LABUAN BAJO — Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah Ahmad Zaki Ali (38), seorang relawan yang meninggal dunia akibat kelelahan saat mendistribusikan bantuan untuk korban gempa Magnitudo 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur.
Korban, yang dikenal sebagai pendiri komunitas Relawan Gerak Bareng, dilaporkan tutup usia pada Jumat (21/08) petang.
Saat itu, ia tengah dalam perjalanan menyalurkan logistik dari kawasan Reo, Kabupaten Manggarai, menuju Desa Satar Padut di Kabupaten Manggarai Timur.
Deputi Operasi dan Siaga Basarnas, Mayor Jenderal TNI (Mar) Edy Prakoso, mengatakan evakuasi dilakukan dengan cepat melalui jalur udara agar jenazah dapat segera dipulangkan ke Jakarta.
“Pukul 07.04 WITA, Tim Heli Dauphin Basarnas telah mendarat di Helipad Kampung Ronting, Desa Satar Kampas, Kabupaten Manggarai Timur, dan langsung memproses evakuasi jenazah,” kata Edy, Sabtu (22/08).
Helikopter penyelamat tersebut kemudian menerbangkan jenazah Zaki keluar dari zona bencana menuju Bandara Komodo di Labuan Bajo.
Setibanya di Labuan Bajo, jenazah langsung dibawa menuju RSUD Pratama Komodo.
Di rumah sakit tersebut, tim medis melakukan proses pemulasaraan jenazah sebelum korban diberangkatkan menuju rumah duka di Jakarta.
Kantor SAR Maumere beserta seluruh jajaran potensi SAR menyampaikan belasungkawa mendalam atas berpulangnya korban.
Dedikasi serta kepedulian Zaki dinilai sebagai bagian penting dari perjuangan bersama dalam membantu masyarakat yang terdampak krisis pascagempa di Nusa Tenggara Timur.
Penulis : Fons Abun
Editor : Tim Bajo Update








