RUTENG — Anggota DPRD Kabupaten Manggarai, Arlan Nala, mendesak pemerintah daerah dan BNPB untuk memangkas jalur birokrasi demi mempercepat penyaluran logistik bagi para korban gempa bermagnitudo 7,7.
Pria yang juga merupakan politisi Partai Demokrat ini menyoroti masih banyaknya warga di tenda-tenda darurat yang belum tersentuh bantuan akibat rumitnya proses pendataan.
Ia menegaskan, dorongan ini bukanlah sebuah kritik bagi pemerintah, melainkan solusi konkret untuk mempermudah penyaluran bantuan kepada warga terdampak.
Apalagi, menurut Arlan, kondisi tingkat kerusakan dan kebutuhan warga di 12 kecamatan di Kabupaten Manggarai saat ini hampir sama parahnya.
“Pendistribusian logistik bantuan ke masyarakat masih terkendala pada administrasi dan pendataan. Hal ini menyebabkan keterlambatan waktu sampai ke masyarakat,” kata Arlan, saat dihubungi media ini, Jumat (21/8).
Sebagai jalan keluar, Arlan menawarkan agar pemerintah membuka ruang bagi legislatif untuk ikut mendistribusikan langsung logistik ke daerah pemilihan masing-masing.
“Saya mendorong agar pemerintah daerah memberi ruang kepada 35 Anggota DPRD untuk mendistribusikan paket sembako yang siap salur,” tegasnya.
“Saya pikir dengan begitu akan cepat tersampaikan ke titik atau lokasi yang belum tersentuh sama sekali. Saya berharap ini salah satu langkah yang bisa diambil oleh Pemkab ataupun BNPB,” tambah Arlan.

Korban Meninggal Bertambah
Sementara itu, proses penanganan tanggap darurat pascagempa Sabtu (15/08) lalu terus berjalan di tengah rentetan gempa susulan.
Bupati Manggarai, Herybertus Geradus Laju Nabit, dalam keterangan persnya pada Kamis (20/08), mengonfirmasi bahwa jumlah korban meninggal dunia telah bertambah menjadi 28 orang.
Mayoritas korban tewas akibat tertimpa reruntuhan bangunan saat gempa utama terjadi. Sisanya menghembuskan napas terakhir di rumah sakit akibat keterbatasan fasilitas kesehatan.
Selain korban tewas, sebanyak 32 orang mengalami luka berat dan 104 orang lainnya luka ringan.
Kondisi ini diperparah dengan rusaknya 25 puskesmas di seluruh Kabupaten Manggarai. Akibatnya, perawatan pasien terpaksa dilakukan di halaman puskesmas.
Untuk mengatasi krisis medis, sebuah rumah sakit lapangan yang diinisiasi oleh Menko PMK dan Menteri Kesehatan kini telah beroperasi di Stadion Golo Dukal.
“Rumah sakit lapangan sudah mulai fungsional sejak kemarin. Satu operasi sudah dilakukan dan berjalan baik,” ungkap Bupati Hery.

Pemerintah Klaim Bantuan Terus Mengalir
Menanggapi isu ketimpangan dan keterlambatan logistik, Bupati Hery memastikan bahwa bantuan telah menjangkau 11 dari 12 kecamatan terdampak.
Hingga Rabu (19/08), pemerintah telah mendistribusikan 31 ton beras beserta mi instan, telur, air mineral, dan susu bayi. Tambahan 50 ton beras dijadwalkan akan segera disalurkan.
“31 ton dan 50 ton tentu belum cukup. Kami mohon masyarakat bersabar menerima apa yang ada dalam kondisi keterbatasan ini,” ujar Bupati Hery.
Pemkab Manggarai saat ini memusatkan distribusi di dua titik utama, yakni di ibu kota Ruteng dan Kecamatan Reo.
Posko di Reo secara khusus disiapkan untuk menyuplai enam kecamatan di wilayah utara yang mengalami dampak paling parah.
Bupati meminta warga tidak salah kaprah dengan penempatan logistik di Reo. Ia menegaskan tidak ada wilayah yang dianak-emaskan.
“Tidak ada wilayah yang dianak-emaskan atau dianak-tirikan. Kami hanya menentukan prioritas berdasarkan tingkat dampak,” jelasnya.
Luruskan Isu Anggaran dan Relaksasi Pinjaman
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Hery juga menepis kabar burung mengenai adanya bantuan khusus kebencanaan sebesar Rp44 miliar dari Kementerian Keuangan.
Ia meluruskan bahwa dana tersebut sebenarnya adalah Dana Alokasi Umum (DAU) tambahan untuk gaji P3K, yang diizinkan untuk dipakai sementara guna menanggulangi bencana karena dana Belanja Tidak Terduga (BTT) daerah telah habis.

Di sisi ekonomi, pemerintah bersama Komisi XI DPR RI tengah mengupayakan relaksasi pinjaman bagi warga terdampak gempa melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Di akhir keterangannya, Bupati Hery meminta warga untuk waspada terhadap hoaks seputar prediksi gempa susulan, sembari mengimbau masyarakat untuk perlahan kembali beraktivitas.
“Tetap tenang, jangan panik, tetap waspada. Mari saling membantu dan mulai berpikir untuk kembali bekerja,” tutupnya.
Penulis : Fons Abun
Editor : Tim Bajo Update








