Agen Travel Labuan Bajo ‘Bungkam’ Usai Batal Berlayar, Uang Rp 14 Juta Turis Asing Nyaris Raib

- Redaksi

Kamis, 6 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Saat tiga turis asal Spanyol dan satu asal Kolombia itu mendatangi markas Polres Manggarai Barat pada Selasa siang, 4 Agustus 2026.

Saat tiga turis asal Spanyol dan satu asal Kolombia itu mendatangi markas Polres Manggarai Barat pada Selasa siang, 4 Agustus 2026.

LABUAN BAJO — Empat wisatawan mancanegara nyaris menjadi korban buruknya pelayanan agen perjalanan wisata di Labuan Bajo, Manggarai Barat.

Tiket pelayaran rute Labuan Bajo menuju Lombok dibatalkan sepihak. Pihak agen justru menghilang dan sulit dihubungi menjelang hari keberangkatan.

Merasa dipingpong dan dirugikan, tiga turis asal Spanyol dan satu asal Kolombia itu mendatangi markas Polres Manggarai Barat pada Selasa siang, 4 Agustus 2026.

Polisi merespons laporan tersebut dengan mencari dan memanggil pihak penanggung jawab agen perjalanan untuk mediasi.

Baca Juga:  Gempa 7,7 M Guncang Flores, Bupati Mabar Instruksikan Sisir Kerusakan Sampai ke Desa

Proses mediasi di Ruang Unit Wisata Sat Pamobvit itu berlangsung alot, mulai Selasa siang hingga Rabu dini hari, 5 Agustus.

Hasilnya, agen perjalanan akhirnya bersedia bertanggung jawab dan mengembalikan penuh dana (full refund) wisatawan sebesar Rp 14 juta.

Dari hasil klarifikasi, pembatalan sepihak itu terjadi karena kapal yang hendak dipakai mengalami turun mesin di perairan Wera, Bima, Nusa Tenggara Barat.

Namun, alih-alih segera memberitahu konsumen soal kendala teknis tersebut, pihak agen justru memilih bungkam dan memutus komunikasi.

Baca Juga:  Tak Cukup Bukti, Polda NTT Gugurkan Status Tersangka Kasus Lahan Nggoer Golo Mori

Kasat Pamobvit Polres Manggarai Barat, Iptu I Komang Agus Budiawan memperingatkan para pelaku wisata di Labuan Bajo agar tidak main-main dengan sistem komunikasi saat terjadi krisis.

“Kendala teknis seperti kerusakan mesin kapal memang bisa terjadi. Namun sistem komunikasi kepada wisatawan tidak boleh terputus,” kata Komang, Kamis siang, 6 Agustus.

Komang menegaskan, agen perjalanan wajib bersikap profesional. Mereka tidak boleh membiarkan wisatawan berspekulasi, apalagi sampai merasa ditelantarkan.

Baca Juga:  Duka Goreng Meni, Mahasiswa Unpacti Makassar Kirim ‘Sentuhan Kasih’ untuk Korban Longsor

“Jangan biarkan wisatawan ditelantarkan. Ketika ada kendala, harus responsif mencari solusi agar keadilan dirasakan kedua belah pihak,” tegasnya.

Sementara itu, salah satu turis asal Spanyol, Luna Arroyo Juan Maria mengaku lega uang belasan juta rupiah miliknya dan rekan-rekannya bisa kembali utuh.

“Ini adalah uang yang telah saya bayarkan untuk perusahaan, dan pihak kepolisian telah membantu kami. Kami sangat berterima kasih,” ungkap Luna usai menerima pengembalian dana tersebut.

Penulis : Fons Abun

Editor : Tim Bajo Update

Berita Terkait

30 Pemandu Snorkeling Labuan Bajo Jalani Asesmen Ketat
Pelaku Wisata Labuan Bajo Nyaris Rugi Rp 19 Juta Akibat Ulah Sebelas Turis Asing
Famtrip BPOLBF x Scoot: Upaya Kembalikan Citra Pariwisata Flores Pascabencana
Separuh Honor Konser Wizz Baker di Parapuar Disumbangkan untuk Korban Gempa Flores
Cara BPOLBF Pulihkan Wisata Labuan Bajo Usai Gempa Flores
Janji Fatinci Sodo Bawa DWP NTT Bersaing Lewat Potensi Pangan dan Kerajinan Lokal
HUT ke-1 Kodim 1630: Refleksi Sinergi dan Aksi Spontan di Zona Gempa
Kritik Keras DPD GMNI NTT: Regenerasi Bukan Sekadar Ganti Orang di Struktur

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 14:29

30 Pemandu Snorkeling Labuan Bajo Jalani Asesmen Ketat

Selasa, 22 September 2026 - 09:15

Pelaku Wisata Labuan Bajo Nyaris Rugi Rp 19 Juta Akibat Ulah Sebelas Turis Asing

Minggu, 20 September 2026 - 19:47

Separuh Honor Konser Wizz Baker di Parapuar Disumbangkan untuk Korban Gempa Flores

Minggu, 20 September 2026 - 18:37

Cara BPOLBF Pulihkan Wisata Labuan Bajo Usai Gempa Flores

Sabtu, 19 September 2026 - 11:59

Janji Fatinci Sodo Bawa DWP NTT Bersaing Lewat Potensi Pangan dan Kerajinan Lokal

Berita Terbaru

Kementerian Pariwisata bersama sejumlah lembaga terkait menggelar sertifikasi kompetensi kepemanduan snorkeling Level III bagi 30 pemandu di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Langkah ini diambil secara khusus untuk merespons persoalan keselamatan wisata bahari yang belakangan menjadi sorotan di kawasan destinasi super prioritas tersebut.

Pariwisata

30 Pemandu Snorkeling Labuan Bajo Jalani Asesmen Ketat

Jumat, 25 Sep 2026 - 14:29