL Salurkan Beras hingga Nutrisi Anak
9.547 Rumah Rusak di Mabar Akibat Gempa, Tim Verifikasi Cegah Data Fiktif Bantuan
Bantu Korban Gempa NTT, Polda Jateng Kirim Puluhan Ton Logistik hingga Tim Psikolog
Upaya Basarnas Penuhi Kebutuhan Logistik Korban Gempa Manggarai Timur Lewat Jalur Udara

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:17

Kapolda NTT Tinjau Rusun Polres Mabar: Polisi Ikut Mengungsi Imbas Gempa Flores

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:47

Gempa M 7,7: Kelas Runtuh, Siswa SMPN 8 Cibal Pindah ke Tenda Darurat

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:28

BREAKING NEWS: Prabowo Tiba di Labuan Bajo, Langsung Bertolak ke Nagekeo

Rabu, 26 Agustus 2026 - 11:00

Jelang Kedatangan Prabowo, Kabasarnas dan Gubernur NTT Sisir Posko Gempa Nagekeo

Selasa, 25 Agustus 2026 - 14:17

Tanggap Darurat Gempa Nagekeo: YBLL Salurkan Beras hingga Nutrisi Anak

Berita Terbaru

Untuk kesekian kalinya Ramli bersama timnya mengerjakan kapal 30 GT. Lambung kapal ini menggunakan kayu besi dari Kalimantan. Pengerjaan kapal ini membutuhkan waktu 4 bulan.

In-Depth

Ilmu Ingatan Sang Maestro Pinisi

Jumat, 28 Agu 2026 - 14:51