Bertaruh Nyawa di Ruang Tahanan Saat Gempa Flores Mengguncang

- Redaksi

Kamis, 20 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Ilustrasi sel tahanan.

Gambar Ilustrasi sel tahanan.

LABUAN BAJO Rentetan gempa bumi yang mengguncang Pulau Flores memicu kepanikan para tahanan di sejumlah Kepolisian Resor (Polres). Mereka mendesak pihak berwenang memberikan jaminan keselamatan, termasuk opsi penangguhan penahanan sementara agar dapat berlindung di tenda pengungsian.

Di tengah situasi tanggap darurat, para tahanan menghadapi risiko fatal. Mereka terkunci di dalam sel beton tanpa memiliki keleluasaan untuk mengevakuasi diri saat gempa susulan terjadi.

Nasib keselamatan mereka saat ini sepenuhnya bergantung pada kesiapsiagaan dan arahan petugas jaga kepolisian.

Salah satu tahanan di Polres Manggarai Barat, yang enggan disebutkan namanya, menyampaikan terkait kondisi mereka. Ia menyebut para tahanan dihantui kecemasan setiap kali bumi berguncang.

Baca Juga:  Jadwal, Rute, dan Harga Tiket Pelni Labuan Bajo Januari-Februari 2026

“Kami hanya bisa pasrah dengan keadaan. Kalau soal cemas dan takut, tentu kami juga merasakannya. Kami sama seperti masyarakat lainnya yang ingin merasa aman ketika gempa terjadi,” katanya kepada bajoupdate, Kamis 20 Agustus 2026 pagi.

Ruang gerak yang terbatas membuat para tahanan hanya bisa mencari sudut sel yang dianggap aman sambil berdoa bangunan tidak rubuh.

Ia menegaskan, para tahanan saat ini tidak membutuhkan bantuan logistik. Tuntutan utama mereka murni terkait jaminan keselamatan nyawa.

“Kami tidak membutuhkan sembako atau bantuan uang. Kami hanya ingin pemerintah dan para kapolres memperhatikan keadaan kami di dalam ruang tahanan yang terbuat dari beton,” ungkapnya.

Baca Juga:  Bukan Sekadar Prediksi: Mengapa Peta Bencana Manggarai Barat Harus Bersandar pada Data Historis?

Untuk itu, para tahanan mendesak pihak kepolisian mempertimbangkan opsi penangguhan penahanan sementara selama situasi gempa masih mengkhawatirkan.

Penangguhan ini, kata dia, bukan modus untuk melarikan diri dari jerat hukum. Ia memastikan para tahanan siap kooperatif dan tetap mengikuti proses hukum yang sedang berjalan.

“Kami tidak akan lari dan tidak bermaksud menghindari proses hukum. Kami hanya meminta kesempatan untuk sementara berada bersama keluarga di tempat pengungsian sampai situasi dinilai aman,” tegasnya.

Ia mengingatkan aparat penegak hukum agar tidak lamban mengambil keputusan terkait mitigasi bencana bagi para tahanan. Keselamatan jiwa harus menjadi prioritas sebelum jatuhnya korban jiwa.

Baca Juga:  Mencekam Massa Dua Kubu di Ruteng Nyaris Bentrok Fisik

“Jangan menunggu bangunan runtuh baru kami diperhatikan. Jangan menunggu ada yang meninggal baru diberikan penangguhan,” keluhnya.

Dalam situasi bencana, warga di luar tahanan memiliki akses dan pilihan untuk menyelamatkan diri.

Sebaliknya, warga binaan tak memiliki privilese tersebut karena prosedur keamanan sel.

Oleh karena itu, para tahanan menuntut agar aspek kemanusiaan dan keselamatan nyawa turut dipertimbangkan aparat, tanpa harus mencederai aturan hukum yang berlaku.

“Kami juga manusia biasa. Kami memiliki keluarga yang masih menunggu kami di luar dan berharap kami dapat pulang untuk sementara waktu dan berkumpul bersama mereka di tenda pengungsian,” pungkasnya.

Penulis : Fons Abun

Editor : Tim Bajo Update

Berita Terkait

Bantu Korban Gempa NTT, Polda Jateng Kirim Puluhan Ton Logistik hingga Tim Psikolog
Upaya Basarnas Penuhi Kebutuhan Logistik Korban Gempa Manggarai Timur Lewat Jalur Udara
Derita Korban Gempa Manggarai: Rumah Rata dengan Tanah, Pejabat Tak Pernah Singgah
Gempa M 7,7 Flores: Gugur Saat Bertugas, Jenazah Zaki Ali Diterbangkan ke Jakarta
Krisis Bantuan Pascagempa Manggarai: Mengapa Administrasi Masih Jadi Kendala?
Bertahan di Pusat Gempa Flores, YBLL Distribusikan Susu dan Obat ke Nagekeo
“Saya Hargai Bapak Seperti Tuhan”, Kemarahan Camat di Flores Pecah Lawan BNPB
Gempa NTT: Dua Lansia Kritis Dievakuasi via Udara dari Manggarai Timur

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:55

Bantu Korban Gempa NTT, Polda Jateng Kirim Puluhan Ton Logistik hingga Tim Psikolog

Minggu, 23 Agustus 2026 - 15:16

Upaya Basarnas Penuhi Kebutuhan Logistik Korban Gempa Manggarai Timur Lewat Jalur Udara

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 13:26

Derita Korban Gempa Manggarai: Rumah Rata dengan Tanah, Pejabat Tak Pernah Singgah

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 12:12

Krisis Bantuan Pascagempa Manggarai: Mengapa Administrasi Masih Jadi Kendala?

Jumat, 21 Agustus 2026 - 16:25

Bertahan di Pusat Gempa Flores, YBLL Distribusikan Susu dan Obat ke Nagekeo

Berita Terbaru

Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Resmob Komodo menangkap ASJ di kawasan Sernaru, Kelurahan Wae Kelambu, Kecamatan Komodo, pada Sabtu malam, 22 Agustus 2026. Ia ditangkap tanpa perlawanan pada pukul 23.30 WITA.

Hukum & Kriminal

Aksi Tega Pelajar SMK Labuan Bajo: Jarah Rumah Kosong Korban Gempa

Minggu, 23 Agu 2026 - 22:17