Krisis Gas Labuan Bajo: Pengusaha Pariwisata Menjerit, Terpaksa Tempuh 376 Km Demi Sebiji LPG

- Redaksi

Jumat, 15 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumber Gambar: Kontan.co.id

Sumber Gambar: Kontan.co.id

LABUAN BAJO Matheus Siagian, seorang pelaku industri pariwisata di Labuan Bajo, menjerit keras. Ia terpaksa menempuh perjalanan darat ratusan kilometer menuju Reo, Kabupaten Manggarai, demi berburu gas LPG akibat stok di kota super premium itu habis total.

Perjalanan dari Labuan Bajo ke Reo bukanlah perkara mudah. Matheus harus menempuh jarak 188 kilometer untuk satu kali jalan, atau sekitar 376 kilometer pulang-pergi.

Jauhnya akses tersebut membuat ongkos operasional usahanya membengkak secara drastis.

Dengan menggunakan mobil pribadi, ia mengangkut tabung-tabung kosong dari Labuan Bajo pada Kamis (14/05/2026) demi mencari pasokan gas.

Di Reo, ia harus merogoh kocek hingga Rp500.000 untuk satu tabung LPG demi menjaga napas bisnis restorannya di Labuan Bajo.

Baca Juga:  Rakyat Ogah Hak Suaranya Dirampas! 95% Warga Tegas Tolak Pilkada Lewat DPRD

Di tengah lonjakan biaya operasional ini, Matheus tidak berani menaikkan harga makanan.

“Sedangkan naikkan harga takut langganan lari. Sehingga korban rugi,” ungkap Matheus kepada Bajoupdate.com, Jumat 15 April 2026.

Ia mengaku pengeluarannya meroket tajam. Sepanjang bulan ini saja, ia telah menghabiskan lebih dari Rp15 juta hanya untuk membeli sekitar 25 tabung gas LPG.

Saking parahnya kelangkaan ini, untuk kebutuhan memasak di rumah pribadinya, Matheus kini terpaksa kembali menggunakan bahan bakar masa lalu.

“Kalau rumah saya pakai minyak tanah lagi sekarang,” tuturnya.

Kondisi ini membuatnya mendesak pemerintah agar segera turun tangan menyelamatkan pelaku pariwisata yang tengah tercekik krisis energi.

Baca Juga:  Wujudkan Hospitality with Impact, Plataran Komodo dan RRI Labuan Bajo Gelar Donor Darah

“Saya mohon sekali sama pemerintah, tolong segera selesaikan masalah ini. Kami minta dengan sangat koordinasi dengan pusat, mungkin saatnya kuota LPG Labuan Bajo diperbesar lagi,” tegasnya.

Kelangkaan ekstrem di Labuan Bajo dan wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) secara umum ini ternyata berakar dari masalah logistik di luar pulau.

Sebelumya, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyebut pasokan tersendat akibat perbaikan dermaga di Pelabuhan Surabaya, Jawa Timur.

Menurut Ahad, distribusi LPG ke NTT sangat bergantung pada kapal kontainer. Gas tidak dikirim dalam bentuk curah, melainkan sudah dikemas dalam tabung sejak dari Pulau Jawa.

Baca Juga:  Tampilkan Justy Aldrin, BPOLBF Gelar Festival Musik di Parapuar Labuan Bajo

“Jumlah kapal yang bisa bersandar di Surabaya itu berkurang drastis karena ada perbaikan,” jelas Ahad, Kamis (07/05/2026).

Sebagai solusi darurat, Pertamina kini memindahkan titik suplai ke dermaga alternatif terdekat dan melipatgandakan frekuensi pengiriman kapal.

Jika biasanya kapal pembawa kontainer LPG dikirim 2-3 kali sebulan, Pertamina kini menargetkan pelayaran hingga 4-5 kali dalam sebulan agar pasokan kembali stabil.

Berbeda dengan krisis LPG yang memukul pelaku usaha, Pertamina memastikan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) cair ke wilayah kepulauan NTT saat ini tetap aman tanpa kendala serius.

Penulis : Tim Bajo Update

Editor : Fons Abun

Berita Terkait

Ketua Forum Peduli Manggarai Barat Dukung Penuh Kodam Mandiri di Kupang: “Ini Bukan Hanya Soal Kedaulatan”
Cegah Konflik, Mario Pranda Ingatkan Pusat Tak Bebankan Lahan Koperasi ke Desa
Nombok Belasan Juta demi Gas, Pengusaha Labuan Bajo Menjerit
Demi Minimarket, Trotoar Proyek ‘Triliunan’ Era Jokowi di Labuan Bajo Dibongkar Paksa
5 Nama Berebut Kursi Panas PKB Mabar, Siapa Bakal Terpental di Ujian Kelayakan?
Edi Endi Sebut Protes Terhadap Tempo Hari Ini Baru Aksi Pertama
Rakyat Ogah Hak Suaranya Dirampas! 95% Warga Tegas Tolak Pilkada Lewat DPRD
Sidang KM Putri Sakinah, Andrea Ortuno: Kami Tidak Pernah Diberi Tahu Soal Cuaca Buruk

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 19:16

Ketua Forum Peduli Manggarai Barat Dukung Penuh Kodam Mandiri di Kupang: “Ini Bukan Hanya Soal Kedaulatan”

Jumat, 5 Juni 2026 - 13:08

Cegah Konflik, Mario Pranda Ingatkan Pusat Tak Bebankan Lahan Koperasi ke Desa

Sabtu, 16 Mei 2026 - 15:56

Nombok Belasan Juta demi Gas, Pengusaha Labuan Bajo Menjerit

Jumat, 15 Mei 2026 - 19:28

Krisis Gas Labuan Bajo: Pengusaha Pariwisata Menjerit, Terpaksa Tempuh 376 Km Demi Sebiji LPG

Minggu, 10 Mei 2026 - 11:38

Demi Minimarket, Trotoar Proyek ‘Triliunan’ Era Jokowi di Labuan Bajo Dibongkar Paksa

Berita Terbaru