LABUAN BAJO — Ketua Forum Peduli Manggarai Barat (FPM), Sirilus Ladur, menyatakan dukungan penuh terhadap rencana Markas Besar TNI mendirikan Komando Daerah Militer (Kodam) baru di Nusa Tenggara Timur (NTT).
FPM menilai, pembentukan markas komando yang terpisah dari Kodam IX/Udayana di Bali ini merupakan langkah strategis yang mendesak bagi keamanan wilayah perbatasan.
Kodam baru yang akan berpusat di Kupang tersebut dijadwalkan mulai beroperasi pada Agustus 2026 mendatang.
Menurut Sirilus, letak geografis NTT yang berbatasan langsung dengan negara tetangga dan jalur laut internasional membutuhkan struktur pertahanan yang lebih tangguh dan mandiri.
“Ini bukan hanya soal kedaulatan, tetapi juga tentang percepatan koordinasi keamanan dan pembangunan di seluruh pelosok NTT,” kata Sirilus di Labuan Bajo, Senin (29/06).
Dengan pemisahan diri dari struktur komando di Bali, kendali operasi militer di NTT diyakini akan menjadi jauh lebih efisien dan responsif terhadap dinamika lokal.
Selain memberikan dukungan secara institusional, Sirilus secara khusus mendesak agar pemerintah menamai satuan teritorial baru tersebut dengan nama pahlawan lokal, Sobe Sonbai.
Sobe Sonbai dikenal luas sebagai tokoh legendaris yang gigih memimpin perlawanan terhadap kolonialisme demi mempertahankan tanah NTT.
“Beliau adalah simbol kehormatan, keberanian, dan patriotisme masyarakat NTT,” ujar Sirilus.
Ia meyakini, penyematan nama Sobe Sonbai bukan sekadar kebanggaan bagi masyarakat lokal, melainkan akan memberikan dampak psikologis yang kuat bagi institusi militer itu sendiri.
Menggunakan nama pahlawan tersebut, kata Sirilus, “akan menjadi kebanggaan besar sekaligus pembakar semangat prajurit TNI yang bertugas di bumi Flobamora.”
Melalui kehadiran komando teritorial yang mandiri pada Agustus mendatang, sinergi antara militer, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat stabilitas keamanan di wilayah beranda selatan Indonesia tersebut.
Penulis : Fons Abun
Editor : Tim Bajo Update







