LABUAN BAJO — Otoritas pariwisata dan pelaku usaha di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai menyusun langkah pemulihan pasca-gempa bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Flores. Keselamatan wisatawan ditetapkan sebagai prioritas utama sebelum destinasi kembali dibuka.
Langkah pemulihan tersebut dibahas dalam forum Bincang Kepariwisataan yang digelar Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) bersama pelaku industri wisata di Labuan Bajo, Rabu (26/8/2026).
Forum ini bertujuan menghimpun data empiris terkait kondisi destinasi, aksesibilitas, dan kelayakan fasilitas pendukung usai bencana gempa bumi.
Plt. Direktur Utama BPOLBF, Andhy MT Marpaung, menegaskan pentingnya verifikasi kondisi lapangan sebelum pembukaan dan promosi pariwisata kembali dilakukan.
“Melalui forum ini, kami mengidentifikasi langkah-langkah konkret yang perlu dilakukan secara bersama-sama untuk memastikan aktivitas pariwisata dapat berjalan secara aman dan bertahap,” kata Andhy di Labuan Bajo, Kamis (27/8/2026).
Dalam proses pemulihan pariwisata Floratama (Flores, Alor, Lembata, dan Bima), BPOLBF menerapkan prinsip safe before open dan ready before promote.
Artinya, destinasi wisata yang terdampak gempa tidak akan dibuka atau dipromosikan secara serampangan tanpa melewati verifikasi dan pemantauan ketat di lapangan.
Berdasarkan pemantauan tersebut, otoritas memetakan destinasi dari skala kerusakan ringan hingga berat.
Pemetaan juga mencakup penetapan kawasan mana saja yang harus ditutup sementara, serta destinasi yang sudah dinyatakan aman untuk beroperasi kembali.
Dari sisi pelaku usaha, operasional perhotelan di Labuan Bajo diklaim tidak mengalami gangguan berarti pasca-gempa Flores M7,7.
Perwakilan Hotel Ayana Komodo, Budi, menyatakan kondisi bangunan dan fasilitas hotelnya berfungsi normal sebagaimana mestinya.
Menurut Budi, tingkat okupansi hotel juga tetap berada dalam kondisi normal. Bahkan, ia mengklaim ada tren peningkatan kunjungan yang menunjukkan minat wisatawan ke Labuan Bajo tetap terjaga.
Ia turut mengapresiasi langkah pemerintah pusat yang secara rutin memublikasikan status keamanan Labuan Bajo, sehingga meredam kepanikan turis.
Sebagai jaminan keamanan resmi bagi para pelancong, forum tersebut menyepakati penerbitan Statement Letter (surat pernyataan) dari otoritas terkait.
Surat pernyataan ini akan diterbitkan bersama oleh Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayaan (Disparekrafbud) Manggarai Barat dan BPOLBF.
Dokumen tersebut akan menjadi garansi bahwa destinasi dan hotel di Labuan Bajo telah melewati proses asesmen kelayakan dan dipastikan aman menerima kunjungan wisatawan pasca-gempa.
Pertemuan ini turut dihadiri sejumlah perwakilan industri perhotelan, antara lain Meruorah Komodo, The Jayakarta Suite Komodo, dan Crowne Plaza, serta asosiasi pariwisata DOCK dan IHSA.
Penulis : Fons Abun
Editor : Tim Bajo Update








