Pegawai Diduga Pukul Pekerja Pelabuhan, Kepala KSOP Janjikan Sanksi Tegas, Polisi Turun Tangan

- Redaksi

Jumat, 14 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAMBAR Screenshot—Peristiwa penganiayaan itu terjadi di area pintu masuk tempat pembayaran karcis perkir kawasan Pelabuhan Labuan Bajo, pada Jumat (14/08/2026) dini hari, sekitar pukul 03.00 WITA. -Sumber video dari media sosial.

GAMBAR Screenshot—Peristiwa penganiayaan itu terjadi di area pintu masuk tempat pembayaran karcis perkir kawasan Pelabuhan Labuan Bajo, pada Jumat (14/08/2026) dini hari, sekitar pukul 03.00 WITA. -Sumber video dari media sosial.

LABUAN BAJO Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo, Stephanus Risdiyanto, menyampaikan permohonan maaf atas dugaan kekerasan fisik yang melibatkan pegawainya terhadap seorang pekerja di area pelabuhan setempat.

Stephanus menyebut insiden tersebut bermula dari sebuah kesalahpahaman dan berjanji akan menjatuhkan sanksi apabila terbukti ada pelanggaran disiplin.

“Kami menyampaikan rasa prihatin atas kejadian kesalahpahaman antara pegawai dan karyawan yang kemudian berlanjut pada peristiwa kekerasan fisik,” kata Stephanus melalui keterangan tertulisnya, Jumat (14/08).

Pihak KSOP memastikan akan menggelar pemeriksaan internal secara objektif terhadap kedua belah pihak dengan tetap menjunjung asas praduga tak bersalah.

Stephanus juga menegaskan bahwa KSOP menghormati sepenuhnya proses hukum yang kini bergulir di kepolisian dan akan bersikap kooperatif.

Namun di sisi lain, pihak korban yang diketahui berinisial EA, menolak dengan tegas penyelesaian masalah di luar jalur hukum.

Baca Juga:  Polemik Utang Piutang EH vs IB: Pengacara EH Sebut Kliennya Tak Miliki Mens Rea

Keluarga EA mendesak aparat Kepolisian Resor (Polres) Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk segera menangkap dan memproses hukum pelaku.

Sikap keras ini ditunjukkan setelah utusan Kepala KSOP Labuan Bajo, Markus Makur, mendatangi keluarga korban dengan membawa sebotol bir, dua bungkus rokok, dan uang tunai Rp100 ribu.

Barang-barang tersebut diberikan sebagai bentuk tata cara adat Manggarai untuk meminta maaf dan meredam masalah secara kekeluargaan.

Perwakilan keluarga korban menyatakan menerima kedatangan utusan tersebut sebagai bentuk penghormatan budaya, namun menolak upaya damai.

“Kami menerima baik kedatangan sebagai bentuk adat dan penghormatan. Tetapi untuk persoalan ini, kami tetap memilih jalur hukum,” tegas salah satu perwakilan keluarga korban di Mapolres Manggarai Barat.

Baca Juga:  "Terlambat Satu Menit Siap Viral": Pengakuan EH, Guru SD di Balik Grup Nasabah 'Momang'

Mereka menilai tindakan kekerasan fisik yang menimpa EA adalah tindak pidana serius dan menolak penyelesaian via jalur kekeluargaan.

“Kalau memang sudah ada bukti dan laporan, kami berharap pelaku segera diamankan. Bagi kami, tindakan seperti ini sudah tidak manusiawi,” tambahnya.

Dugaan penganiayaan ini terjadi di pintu masuk tempat pembayaran karcis kawasan Pelabuhan Labuan Bajo pada Jumat (14/08) sekitar pukul 03.00 WITA.

Menurut penuturan korban, EA, insiden bermula saat sebuah truk milik Pertamina keluar dari area pelabuhan ketika ia sedang berjaga di portal.

“Setelah mobil Pertamina keluar, tiba-tiba pegawai KSOP datang dan mengatakan, ‘Kenapa izin keluar mobil Pertamina itu?’. Tidak lama kemudian dia langsung memukul saya,” tutur EA di hadapan awak media.

Baca Juga:  Tak Cukup Bukti, Polda NTT Gugurkan Status Tersangka Kasus Lahan Nggoer Golo Mori

EA mengaku terkejut dan tidak memahami akar persoalan yang membuat rekan kerjanya tersebut marah besar dan main tangan.

Buntut dari kejadian yang rekaman videonya sempat viral di media sosial ini, EA yang didampingi puluhan anggota keluarganya telah melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Manggarai Barat.

Korban kini telah merampungkan pemeriksaan medis atau visum et repertum dengan pendampingan pihak kepolisian.

Merespons memanasnya situasi, Kapolres Manggarai Barat AKBP Christian Kadang telah menemui keluarga korban secara langsung guna meminta semua pihak menahan diri.

“Percayakan kami untuk menyelesaikan persoalan ini. Jangan main hakim sendiri,” imbau Christian.

Ia menegaskan bahwa tindakan main hakim sendiri berpotensi melahirkan masalah hukum baru dan meminta penyidik diberi ruang untuk mengusut kasus ini secara profesional.

Penulis : Fons Abun

Editor : Tim Bajo Update

Berita Terkait

Aksi Tega Pelajar SMK Labuan Bajo: Jarah Rumah Kosong Korban Gempa
Sodoran Bir dan Rokok Tak Hentikan Proses Hukum Oknum Pegawai KSOP Labuan Bajo
Hanya Perkara Truk Pertamina, Pegawai KSOP Labuan Bajo Bogem Petugas Karcis Parkir
Polisi Cari Itok Aman, Usai Menipu Wisatawan Italia di Labuan Bajo hingga Telantar
Pura-pura Sediakan Kapal Phinisi, Calo Wisata Tipu Bule Ratusan Juta di Labuan Bajo
Tipu Bule Ratusan Juta, Calo Wisata Bikin 22 Turis Telantar di Labuan Bajo
Buntut Video Viral Bakar Burung Hantu, Tiga Warga NTT Diciduk Kepolisian
Bungkamnya Pimpinan Bank NTT Labuan Bajo Usai Terbitnya SPDP Pemalsuan Surat

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 22:17

Aksi Tega Pelajar SMK Labuan Bajo: Jarah Rumah Kosong Korban Gempa

Jumat, 14 Agustus 2026 - 15:33

Pegawai Diduga Pukul Pekerja Pelabuhan, Kepala KSOP Janjikan Sanksi Tegas, Polisi Turun Tangan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:34

Sodoran Bir dan Rokok Tak Hentikan Proses Hukum Oknum Pegawai KSOP Labuan Bajo

Jumat, 14 Agustus 2026 - 12:06

Hanya Perkara Truk Pertamina, Pegawai KSOP Labuan Bajo Bogem Petugas Karcis Parkir

Jumat, 14 Agustus 2026 - 10:33

Polisi Cari Itok Aman, Usai Menipu Wisatawan Italia di Labuan Bajo hingga Telantar

Berita Terbaru

Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Resmob Komodo menangkap ASJ di kawasan Sernaru, Kelurahan Wae Kelambu, Kecamatan Komodo, pada Sabtu malam, 22 Agustus 2026. Ia ditangkap tanpa perlawanan pada pukul 23.30 WITA.

Hukum & Kriminal

Aksi Tega Pelajar SMK Labuan Bajo: Jarah Rumah Kosong Korban Gempa

Minggu, 23 Agu 2026 - 22:17