Ketua Forum Peduli Manggarai Barat Dukung Penuh Kodam Mandiri di Kupang: “Ini Bukan Hanya Soal Kedaulatan”

- Redaksi

Senin, 29 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Forum Peduli Manggarai Barat (FPM), Sirilus Ladur

Ketua Forum Peduli Manggarai Barat (FPM), Sirilus Ladur

LABUAN BAJO Ketua Forum Peduli Manggarai Barat (FPM), Sirilus Ladur, menyatakan dukungan penuh terhadap rencana Markas Besar TNI mendirikan Komando Daerah Militer (Kodam) baru di Nusa Tenggara Timur (NTT).

FPM menilai, pembentukan markas komando yang terpisah dari Kodam IX/Udayana di Bali ini merupakan langkah strategis yang mendesak bagi keamanan wilayah perbatasan.

Kodam baru yang akan berpusat di Kupang tersebut dijadwalkan mulai beroperasi pada Agustus 2026 mendatang.

Baca Juga:  Pengadilan Negeri Labuan Bajo Gelar Sidang Perdana Kasus Kecelakaan Kapal Putri Sakinah

Menurut Sirilus, letak geografis NTT yang berbatasan langsung dengan negara tetangga dan jalur laut internasional membutuhkan struktur pertahanan yang lebih tangguh dan mandiri.

“Ini bukan hanya soal kedaulatan, tetapi juga tentang percepatan koordinasi keamanan dan pembangunan di seluruh pelosok NTT,” kata Sirilus di Labuan Bajo, Senin (29/06).

Dengan pemisahan diri dari struktur komando di Bali, kendali operasi militer di NTT diyakini akan menjadi jauh lebih efisien dan responsif terhadap dinamika lokal.

Baca Juga:  Refleksi 23 Tahun Mabar, Inocentius Peni Soroti Ketimpangan

Selain memberikan dukungan secara institusional, Sirilus secara khusus mendesak agar pemerintah menamai satuan teritorial baru tersebut dengan nama pahlawan lokal, Sobe Sonbai.

Sobe Sonbai dikenal luas sebagai tokoh legendaris yang gigih memimpin perlawanan terhadap kolonialisme demi mempertahankan tanah NTT.

“Beliau adalah simbol kehormatan, keberanian, dan patriotisme masyarakat NTT,” ujar Sirilus.

Ia meyakini, penyematan nama Sobe Sonbai bukan sekadar kebanggaan bagi masyarakat lokal, melainkan akan memberikan dampak psikologis yang kuat bagi institusi militer itu sendiri.

Baca Juga:  Pesan Damai dan 'Politik 3D' Menggema di Rumah Gendang Jelang Pilkades Lewat

Menggunakan nama pahlawan tersebut, kata Sirilus, “akan menjadi kebanggaan besar sekaligus pembakar semangat prajurit TNI yang bertugas di bumi Flobamora.”

Melalui kehadiran komando teritorial yang mandiri pada Agustus mendatang, sinergi antara militer, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat stabilitas keamanan di wilayah beranda selatan Indonesia tersebut.

Penulis : Fons Abun

Editor : Tim Bajo Update

Berita Terkait

Cegah Konflik, Mario Pranda Ingatkan Pusat Tak Bebankan Lahan Koperasi ke Desa
Nombok Belasan Juta demi Gas, Pengusaha Labuan Bajo Menjerit
Krisis Gas Labuan Bajo: Pengusaha Pariwisata Menjerit, Terpaksa Tempuh 376 Km Demi Sebiji LPG
Demi Minimarket, Trotoar Proyek ‘Triliunan’ Era Jokowi di Labuan Bajo Dibongkar Paksa
5 Nama Berebut Kursi Panas PKB Mabar, Siapa Bakal Terpental di Ujian Kelayakan?
Edi Endi Sebut Protes Terhadap Tempo Hari Ini Baru Aksi Pertama
Rakyat Ogah Hak Suaranya Dirampas! 95% Warga Tegas Tolak Pilkada Lewat DPRD
Sidang KM Putri Sakinah, Andrea Ortuno: Kami Tidak Pernah Diberi Tahu Soal Cuaca Buruk

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 19:16

Ketua Forum Peduli Manggarai Barat Dukung Penuh Kodam Mandiri di Kupang: “Ini Bukan Hanya Soal Kedaulatan”

Jumat, 5 Juni 2026 - 13:08

Cegah Konflik, Mario Pranda Ingatkan Pusat Tak Bebankan Lahan Koperasi ke Desa

Sabtu, 16 Mei 2026 - 15:56

Nombok Belasan Juta demi Gas, Pengusaha Labuan Bajo Menjerit

Jumat, 15 Mei 2026 - 19:28

Krisis Gas Labuan Bajo: Pengusaha Pariwisata Menjerit, Terpaksa Tempuh 376 Km Demi Sebiji LPG

Minggu, 10 Mei 2026 - 11:38

Demi Minimarket, Trotoar Proyek ‘Triliunan’ Era Jokowi di Labuan Bajo Dibongkar Paksa

Berita Terbaru