Cegah Konflik, Mario Pranda Ingatkan Pusat Tak Bebankan Lahan Koperasi ke Desa

- Redaksi

Jumat, 5 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tokoh muda Manggarai Barat, Mario Pranda.

Tokoh muda Manggarai Barat, Mario Pranda.

LABUAN BAJO Tokoh muda Manggarai Barat, Mario Pranda, mengkritik tata kelola lahan dalam program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang tengah digulirkan oleh pemerintah pusat.

Mario menegaskan, pemerintah pusat tidak seharusnya membebankan penyediaan lahan pembangunan kepada pemerintah desa maupun masyarakat setempat.

Sebagai program yang murni diinisiasi dari pusat, ia menilai pemerintah memegang tanggung jawab penuh atas pengadaan dan pembiayaan sarana pendukung, termasuk lahan.

Baca Juga:  Tembus 28.9 Km/Liter, Toyota Veloz Hybrid EV 2026 Resmi Mengaspal di Labuan Bajo

“Koperasi Desa Merah Putih adalah program pemerintah pusat. Oleh karena itu, jangan membebankan pemerintah desa atau masyarakat di kampung,” kata Mario dalam pernyataan resminya, Jumat 5 Juni 2026.

Ia menambahkan, kelanjutan program tersebut kini berpulang pada kesiapan pemerintah pusat.

“Jika pusat menginginkan program ini berjalan, maka pusat juga harus bertanggung jawab penuh atas lahan atau tempat yang akan dibangun,” tegasnya.

Lebih lanjut, Mario menjelaskan bahwa penggunaan atau pengorbanan lahan desa hanya bisa dibenarkan jika program tersebut merupakan usulan warga.

Baca Juga:  Sinergi Sunda Kecil: Bali, NTB, dan NTT Resmi Bentuk Kerjasama Regional BNN di Golo Mori

Usulan itu, kata Mario, harus disepakati secara resmi melalui tahapan Musyawarah Desa (Musdes).

“Kecuali ini adalah program murni dari desa, barulah lahan bisa dialokasikan untuk pembangunan. Namun, jika diinisiasi oleh pusat, maka menjadi kewajiban pusat untuk tidak membebani masyarakat,” ujarnya.

Menurut Mario, setiap pembangunan di tingkat desa wajib berlandaskan asas kebermanfaatan bagi masyarakat lokal.

Baca Juga:  Bupati Edi Endi Kawal Program Prioritas Prabowo di Mabar

Ia mengingatkan agar agenda pembangunan nasional tidak berubah menjadi beban yang merugikan aset maupun hak milik warga desa.

Mario pun mendesak instansi terkait di tingkat pusat untuk lebih bijak dalam merancang perencanaan teknis di lapangan.

Hal ini, pungkasnya, sangat penting dilakukan demi mencegah terjadinya konflik sosial atau kerugian masyarakat desa di kemudian hari.

Penulis : Fons Abun

Editor : Tim Bajo Update

Berita Terkait

Nombok Belasan Juta demi Gas, Pengusaha Labuan Bajo Menjerit
Krisis Gas Labuan Bajo: Pengusaha Pariwisata Menjerit, Terpaksa Tempuh 376 Km Demi Sebiji LPG
Demi Minimarket, Trotoar Proyek ‘Triliunan’ Era Jokowi di Labuan Bajo Dibongkar Paksa
5 Nama Berebut Kursi Panas PKB Mabar, Siapa Bakal Terpental di Ujian Kelayakan?
Edi Endi Sebut Protes Terhadap Tempo Hari Ini Baru Aksi Pertama
Rakyat Ogah Hak Suaranya Dirampas! 95% Warga Tegas Tolak Pilkada Lewat DPRD
Sidang KM Putri Sakinah, Andrea Ortuno: Kami Tidak Pernah Diberi Tahu Soal Cuaca Buruk
Perawatan Teknis Mendadak, Indonesia AirAsia Lakukan Penyesuaian Jadwal Lebaran

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 13:08

Cegah Konflik, Mario Pranda Ingatkan Pusat Tak Bebankan Lahan Koperasi ke Desa

Sabtu, 16 Mei 2026 - 15:56

Nombok Belasan Juta demi Gas, Pengusaha Labuan Bajo Menjerit

Jumat, 15 Mei 2026 - 19:28

Krisis Gas Labuan Bajo: Pengusaha Pariwisata Menjerit, Terpaksa Tempuh 376 Km Demi Sebiji LPG

Minggu, 10 Mei 2026 - 11:38

Demi Minimarket, Trotoar Proyek ‘Triliunan’ Era Jokowi di Labuan Bajo Dibongkar Paksa

Sabtu, 25 April 2026 - 16:10

5 Nama Berebut Kursi Panas PKB Mabar, Siapa Bakal Terpental di Ujian Kelayakan?

Berita Terbaru