LABUAN BAJO — Memasuki hari kesembilan pasca-gempa bermagnitudo 7,7, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengandalkan jalur udara untuk mendistribusikan bantuan kepada korban di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (23/8/2026).
Distribusi udara ini menjadi pilihan utama untuk menjangkau daerah-daerah terdampak yang akses daratnya masih sulit dilalui akibat guncangan gempa.
Dalam operasi ini, Basarnas mengerahkan Helikopter Dauphin AS 365 N3+ HR-3604.
Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, menyatakan pihaknya terus mengintensifkan percepatan distribusi logistik ke wilayah-wilayah terisolasi.
“Hari ini pukul 08.00 Wita, Helikopter Dauphin mendistribusikan paket bantuan dari TNI AU ke helipad yang ada di Ronting,” kata Yudhi dalam keterangan resminya, Minggu (23/8/2026).
Titik pendaratan tersebut berada di Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur.
Setibanya di lokasi, bantuan langsung diserahterimakan kepada personel Basarnas dan unsur Potensi SAR yang bertugas di darat. Logistik tersebut kemudian diteruskan langsung kepada masyarakat terdampak.
Sebelum dropping logistik dari TNI AU, Basarnas juga telah menyalurkan berbagai bantuan dari pihak lain melalui skema udara yang sama.
Bantuan tersebut di antaranya berasal dari Kepresidenan serta Asosiasi Kapal Phinisi Labuan Bajo Graha Wisri. Seluruhnya diprioritaskan bagi warga di wilayah dengan keterbatasan akses darat.
Selain mengangkut logistik, penerbangan Helikopter Dauphin yang bertolak dari Bandara Komodo, Labuan Bajo ini juga memiliki misi ganda.
Helikopter tersebut turut membawa personel tambahan guna memperkuat armada di lapangan.
Penerbangan ini sekaligus digunakan untuk melakukan rotasi atau pergantian tim SAR gabungan yang telah bersiaga di Manggarai Timur dan sekitarnya selama sepekan terakhir.
Basarnas memastikan operasi kemanusiaan ini akan terus berjalan. Mereka menargetkan dukungan operasional dan logistik dapat diterima merata oleh seluruh korban gempa M 7,7 di NTT.
Penulis : Fons Abun
Editor : Tim Bajo Update








