LABUAN BAJO — Sebuah video yang memperlihatkan dugaan penganiayaan oleh seorang pegawai Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Labuan Bajo terhadap seorang petugas yang tengah menjaga dan melayani karcis parkir beredar luas di media sosial.
Dalam rekaman kamera pemantau (CCTV) yang viral tersebut, tampak adegan kekerasan fisik yang dilakukan secara sepihak. Pria berseragam pegawai itu terekam melayangkan pukulan berkali-kali ke arah tubuh korban.
Peristiwa penganiayaan itu terjadi di area pintu masuk tempat pembayaran karcis perkir kawasan Pelabuhan Labuan Bajo, pada Jumat (14/08/2026) dini hari, sekitar pukul 03.00 WITA.
Korban diketahui berinisial EA, seorang pria asal Wewak, Desa Manong, Kecamatan Pacar, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.
Insiden kekerasan ini bermula saat korban tengah menjalankan tugas piket malam untuk menjaga portal pelabuhan.
Menurut keterangan EA, masalah muncul tak lama setelah sebuah truk milik Pertamina melintas keluar dari area pelabuhan.
“Kebetulan saya kerja di portal pelabuhan. Saat jam piket, ada mobil Pertamina masuk ke dalam pelabuhan,” ungkap EA, Jumat siang.
Ia menuturkan, pelaku tiba-tiba mendatanginya setelah kendaraan tersebut pergi dan langsung melakukan konfrontasi.
“Setelah mobil Pertamina keluar, tiba-tiba pegawai KSOP datang dan mengatakan, ‘Kenapa izin keluar mobil Pertamina itu?’. Tidak lama kemudian dia langsung memukul saya,” jelasnya.
EA mengaku terkejut dan sama sekali tidak memahami akar permasalahan yang membuat rekan kerjanya itu marah besar.
“Dia datang langsung melakukan pemukulan kepada saya tanpa alasan yang jelas. Saya tidak tahu apa persoalannya,” tutur EA.
Ia menyayangkan insiden yang melibatkan sesama pekerja di lingkungan pelabuhan tersebut, yang seharusnya bisa diselesaikan melalui prosedur kedinasan.
“Intinya, dia langsung memukul saya. Menurut saya, tindakan kekerasan seperti ini tidak bisa dibenarkan,” tegasnya.
Buntut dari kekerasan yang terekam kamera tersebut, korban menempuh jalur hukum untuk mencari keadilan.
Pada hari ini, Jumat, 14 Agustus 2026, EA bersama puluhan anggota keluarganya resmi mendatangi Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Manggarai Barat.
Kedatangan mereka bertujuan untuk membuat laporan kepolisian terkait dugaan tindak pidana penganiayaan oleh oknum pegawai KSOP tersebut.
Saat ini, dengan didampingi oleh petugas kepolisian dari Polres Manggarai Barat, korban sedang menjalani pemeriksaan medis atau visum et repertum.
Hasil visum ini nantinya akan digunakan sebagai alat bukti primer dalam proses penyelidikan pihak kepolisian untuk mengusut tuntas motif dan kronologi penganiayaan di pelabuhan tersebut.
Catatan Redaksi: Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak KSOP Labuan Bajo terkait hal tersebut. Kami akan segera memperbarui informasi segera setelah mendapatkan tanggapan resmi dari pihak terkait.
Penulis : Fons Abun
Editor : Tim Bajo Update





