Floratama Academy 2026: Strategi UMKM Pangan Lokal Rebut Celah Pasar Pariwisata

- Redaksi

Rabu, 24 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) menggelar tahap pendampingan intensif atau mentoring melalui program Floratama Academy 2026. Program yang diikuti oleh 60 pelaku usaha pangan lokal ini berlangsung secara bauran (hybrid) sejak Selasa (23/06).

Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) menggelar tahap pendampingan intensif atau mentoring melalui program Floratama Academy 2026. Program yang diikuti oleh 60 pelaku usaha pangan lokal ini berlangsung secara bauran (hybrid) sejak Selasa (23/06).

LABUAN BAJO — Pertumbuhan pesat industri pariwisata di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, menuntut kesiapan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pangan lokal untuk masuk ke dalam rantai pasok utama perhotelan dan resor.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) menggelar tahap pendampingan intensif atau mentoring melalui program Floratama Academy 2026.

Program yang diikuti oleh 60 pelaku usaha pangan lokal ini berlangsung secara bauran (hybrid) sejak Selasa (23/06).

Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama BPOLBF, Andhy MT Marpaung, mengatakan status Labuan Bajo sebagai destinasi prioritas nasional membawa peluang ekonomi yang besar, namun berisiko tak terserap jika UMKM lokal tidak siap.

Baca Juga:  Pinjam Mobil Penjual Kelapa untuk Mencuri, Dua Pemuda di Labuan Bajo Dibekuk

“Kondisi ini menuntut kesiapan dari sisi kualitas produk, kontinuitas pasokan, standar keamanan pangan, pengemasan, hingga kemampuan distribusi dan pemasaran,” ujar Andhy.

Melalui pendampingan ini, BPOLBF berharap para pelaku usaha lokal tidak hanya sebatas memahami peluang pasar, tetapi bersiap menjadi bagian dari rantai pasok pangan yang berkelanjutan.

Pentingnya pelibatan masyarakat lokal di tengah pembangunan pesat Labuan Bajo juga ditekankan oleh Sekretaris Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Barat, Chrispin Mesima.

“Perkembangan ini harus menjadi peluang bagi masyarakat lokal untuk mengambil peran lebih besar dalam rantai ekonomi pariwisata,” kata Chrispin.

Baca Juga:  Meruorah Luncurkan Paket Jelajah Darat dan Bahari

Menurut Chrispin, peran tersebut bisa diwujudkan melalui skema kemitraan langsung antara hotel, resor, dan kapal wisata dengan kelompok tani maupun nelayan lokal.

Namun, ia menegaskan bahwa pendampingan terhadap standar mutu produk menjadi kunci utama agar UMKM dilirik oleh industri pariwisata.

Sementara itu, Asisten Deputi Sistem Distribusi Pangan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Muhamad Mawardi, menyoroti akar permasalahan yang lebih mendasar di Manggarai Barat.

“Tantangan utama Kabupaten Manggarai Barat bukan pada menghasilkan lebih banyak pangan, tetapi bagaimana membangun rantai pasok pangan yang lebih terintegrasi dan bernilai tinggi,” papar Mawardi.

Baca Juga:  Idul Adha Cup Soknar: Teratai DeRie Tundukkan Putri Kerora Dua Set Tanpa Balas

Ia menilai, Labuan Bajo memiliki peluang besar untuk menjadi etalase nasional dalam pengembangan ekosistem pangan lokal yang menggabungkan sektor pertanian, wirausaha, logistik, dan kepariwisataan.

Selama dua hari, peserta Floratama Academy dibekali berbagai materi krusial.
Pada hari pertama, peserta mendapatkan gambaran riil mengenai kebutuhan pangan dan layanan gizi langsung dari perwakilan industri perhotelan, hingga strategi akses pembiayaan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Selanjutnya pada hari kedua, pembelajaran difokuskan pada strategi peningkatan kualitas dan daya saing produk agar benar-benar mampu menembus rantai pasok pariwisata Labuan Bajo.

Penulis : Fons Abun

Editor : Tim Bajo Update

Berita Terkait

Wabup Mabar Ikut Lari di Golo Mori Sunset Run 2026, Rute Menantang Berhadiah Rp 30 Juta
Curhat Pengusaha Kapal Labuan Bajo ke Kemenpar: Dari Urusan Sampah, Pajak, hingga Scamming
Berantas Penipuan Wisatawan di Labuan Bajo, Aturan Izin Usaha Diperketat
Ferdinan Ambo Nakhodai Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi NTT Perdana di Labuan Bajo
Beredar Video Kapal Wisata Tenggelam di Labuan Bajo, Polisi Ungkap Kronologinya
30 Pemandu Snorkeling Labuan Bajo Jalani Asesmen Ketat
Pelaku Wisata Labuan Bajo Nyaris Rugi Rp 19 Juta Akibat Ulah Sebelas Turis Asing
Famtrip BPOLBF x Scoot: Upaya Kembalikan Citra Pariwisata Flores Pascabencana

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 10:33

Wabup Mabar Ikut Lari di Golo Mori Sunset Run 2026, Rute Menantang Berhadiah Rp 30 Juta

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:39

Curhat Pengusaha Kapal Labuan Bajo ke Kemenpar: Dari Urusan Sampah, Pajak, hingga Scamming

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:18

Berantas Penipuan Wisatawan di Labuan Bajo, Aturan Izin Usaha Diperketat

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:03

Ferdinan Ambo Nakhodai Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi NTT Perdana di Labuan Bajo

Minggu, 27 September 2026 - 13:43

Beredar Video Kapal Wisata Tenggelam di Labuan Bajo, Polisi Ungkap Kronologinya

Berita Terbaru