Derita Korban Gempa Manggarai: Rumah Rata dengan Tanah, Pejabat Tak Pernah Singgah

- Redaksi

Sabtu, 22 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rumah Stefanus Mandut, Warga Desa Belang Turi Kecamatan Ruteng Kabupaten Manggarai NTT.

Rumah Stefanus Mandut, Warga Desa Belang Turi Kecamatan Ruteng Kabupaten Manggarai NTT.

RUTENG Stefanus Mandut hanya bisa menatap nanar puing-puing rumahnya. Kediamannya di kawasan Rentung, Desa Belang Turi, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, rata dengan tanah.

Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 15 Agustus 2026 lalu telah merenggut segalanya dari pria tersebut.

Sehari-hari, Stefanus bekerja sebagai petani kebun yang hanya mengandalkan hasil bumi. Ia tinggal seorang diri.

Saat gempa mengguncang hebat, Stefanus nyaris tertimpa reruntuhan tembok rumahnya yang mulai ambruk menyentuh tanah.

“Tidak ada dalam pikiran saya peristiwa ini. Saat kejadian saya berhasil melarikan diri dari dalam kamar melalui dapur kecil saya,” kenang Stefanus.

Baca Juga:  Ketua FKUB Manggarai Barat: Jangan Ada Nada Keras, Jadikan Labuan Bajo Rumah Perdamaian

Rumah berdinding batu bata itu dibangun sekitar empat tahun lalu. Butuh perjuangan panjang dan keringat baginya untuk memancangkan fondasi yang kokoh.

Pembangunannya memang tak lepas dari campur tangan pemerintah yang memberikan bantuan senilai Rp8 juta saat itu.

Namun, nominal tersebut jauh dari kata cukup. Stefanus sampai harus menjual sebidang tanah miliknya agar rumah itu bisa berdiri tegak. Nahas, bangunan itu kini hilang dalam sekejap.

Baca Juga:  Ramai-Ramai Hashtag Poco Likang, Gunung Viral Manggarai yang Disebut “Surga Jatuh ke Ruteng”

“Rumah utuh itu pun runtuh sekejap, saya menahan air mata. Saya seperti orang kehilangan arah,” keluhnya.

Di tengah nestapa yang mendera, kehadiran negara justru terasa absen. Hingga kini, baru Pemerintah Desa (Pemdes) Belang Turi yang datang untuk mendata kerusakannya.

Perhatian dari pemerintah tingkat kecamatan, kabupaten, apalagi pusat, masih nihil. Pejabat tak satu pun menampakkan batang hidungnya.

“Usai kejadian saya mendapat bantuan sembako dari PT Pupuk Indonesia. Untuk bantuan resmi dari pemerintah belum sama sekali,” ujar Stefanus.

“Jangankan bantuan, datang untuk melihat saja tidak ada, kecuali Pemdes yang telah hadir mendokumentasi keadaan rumah ini,” lanjutnya.

Baca Juga:  Ratusan Pemandu Wisata ‘Kuasai’ Jalanan Labuan Bajo, Ada Apa?

Ia berharap agar jeritannya didengar. Stefanus memohon agar pemerintah dari tingkat kecamatan hingga pusat mau turun tangan dan tidak pilih kasih dengan penanganan di daerah lain.

Nasib serupa juga dialami Bonefasius Ito. Warga setempat ini turut menanti uluran tangan resmi dari negara yang tak kunjung tiba.

“Perhatian pemerintah memberi warna tersendiri. Hingga saat ini kami belum tersentuh bantuan resmi pemerintah. Kami juga korban seperti di daerah lain,” tutur Bonefasius.

Penulis : Fons Abun

Editor : Tim Bajo Update

Berita Terkait

Bantu Korban Gempa NTT, Polda Jateng Kirim Puluhan Ton Logistik hingga Tim Psikolog
Upaya Basarnas Penuhi Kebutuhan Logistik Korban Gempa Manggarai Timur Lewat Jalur Udara
Gempa M 7,7 Flores: Gugur Saat Bertugas, Jenazah Zaki Ali Diterbangkan ke Jakarta
Krisis Bantuan Pascagempa Manggarai: Mengapa Administrasi Masih Jadi Kendala?
Bertahan di Pusat Gempa Flores, YBLL Distribusikan Susu dan Obat ke Nagekeo
“Saya Hargai Bapak Seperti Tuhan”, Kemarahan Camat di Flores Pecah Lawan BNPB
Gempa NTT: Dua Lansia Kritis Dievakuasi via Udara dari Manggarai Timur
Dari Beras hingga Obat-obatan: YBLL Sasar 4 Desa Terdampak Gempa di Manggarai

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:55

Bantu Korban Gempa NTT, Polda Jateng Kirim Puluhan Ton Logistik hingga Tim Psikolog

Minggu, 23 Agustus 2026 - 15:16

Upaya Basarnas Penuhi Kebutuhan Logistik Korban Gempa Manggarai Timur Lewat Jalur Udara

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 13:26

Derita Korban Gempa Manggarai: Rumah Rata dengan Tanah, Pejabat Tak Pernah Singgah

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 12:57

Gempa M 7,7 Flores: Gugur Saat Bertugas, Jenazah Zaki Ali Diterbangkan ke Jakarta

Jumat, 21 Agustus 2026 - 16:25

Bertahan di Pusat Gempa Flores, YBLL Distribusikan Susu dan Obat ke Nagekeo

Berita Terbaru

Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Resmob Komodo menangkap ASJ di kawasan Sernaru, Kelurahan Wae Kelambu, Kecamatan Komodo, pada Sabtu malam, 22 Agustus 2026. Ia ditangkap tanpa perlawanan pada pukul 23.30 WITA.

Hukum & Kriminal

Aksi Tega Pelajar SMK Labuan Bajo: Jarah Rumah Kosong Korban Gempa

Minggu, 23 Agu 2026 - 22:17