Saat Wisatawan Labuan Bajo Diajak Main Adu Kemiri ‘Banga Welu’

- Redaksi

Senin, 22 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Saat dua wisatan diajak bernostalgia sekaligus berinteraksi melalui 'Banga Welu'. Ini adalah permainan tradisional adu ketangkasan menggunakan buah kemiri. Tampak dalam foto dua wisatawan tengah diajari oleh sejumlah penari lokal.

Saat dua wisatan diajak bernostalgia sekaligus berinteraksi melalui 'Banga Welu'. Ini adalah permainan tradisional adu ketangkasan menggunakan buah kemiri. Tampak dalam foto dua wisatawan tengah diajari oleh sejumlah penari lokal.

LABUAN BAJO Alunan seruling tradisional ‘Sunding’ dan ketukan alat musik bambu ‘Cakatinding’ memecah hening senja di kawasan perbukitan Natas Parapuar, Labuan Bajo, Sabtu (20/06).

Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) kembali menggelar ruang budaya akhir pekan bertajuk Weekend at Parapuar.
Berbeda dari biasanya, acara kali ini secara khusus menonjolkan kekayaan tradisi lokal Manggarai kepada para pengunjung dan wisatawan.

BPOLBF menggandeng kelompok seni Sanggar Wela Rana Komodo untuk memamerkan beragam atraksi kesenian di atas bukit.

Baca Juga:  Lestarikan Budaya, 100 Anak Usia Dini di Labuan Bajo Bakal Unjuk Kebolehan Atraksi Caci

Selain lantunan musik bambu, para penari membawakan Tari Dende. Tarian ini merepresentasikan kegembiraan dan semangat kebersamaan masyarakat adat Manggarai.

Penampilan kemudian dilanjutkan dengan tari kreasi kontemporer berjudul “Nona Masih Sendiri”.

Tak hanya menonton kesenian, pengunjung juga diajak bernostalgia sekaligus berinteraksi melalui ‘Banga Welu’.

Ini adalah permainan tradisional adu ketangkasan khas Manggarai yang menggunakan biji kemiri.
Permainan ini sarat akan nilai sportivitas dan kebersamaan.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama BPOLBF, Andhy MT Marpaung, menyebut kawasan Parapuar dirancang agar lebih dari sekadar tempat hiburan semata.

Baca Juga:  Tak Sekadar Lomba, Komodo Ocean Swim 2026 Bawa Misi Mulia untuk Disabilitas Timur Indonesia

“Melalui acara ini, kami ingin merawat identitas budaya Flores yang hidup di tengah masyarakat,” kata Andhy.

Ia berharap wisatawan tidak hanya menikmati lanskap Labuan Bajo dari ketinggian, tetapi juga mengenal tradisi lokal secara langsung.

“Akhir pekan di Parapuar selalu menghadirkan pengalaman yang berbeda dan terbuka bagi siapa saja untuk menjadi bagian dari cerita Labuan Bajo,” tambahnya.

Perpaduan antara alam dan budaya ini mendapat respons positif dari pengunjung yang hadir. Nanda, salah satu wisatawan, mengaku terkesan dengan konsep tersebut.

Baca Juga:  'Kami Tak Ingin Kecolongan': Detik-detik Polisi Bekuk Pembawa Sabu di Pelabuhan Labuan Bajo

“Pemandangannya indah. Menikmati pertunjukan budaya di tempat seperti ini memberikan pengalaman yang berbeda dan menyenangkan,” ujarnya.

Weekend at Parapuar merupakan agenda rutin yang diinisiasi BPOLBF. Acara ini mewadahi berbagai komunitas seni dan budaya.

Kawasan Natas Parapuar kini didorong menjadi ruang publik alternatif baru yang menawarkan panorama lanskap perbukitan dan lautan pesisir Labuan Bajo.

Penulis : Fons Abun

Editor : Tim Bajo Update

Berita Terkait

BKH Pimpin Penyaluran Bantuan Demokrat untuk Korban Gempa Flores
Evakuasi Berlanjut, Korban Tewas Gempa Nagekeo Capai 40 Orang
Polisi Cari Itok Aman, Usai Menipu Wisatawan Italia di Labuan Bajo hingga Telantar
Tipu Bule Ratusan Juta, Calo Wisata Bikin 22 Turis Telantar di Labuan Bajo
Menpar Widiyanti: Warga Harus Jadi Aktor Utama Pariwisata Labuan Bajo
Festival Golo Koe 2026 Digelar, Labuan Bajo Dorong Wisata Religi dan Ekologi
Rute Ekstrem Berbalut Sunset: Tantangan Tersendiri di Golo Mori Run 2026
Agen Travel Labuan Bajo ‘Bungkam’ Usai Batal Berlayar, Uang Rp 14 Juta Turis Asing Nyaris Raib

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 18:23

BKH Pimpin Penyaluran Bantuan Demokrat untuk Korban Gempa Flores

Minggu, 16 Agustus 2026 - 01:17

Evakuasi Berlanjut, Korban Tewas Gempa Nagekeo Capai 40 Orang

Jumat, 14 Agustus 2026 - 10:33

Polisi Cari Itok Aman, Usai Menipu Wisatawan Italia di Labuan Bajo hingga Telantar

Rabu, 12 Agustus 2026 - 22:44

Tipu Bule Ratusan Juta, Calo Wisata Bikin 22 Turis Telantar di Labuan Bajo

Selasa, 11 Agustus 2026 - 15:02

Menpar Widiyanti: Warga Harus Jadi Aktor Utama Pariwisata Labuan Bajo

Berita Terbaru

Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Resmob Komodo menangkap ASJ di kawasan Sernaru, Kelurahan Wae Kelambu, Kecamatan Komodo, pada Sabtu malam, 22 Agustus 2026. Ia ditangkap tanpa perlawanan pada pukul 23.30 WITA.

Hukum & Kriminal

Aksi Tega Pelajar SMK Labuan Bajo: Jarah Rumah Kosong Korban Gempa

Minggu, 23 Agu 2026 - 22:17