Nombok Belasan Juta demi Gas, Pengusaha Labuan Bajo Menjerit

- Redaksi

Sabtu, 16 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumber Gambar: Kontan.co.id

Sumber Gambar: Kontan.co.id

LABUAN BAJO Pelaku usaha pariwisata di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), tak berani menaikkan harga makanan di restoran mereka di tengah krisis dan meroketnya harga gas LPG. Harga LPG 12 kg yang sebelumnya berada di kisaran Rp290 ribuan, kini melonjak drastis hingga Rp500 ribu per tabung. Keputusan pahit untuk tidak menaikkan harga ini terpaksa diambil agar pelanggan setia tidak lari, meski pengusaha harus menelan kerugian.

Kondisi memprihatinkan ini dialami langsung oleh Matheus Siagian, salah satu pelaku industri pariwisata di kota super premium tersebut.

Demi menjaga napas bisnis restorannya, ia terpaksa menempuh perjalanan darat sejauh 188 kilometer untuk satu kali jalan, atau 376 kilometer pulang-pergi, menuju Reo, Kabupaten Manggarai, akibat stok gas di Labuan Bajo habis total.

Baca Juga:  Cegah Konflik, Mario Pranda Ingatkan Pusat Tak Bebankan Lahan Koperasi ke Desa

Pada Kamis (14/05/2026), dengan menggunakan mobil pribadi, Matheus mengangkut tabung-tabung kosong demi berburu pasokan gas. Di Reo, ia harus merogoh kocek Rp500 ribu untuk satu tabung LPG.

Ongkos operasional usahanya pun membengkak parah. Sepanjang bulan ini saja, ia telah menghabiskan lebih dari Rp15 juta hanya untuk membeli sekitar 25 tabung gas LPG.

“Sedangkan (kalau) naikkan harga, takut langganan lari. Sehingga korban rugi,” ungkap Matheus kepada Bajoupdate.com, Jumat (15/04/2026).

Bahkan, saking parahnya kelangkaan energi ini, Matheus terpaksa kembali menggunakan bahan bakar masa lalu untuk kebutuhan dapur rumah pribadinya.

Baca Juga:  Ancam Demo Besar, Pemandu Wisata Labuan Bajo Tolak Sistem Kuota Masuk TN Komodo

“Kalau di rumah, saya pakai minyak tanah lagi sekarang,” tuturnya.

Situasi ini membuatnya mendesak pemerintah agar segera turun tangan menyelamatkan pelaku pariwisata yang tengah tercekik krisis.

“Saya mohon sekali sama pemerintah, tolong segera selesaikan masalah ini. Kami minta dengan sangat koordinasi dengan pusat, mungkin saatnya kuota LPG Labuan Bajo diperbesar lagi,” tegasnya.

Usut punya usut, kelangkaan ekstrem di Labuan Bajo dan wilayah NTT ini berakar dari masalah logistik pengiriman dari Pulau Jawa.

Sebelumnya, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyebutkan bahwa pasokan tersendat akibat adanya perbaikan dermaga di Pelabuhan Surabaya, Jawa Timur.

Baca Juga:  Sidang KM Putri Sakinah, Andrea Ortuno: Kami Tidak Pernah Diberi Tahu Soal Cuaca Buruk

Gas untuk NTT tidak dikirim dalam bentuk curah, melainkan sudah dikemas dalam tabung dan diangkut menggunakan kapal kontainer.

“Jumlah kapal yang bisa bersandar di Surabaya itu berkurang drastis karena ada perbaikan,” jelas Ahad, Kamis (07/05/2026).

Sebagai solusi darurat, Pertamina kini memindahkan titik suplai ke dermaga alternatif terdekat dan melipatgandakan frekuensi pengiriman kapal.

Jika biasanya kapal pembawa kontainer LPG dikirim 2-3 kali sebulan, Pertamina kini menargetkan pelayaran hingga 4-5 kali dalam sebulan agar pasokan kembali stabil.

Berbeda dengan krisis LPG yang memukul telak para pelaku usaha, Pertamina memastikan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) cair ke wilayah kepulauan NTT saat ini tetap aman tanpa kendala.

Penulis : Tim Redaksi

Editor : Fons Abun

Berita Terkait

9.547 Rumah Rusak di Mabar Akibat Gempa, Tim Verifikasi Cegah Data Fiktif Bantuan
Bantu Korban Gempa NTT, Polda Jateng Kirim Puluhan Ton Logistik hingga Tim Psikolog
Krisis Bantuan Pascagempa Manggarai: Mengapa Administrasi Masih Jadi Kendala?
Bertahan di Pusat Gempa Flores, YBLL Distribusikan Susu dan Obat ke Nagekeo
Gempa NTT: Dua Lansia Kritis Dievakuasi via Udara dari Manggarai Timur
Dari Beras hingga Obat-obatan: YBLL Sasar 4 Desa Terdampak Gempa di Manggarai
Bencana Alam Flores: Bantuan Mengalir dari Kaltim, Bali, NTB, hingga Masyarakat Umum
Tanggap Darurat Gempa Manggarai Barat: BPOLBF dan Pemkab Bergerak ke Kepulauan Utara

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:07

9.547 Rumah Rusak di Mabar Akibat Gempa, Tim Verifikasi Cegah Data Fiktif Bantuan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:55

Bantu Korban Gempa NTT, Polda Jateng Kirim Puluhan Ton Logistik hingga Tim Psikolog

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 12:12

Krisis Bantuan Pascagempa Manggarai: Mengapa Administrasi Masih Jadi Kendala?

Jumat, 21 Agustus 2026 - 16:25

Bertahan di Pusat Gempa Flores, YBLL Distribusikan Susu dan Obat ke Nagekeo

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:36

Gempa NTT: Dua Lansia Kritis Dievakuasi via Udara dari Manggarai Timur

Berita Terbaru

Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Resmob Komodo menangkap ASJ di kawasan Sernaru, Kelurahan Wae Kelambu, Kecamatan Komodo, pada Sabtu malam, 22 Agustus 2026. Ia ditangkap tanpa perlawanan pada pukul 23.30 WITA.

Hukum & Kriminal

Aksi Tega Pelajar SMK Labuan Bajo: Jarah Rumah Kosong Korban Gempa

Minggu, 23 Agu 2026 - 22:17