Refleksi 23 Tahun Mabar, Inocentius Peni Soroti Ketimpangan

- Redaksi

Rabu, 25 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kota Labuan Bajo. (SUMBER GAMBAR-detik.com)

Kota Labuan Bajo. (SUMBER GAMBAR-detik.com)

LABUAN BAJO – Momen hari jadi Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) ke-23 yang jatuh pada 25 Februari 2026 menjadi panggung refleksi kritis bagi berbagai pihak.

Ketua DPD PAN Manggarai Barat, Inocentius Peni atau Ino Peni, melontarkan sorotan tajam terkait perjalanan daerah otonom ini yang dinilainya belum optimal mencapai target dasar.

Menurut Ino Peni, ada empat tujuan utama pembentukan daerah otonom yang hingga kini masih menjadi rapor merah bagi pemerintah daerah.

“Pembentukan kabupaten otonom itu untuk empat tujuan. Pertama, pendekatan pelayanan publik. Kedua, pemerataan pembangunan. Ketiga, kesejahteraan rakyat, dan keempat, penguatan kapasitas dalam rangka pengelolaan potensi lokal,” ujar Ino Peni dalam refleksinya, Rabu 26 Februari 2026.

Ino Peni yang juga anggota DPRD Mabar ini menyoroti minimnya fasilitas pendidikan dan kesehatan yang memadai di wilayah pelosok.

Ia menyebut, urusan administrasi kependudukan hingga perizinan masih sering dikeluhkan oleh masyarakat karena hambatan aksesibilitas.

Baca Juga:  19 Hektar Kawasan Bukit Silvia Ludes Dilalap Api

“Ada sekolah yang masih kesulitan ruang belajar, fasilitas kesehatan yang masih sangat terbatas,” tambahnya.

Terkait infrastruktur, Peni mengkritik pembangunan jalan hotmix yang dinilai sering kali salah sasaran dan tidak menjawab kebutuhan mendesak warga di daerah terisolasi.

Kritik paling menukik tertuju pada manajemen birokrasi. Peni membeberkan fakta ironis bahwa di usia ke-23 tahun, masih banyak kantor pelayanan publik yang berstatus kontrak.

“Bagian dari refleksi itu adalah manajemen birokrasi. Bagaimana birokrasi kita dibenahi, kantor saja masih ada Dinas yang tidak punya kantor,” tegas Peni.

Sejumlah instansi yang disebut masih mengontrak antara lain Dinas Peternakan, Kesbangpol, dan P2KB.

Di sisi lain, Ino Peni mengingatkan pemerintah agar tidak terbuai dengan “glamor” pariwisata Labuan Bajo, mengingat PDRB terbesar itu dari sektor pertanian. “Lebih dari 75% Masyarakat kita adalah petani,” katanya.

“Hari ini kita terbuai dengan glamornya pariwisata, padahal potensi lokal kita apa? Pertanian. Tapi apakah kebijakan pembangunan kita sudah berpihak? Belum,” tuturnya.

Baca Juga:  Pria 53 Tahun di Mabar Jadikan Mie Instan Umpan Cabuli Bocah 10 Tahun

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kemiskinan di Mabar memang menunjukkan penurunan persentase dari 17,53% (2020) menjadi 16,94% (2024).

Namun, terjadi paradoks di mana jumlah jiwa penduduk miskin secara absolut justru meningkat dari 46,99 ribu jiwa (2020) menjadi 49,15 ribu jiwa (2024).

Hal ini mengindikasikan bahwa pertumbuhan total penduduk lebih cepat dibandingkan kecepatan pengentasan kemiskinan oleh pemerintah.

Sementara itu, Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, dalam upacara peringatan di Pantai Gorontalo, mengklaim daerahnya telah mencapai banyak kemajuan.

Bupati Edi Endi memaparkan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat dan pertumbuhan ekonomi Mabar melampaui rata-rata provinsi.

“Apa yang kita nikmati hari ini adalah hasil dari proses panjang. Kita patut bersyukur atas pertumbuhan ekonomi dan raihan PAD tertinggi di NTT,” ujar Edi Endi.dalam press release yang diterima media ini,

Baca Juga:  Lebih dari Separuh Kapal di Labuan Bajo Ilegal, DPRD: 'Pemerintah Daerah Tak Dapat Apa-apa'

Bupati juga melaporkan tren positif kunjungan wisatawan yang melonjak dari 411.349 orang pada 2024 menjadi 500.008 orang pada 2025.

Selain itu, Mabar mencatat prestasi dalam penanganan stunting yang turun drastis hingga menyentuh angka 8,2% pada 2023 berdasarkan data SKI.

Meski demikian, Bupati Edi mengakui masih ada sejumlah pekerjaan rumah seperti masalah lahan, aksesibilitas, dan manajemen aset.

“Kita tidak boleh menjadi penonton di rumah kita sendiri. Mari tanggalkan perbedaan dan bangun kolaborasi,” tutup Bupati Edi.

Upacara HUT ke-23 ini diakhiri dengan aksi penanaman bibit pohon kelapa dan bersih-bersih sampah di kawasan Pantai Gorontalo sebagai simbol keberlanjutan ekologis.

Catatan : Sumber Data Rujukan:

BPS Kabupaten Manggarai Barat: Mabar Dalam Angka (2021–2024).

BPS Provinsi NTT: Profil Kemiskinan Maret 2024.

Kementerian Kesehatan RI: SSGI 2021-2022 & SKI 2023.

Laporan e-PPGBM.

Siaran Pers Prokopim Mabar Nomor: (016/II/2026)

Penulis : Fons Abun

Editor : Tim Bajo Update

Berita Terkait

Guru Dalih Kesepakatan Komite, Pemotongan Dana PIP 32 Siswa SMK di Golo Mori Tuai Polemik
Representasi Kaum Muda, Bona Jasman Siap Bertarung di Pilkades Watu Manggar
Digugat Pemkab, Enam Sertifikat Hak Milik di Labuan Bajo Dibatalkan PTUN Kupang
Abaikan Batas Waktu Lima Hari, Penyaluran Beras Bantuan di Desa Riung Mandek
Pesan Damai dan ‘Politik 3D’ Menggema di Rumah Gendang Jelang Pilkades Lewat
Pilkades Gorontalo: Enam Calon Berebut Lima Kuota, Itho Sulu Unjuk Kekuatan Lintas Suku
WTID dan IN-FLORES Perkuat Kapasitas Pelaku Pariwisata Wujudkan Destinasi Inklusif
MotoGP Mandalika 2026 Siap Digelar, Indonesia Bidik Sorotan Dunia

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 22:59

Guru Dalih Kesepakatan Komite, Pemotongan Dana PIP 32 Siswa SMK di Golo Mori Tuai Polemik

Sabtu, 20 Juni 2026 - 20:57

Representasi Kaum Muda, Bona Jasman Siap Bertarung di Pilkades Watu Manggar

Sabtu, 20 Juni 2026 - 18:30

Digugat Pemkab, Enam Sertifikat Hak Milik di Labuan Bajo Dibatalkan PTUN Kupang

Sabtu, 20 Juni 2026 - 18:07

Abaikan Batas Waktu Lima Hari, Penyaluran Beras Bantuan di Desa Riung Mandek

Sabtu, 20 Juni 2026 - 17:48

Pesan Damai dan ‘Politik 3D’ Menggema di Rumah Gendang Jelang Pilkades Lewat

Berita Terbaru