Krisis Bantuan Pascagempa Manggarai: Mengapa Administrasi Masih Jadi Kendala?

- Redaksi

Sabtu, 22 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Arlan Nala, Anggota DPRD Kabupaten Manggarai saat diwawancara televisi Beritasatu belum lama ini di di Desa Golowoi, Kecamatan Cibal Barat, Manggarai.

Arlan Nala, Anggota DPRD Kabupaten Manggarai saat diwawancara televisi Beritasatu belum lama ini di di Desa Golowoi, Kecamatan Cibal Barat, Manggarai.

RUTENGAnggota DPRD Kabupaten Manggarai, Arlan Nala, mendesak pemerintah daerah dan BNPB untuk memangkas jalur birokrasi demi mempercepat penyaluran logistik bagi para korban gempa bermagnitudo 7,7.

Pria yang juga merupakan politisi Partai Demokrat ini menyoroti masih banyaknya warga di tenda-tenda darurat yang belum tersentuh bantuan akibat rumitnya proses pendataan.

Ia menegaskan, dorongan ini bukanlah sebuah kritik bagi pemerintah, melainkan solusi konkret untuk mempermudah penyaluran bantuan kepada warga terdampak.

Apalagi, menurut Arlan, kondisi tingkat kerusakan dan kebutuhan warga di 12 kecamatan di Kabupaten Manggarai saat ini hampir sama parahnya.

“Pendistribusian logistik bantuan ke masyarakat masih terkendala pada administrasi dan pendataan. Hal ini menyebabkan keterlambatan waktu sampai ke masyarakat,” kata Arlan, saat dihubungi media ini, Jumat (21/8).

Sebagai jalan keluar, Arlan menawarkan agar pemerintah membuka ruang bagi legislatif untuk ikut mendistribusikan langsung logistik ke daerah pemilihan masing-masing.

“Saya mendorong agar pemerintah daerah memberi ruang kepada 35 Anggota DPRD untuk mendistribusikan paket sembako yang siap salur,” tegasnya.

Baca Juga:  Ourorah dan Agung Sene Resmi Rilis Single 'Saok', Padukan Alternatif Rock dan Rap

“Saya pikir dengan begitu akan cepat tersampaikan ke titik atau lokasi yang belum tersentuh sama sekali. Saya berharap ini salah satu langkah yang bisa diambil oleh Pemkab ataupun BNPB,” tambah Arlan.

Kondisi bangunan rumah milik Theresia Dium, yang kini rata dengan tanah akibat guncangan gempa magnitudo 7,7 pada Sabtu (15/8) lalu di Desa Compang Cibal, Kecamatan Cibal Barat, Kabupaten Manggarai, NTT.

Korban Meninggal Bertambah

Sementara itu, proses penanganan tanggap darurat pascagempa Sabtu (15/08) lalu terus berjalan di tengah rentetan gempa susulan.

Bupati Manggarai, Herybertus Geradus Laju Nabit, dalam keterangan persnya pada Kamis (20/08), mengonfirmasi bahwa jumlah korban meninggal dunia telah bertambah menjadi 28 orang.

Mayoritas korban tewas akibat tertimpa reruntuhan bangunan saat gempa utama terjadi. Sisanya menghembuskan napas terakhir di rumah sakit akibat keterbatasan fasilitas kesehatan.

Selain korban tewas, sebanyak 32 orang mengalami luka berat dan 104 orang lainnya luka ringan.

Baca Juga:  Hari Ke-2 Gempa M 7,7 Nagekeo: Korban Tewas Jadi 48, Area Pencarian Diperluas

Kondisi ini diperparah dengan rusaknya 25 puskesmas di seluruh Kabupaten Manggarai. Akibatnya, perawatan pasien terpaksa dilakukan di halaman puskesmas.

Untuk mengatasi krisis medis, sebuah rumah sakit lapangan yang diinisiasi oleh Menko PMK dan Menteri Kesehatan kini telah beroperasi di Stadion Golo Dukal.

“Rumah sakit lapangan sudah mulai fungsional sejak kemarin. Satu operasi sudah dilakukan dan berjalan baik,” ungkap Bupati Hery.

Rumah milik Florianus Adi, warga Dusun Cekok, Desa Wae Codi, Kecamatan Cibal Barat rusak berat.

Pemerintah Klaim Bantuan Terus Mengalir

Menanggapi isu ketimpangan dan keterlambatan logistik, Bupati Hery memastikan bahwa bantuan telah menjangkau 11 dari 12 kecamatan terdampak.

Hingga Rabu (19/08), pemerintah telah mendistribusikan 31 ton beras beserta mi instan, telur, air mineral, dan susu bayi. Tambahan 50 ton beras dijadwalkan akan segera disalurkan.

“31 ton dan 50 ton tentu belum cukup. Kami mohon masyarakat bersabar menerima apa yang ada dalam kondisi keterbatasan ini,” ujar Bupati Hery.

Baca Juga:  Tanam Mangrove di Warloka, Demokrat Manggarai Barat: 'Bukan Sekadar Seremoni Politik'

Pemkab Manggarai saat ini memusatkan distribusi di dua titik utama, yakni di ibu kota Ruteng dan Kecamatan Reo.

Posko di Reo secara khusus disiapkan untuk menyuplai enam kecamatan di wilayah utara yang mengalami dampak paling parah.

Bupati meminta warga tidak salah kaprah dengan penempatan logistik di Reo. Ia menegaskan tidak ada wilayah yang dianak-emaskan.

“Tidak ada wilayah yang dianak-emaskan atau dianak-tirikan. Kami hanya menentukan prioritas berdasarkan tingkat dampak,” jelasnya.

Luruskan Isu Anggaran dan Relaksasi Pinjaman

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Hery juga menepis kabar burung mengenai adanya bantuan khusus kebencanaan sebesar Rp44 miliar dari Kementerian Keuangan.

Ia meluruskan bahwa dana tersebut sebenarnya adalah Dana Alokasi Umum (DAU) tambahan untuk gaji P3K, yang diizinkan untuk dipakai sementara guna menanggulangi bencana karena dana Belanja Tidak Terduga (BTT) daerah telah habis.

Kondisi para pengungsi di Desa Tengku Lese, Rahong Utara, semakin memprihatinkan karena kekurangan kebutuhan logistik.

Di sisi ekonomi, pemerintah bersama Komisi XI DPR RI tengah mengupayakan relaksasi pinjaman bagi warga terdampak gempa melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Di akhir keterangannya, Bupati Hery meminta warga untuk waspada terhadap hoaks seputar prediksi gempa susulan, sembari mengimbau masyarakat untuk perlahan kembali beraktivitas.

“Tetap tenang, jangan panik, tetap waspada. Mari saling membantu dan mulai berpikir untuk kembali bekerja,” tutupnya.

Penulis : Fons Abun

Editor : Tim Bajo Update

Berita Terkait

Bantu Korban Gempa NTT, Polda Jateng Kirim Puluhan Ton Logistik hingga Tim Psikolog
Upaya Basarnas Penuhi Kebutuhan Logistik Korban Gempa Manggarai Timur Lewat Jalur Udara
Derita Korban Gempa Manggarai: Rumah Rata dengan Tanah, Pejabat Tak Pernah Singgah
Gempa M 7,7 Flores: Gugur Saat Bertugas, Jenazah Zaki Ali Diterbangkan ke Jakarta
Bertahan di Pusat Gempa Flores, YBLL Distribusikan Susu dan Obat ke Nagekeo
“Saya Hargai Bapak Seperti Tuhan”, Kemarahan Camat di Flores Pecah Lawan BNPB
Gempa NTT: Dua Lansia Kritis Dievakuasi via Udara dari Manggarai Timur
Dari Beras hingga Obat-obatan: YBLL Sasar 4 Desa Terdampak Gempa di Manggarai

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:55

Bantu Korban Gempa NTT, Polda Jateng Kirim Puluhan Ton Logistik hingga Tim Psikolog

Minggu, 23 Agustus 2026 - 15:16

Upaya Basarnas Penuhi Kebutuhan Logistik Korban Gempa Manggarai Timur Lewat Jalur Udara

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 13:26

Derita Korban Gempa Manggarai: Rumah Rata dengan Tanah, Pejabat Tak Pernah Singgah

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 12:57

Gempa M 7,7 Flores: Gugur Saat Bertugas, Jenazah Zaki Ali Diterbangkan ke Jakarta

Jumat, 21 Agustus 2026 - 16:25

Bertahan di Pusat Gempa Flores, YBLL Distribusikan Susu dan Obat ke Nagekeo

Berita Terbaru

Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Resmob Komodo menangkap ASJ di kawasan Sernaru, Kelurahan Wae Kelambu, Kecamatan Komodo, pada Sabtu malam, 22 Agustus 2026. Ia ditangkap tanpa perlawanan pada pukul 23.30 WITA.

Hukum & Kriminal

Aksi Tega Pelajar SMK Labuan Bajo: Jarah Rumah Kosong Korban Gempa

Minggu, 23 Agu 2026 - 22:17