Upaya Basarnas Penuhi Kebutuhan Logistik Korban Gempa Manggarai Timur Lewat Jalur Udara

- Redaksi

Minggu, 23 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Memasuki hari kesembilan pasca-gempa bermagnitudo 7,7, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengandalkan jalur udara untuk mendistribusikan bantuan kepada korban di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (23/8/2026).

Memasuki hari kesembilan pasca-gempa bermagnitudo 7,7, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengandalkan jalur udara untuk mendistribusikan bantuan kepada korban di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (23/8/2026).

LABUAN BAJO Memasuki hari kesembilan pasca-gempa bermagnitudo 7,7, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengandalkan jalur udara untuk mendistribusikan bantuan kepada korban di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (23/8/2026).

Distribusi udara ini menjadi pilihan utama untuk menjangkau daerah-daerah terdampak yang akses daratnya masih sulit dilalui akibat guncangan gempa.

Dalam operasi ini, Basarnas mengerahkan Helikopter Dauphin AS 365 N3+ HR-3604.

Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, menyatakan pihaknya terus mengintensifkan percepatan distribusi logistik ke wilayah-wilayah terisolasi.

Baca Juga:  Wabup Tarsi Puji Ketangguhan Tim Gabungan di Lokasi Longsor Goreng Meni

“Hari ini pukul 08.00 Wita, Helikopter Dauphin mendistribusikan paket bantuan dari TNI AU ke helipad yang ada di Ronting,” kata Yudhi dalam keterangan resminya, Minggu (23/8/2026).

Titik pendaratan tersebut berada di Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur.

Setibanya di lokasi, bantuan langsung diserahterimakan kepada personel Basarnas dan unsur Potensi SAR yang bertugas di darat. Logistik tersebut kemudian diteruskan langsung kepada masyarakat terdampak.

Baca Juga:  "Rumah Tak Bisa Dihuni", Kesaksian Warga Manggarai Usai Gempa M 7,7

Sebelum dropping logistik dari TNI AU, Basarnas juga telah menyalurkan berbagai bantuan dari pihak lain melalui skema udara yang sama.

Bantuan tersebut di antaranya berasal dari Kepresidenan serta Asosiasi Kapal Phinisi Labuan Bajo Graha Wisri. Seluruhnya diprioritaskan bagi warga di wilayah dengan keterbatasan akses darat.

Selain mengangkut logistik, penerbangan Helikopter Dauphin yang bertolak dari Bandara Komodo, Labuan Bajo ini juga memiliki misi ganda.

Baca Juga:  Ultimatum Kadis PK NTT: Kembalikan Dana PIP Siswa Golo Mori yang Disunat Guru!

Helikopter tersebut turut membawa personel tambahan guna memperkuat armada di lapangan.

Penerbangan ini sekaligus digunakan untuk melakukan rotasi atau pergantian tim SAR gabungan yang telah bersiaga di Manggarai Timur dan sekitarnya selama sepekan terakhir.

Basarnas memastikan operasi kemanusiaan ini akan terus berjalan. Mereka menargetkan dukungan operasional dan logistik dapat diterima merata oleh seluruh korban gempa M 7,7 di NTT.

Penulis : Fons Abun

Editor : Tim Bajo Update

Berita Terkait

Bantu Korban Gempa NTT, Polda Jateng Kirim Puluhan Ton Logistik hingga Tim Psikolog
Derita Korban Gempa Manggarai: Rumah Rata dengan Tanah, Pejabat Tak Pernah Singgah
Gempa M 7,7 Flores: Gugur Saat Bertugas, Jenazah Zaki Ali Diterbangkan ke Jakarta
Krisis Bantuan Pascagempa Manggarai: Mengapa Administrasi Masih Jadi Kendala?
Bertahan di Pusat Gempa Flores, YBLL Distribusikan Susu dan Obat ke Nagekeo
“Saya Hargai Bapak Seperti Tuhan”, Kemarahan Camat di Flores Pecah Lawan BNPB
Gempa NTT: Dua Lansia Kritis Dievakuasi via Udara dari Manggarai Timur
Dari Beras hingga Obat-obatan: YBLL Sasar 4 Desa Terdampak Gempa di Manggarai

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:55

Bantu Korban Gempa NTT, Polda Jateng Kirim Puluhan Ton Logistik hingga Tim Psikolog

Minggu, 23 Agustus 2026 - 15:16

Upaya Basarnas Penuhi Kebutuhan Logistik Korban Gempa Manggarai Timur Lewat Jalur Udara

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 13:26

Derita Korban Gempa Manggarai: Rumah Rata dengan Tanah, Pejabat Tak Pernah Singgah

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 12:57

Gempa M 7,7 Flores: Gugur Saat Bertugas, Jenazah Zaki Ali Diterbangkan ke Jakarta

Jumat, 21 Agustus 2026 - 16:25

Bertahan di Pusat Gempa Flores, YBLL Distribusikan Susu dan Obat ke Nagekeo

Berita Terbaru

Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Resmob Komodo menangkap ASJ di kawasan Sernaru, Kelurahan Wae Kelambu, Kecamatan Komodo, pada Sabtu malam, 22 Agustus 2026. Ia ditangkap tanpa perlawanan pada pukul 23.30 WITA.

Hukum & Kriminal

Aksi Tega Pelajar SMK Labuan Bajo: Jarah Rumah Kosong Korban Gempa

Minggu, 23 Agu 2026 - 22:17