Rakyat Ogah Hak Suaranya Dirampas! 95% Warga Tegas Tolak Pilkada Lewat DPRD

- Redaksi

Minggu, 12 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAMBAR—Ilustrasi

GAMBAR—Ilustrasi

JAKARTA Keinginan sebagian pihak untuk mengembalikan mekanisme pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui DPRD nampaknya bakal menemui jalan buntu. Hasil survei terbaru Lembaga Survei Indonesia (LSI) menunjukkan mayoritas mutlak rakyat Indonesia menolak keras ide tersebut dan tetap ingin memilih pemimpinnya secara langsung.

Hasil survei ini dipaparkan LSI di Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (12/4/2026), data menunjukkan angka yang sangat kontras antara keinginan rakyat dengan wacana pemilihan tidak langsung.

Rakyat Indonesia rupanya masih jatuh cinta dengan sistem “one man one vote”.

“Mayoritas warga ingin kepala daerah, baik Gubernur, Bupati, maupun Walikota, dipilih langsung oleh rakyat seperti yang berjalan saat ini,” tulis laporan LSI tersebut sebagaimana data yang diterima bajoupdate.com, Minggu.

Baca Juga:  Tanggap Darurat Gempa Nagekeo: YBLL Salurkan Beras hingga Nutrisi Anak

Rakyat Mau Pilih Gubernur Sendiri

Untuk level pemilihan Gubernur, data LSI mencatat sebanyak 94,3% responden menyatakan setuju bahwa Gubernur sebaiknya dipilih langsung oleh rakyat. Angka ini menunjukkan konsensus nasional yang hampir bulat.

Sementara itu, warga yang setuju jika Gubernur dipilih oleh anggota DPRD Provinsi hanya sebesar 4,6%. Sisanya, sebanyak 1,1% responden menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab (TT/TJ).

Baca Juga:  Debat Panas KDMP: Mario Pranda Tantang Kanisius Turun ke Lapangan, Dibalas 'Pahami Regulasi'

Bupati dan Walikota: 95% Pilih Langsung!

Sentimen yang sama, bahkan lebih kuat, terlihat pada tingkat pemilihan Bupati atau Walikota. Sebanyak 95,0% responden menegaskan bahwa mereka ingin memilih Bupati/Walikota secara langsung.

Hanya segelintir orang, yakni 4,1%, yang setuju jika mandat pemilihan diserahkan kepada anggota DPRD Kabupaten/Kota. Adapun responden yang tidak memberikan jawaban hanya sebesar 0,9%.

Presiden Pun Tak Boleh ‘Dikuasai’ MPR

Tak hanya di level daerah, keinginan untuk memilih pemimpin secara langsung juga berlaku untuk posisi orang nomor satu di republik ini. Sebanyak 94,4% rakyat Indonesia ingin Presiden tetap dipilih langsung oleh rakyat, bukan oleh MPR RI.

Baca Juga:  Gempa M 7,7: Kelas Runtuh, Siswa SMPN 8 Cibal Pindah ke Tenda Darurat

Hanya 4,7% yang menginginkan Presiden kembali dipilih oleh MPR, sementara 1,0% sisanya memilih bungkam.

Data ini menjadi tamparan keras bagi wacana-wacana politik yang ingin menarik kembali hak pilih rakyat ke tangan legislatif. Rakyat nampaknya sudah sadar betul bahwa hak suara dalam Pilkada adalah instrumen paling vital dalam demokrasi mereka.

Survei nasional LSI ini dilakukan pada periode 4-12 Maret 2026 dengan melibatkan 2.020 responden dari berbagai lapisan masyarakat di seluruh Indonesia.

Penulis : Fons Abun

Editor : Redaksi

Sumber Berita : LSI

Berita Terkait

Demi Jaga Citra Wisata, OPW Bersihkan Jalur Gang Pengadilan-Wae Mata
28 Hari Operasi, SAR Gempa Flores Resmi Ditutup
Jenazah Dokter Korban KKB Transit di Labuan Bajo, Diterbangkan ke Maumere Pakai Pesawat Polri
Gempa Retakkan SDN Nanga Boleng, Guru dan Siswa Bangun Kelas Darurat Mandiri
Kejari Mabar Buka Suara Usai Didesak ‘Buka Terang’ Korupsi KPU Rp28 Miliar
LPPDM Tagih Tersangka Kasus Dana Hibah KPU Mabar
Siapa Pelapor Dugaan Korupsi Rp 28 M KPU Manggarai Barat? Ini Kata Kejari
Dugaan Korupsi Rp28 Miliar Naik Penyidikan, Siapa Tersangka di KPU Manggarai Barat?

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 12:39

Demi Jaga Citra Wisata, OPW Bersihkan Jalur Gang Pengadilan-Wae Mata

Sabtu, 12 September 2026 - 20:07

28 Hari Operasi, SAR Gempa Flores Resmi Ditutup

Sabtu, 12 September 2026 - 16:58

Jenazah Dokter Korban KKB Transit di Labuan Bajo, Diterbangkan ke Maumere Pakai Pesawat Polri

Sabtu, 12 September 2026 - 14:14

Gempa Retakkan SDN Nanga Boleng, Guru dan Siswa Bangun Kelas Darurat Mandiri

Jumat, 11 September 2026 - 18:26

LPPDM Tagih Tersangka Kasus Dana Hibah KPU Mabar

Berita Terbaru

Syamsudin Kadir

Opini

Membayangkan Pemilu 2029 Dari Titik Kunci

Minggu, 13 Sep 2026 - 19:44

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) resmi menutup Operasi SAR Gempa Flores bermagnitudo 7,7 pada Sabtu (12/9/2026) pukul 18.00 WITA.

Nasional

28 Hari Operasi, SAR Gempa Flores Resmi Ditutup

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:07