LABUAN BAJO — Presiden RI Prabowo Subianto tiba di Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo, pada Rabu (26/8/2026) siang.
Kedatangan Kepala Negara ini bertujuan untuk meninjau langsung kondisi para korban gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pesawat kepresidenan RI 1 yang membawa Presiden mendarat tepat pada pukul 11.52 WITA.
Pantauan langsung di Bandara Komodo siang ini, Prabowo dan rombongan tidak berlama-lama di area bandara. Usai turun dari pesawat, Presiden langsung berpindah moda transportasi.
Prabowo tampak menaiki helikopter berwarna putih menuju Kabupaten Nagekeo, salah satu wilayah terdampak gempa.
Sesaat setelahnya, helikopter yang ditumpangi Presiden lepas landas. Perjalanan udara tersebut dikawal ketat oleh dua helikopter milik TNI AU.
Sementara itu di Nagekeo, persiapan menyambut kedatangan Presiden telah dilakukan.
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Kabasarnas), Marsdya TNI Mohammad Syafii, bersama Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, lebih dulu meninjau posko pengungsian.
Keduanya mendatangi pusat pengungsian di Lapangan Berdikari, Desa Danga, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo.
Tinjauan ini dilakukan untuk memastikan kondisi fisik para penyintas gempa, sekaligus mengecek kesiapan operasional posko penanganan bencana sebelum Presiden tiba.
Di area pengungsian, Syafii dan Melkiades mengecek sejumlah fasilitas darurat.
Mereka juga menyempatkan diri berinteraksi dengan anak-anak di tenda fasilitas psikososial “Pondok Ceria”. Tenda ini didirikan oleh Kementerian Sosial khusus untuk memulihkan trauma anak-anak terdampak gempa.
Dalam kesempatan tersebut, Syafii memastikan unsur SAR gabungan telah terjun ke lapangan sejak gempa pertama kali mengguncang Nagekeo.
Personel dari Kantor SAR Maumere mengambil peran utama dalam fase tanggap darurat dan evakuasi penyintas.
“Tim Rescue dari Kantor SAR Maumere sudah hadir di Nagekeo sejak hari pertama gempa terjadi,” ujar Syafii di Posko Pengungsian Berdikari, Rabu (26/8/2026) siang.
Syafii menegaskan bahwa timnya terus bersiaga penuh di lokasi bencana hingga saat ini.
“Hingga hari ini, tim terus bersiaga dan berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah Nagekeo untuk mendukung penanganan dampak gempa, khususnya dalam kesiapsiagaan dan proses evakuasi korban,” tambahnya.
Selain memantau kerja tim SAR, Kabasarnas dan Gubernur NTT juga berdialog dengan sejumlah mahasiswa Universitas Nusa Cendana (Undana).
Para mahasiswa tersebut turun tangan sebagai relawan pendamping kemanusiaan. Syafii mengapresiasi kontribusi nyata mereka di lokasi pengungsian.
Usai merampungkan tinjauan di Lapangan Berdikari, rombongan Syafii dan Melkiades bergeser menuju Markas Polres Nagekeo.
Di markas kepolisian tersebut, mereka melakukan transit guna mematangkan persiapan pengamanan dan penyambutan jelang pendaratan Presiden Prabowo siang ini.
Penulis : Fons Abun
Editor : Tim Bajo Update








