Misteri Kontraktor Jembatan Maut Cunca Wulang: Anggaran Rp900 Juta, Fasilitas Tanpa Perawatan

- Redaksi

Rabu, 3 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepolisian menyelidiki dugaan kelalaian pidana usai dua wisatawan asal Austria tewas terjatuh dari jembatan gantung yang rapuh di kawasan wisata Air Terjun Cunca Wulang, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Kepolisian menyelidiki dugaan kelalaian pidana usai dua wisatawan asal Austria tewas terjatuh dari jembatan gantung yang rapuh di kawasan wisata Air Terjun Cunca Wulang, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

LABUAN BAJO Mengenai proyek awal jembatan gantung di wisata Cunca Wulang yang menewaskan dua turis asal Austria, fakta baru kini terungkap. Pada tahun 2017, dokumen awal menunjukkan pagu anggaran pembangunan jembatan tersebut mencapai sekitar Rp900 juta.

“Yang tertera di dokumen itu kurang lebih sembilan ratusan juta,” ujar Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Barat, Petrus Antonius Rasyid, di sela-sela pemeriksaan kepolisian pada Selasa (02/06).

Pemeriksaan ini adalah buntut dari tragedi jebolnya papan jembatan kayu di kawasan Air Terjun Cunca Wulang pada Minggu (24/05).

Insiden itu menewaskan sepasang suami istri asal Austria berinisial J (54) dan A (56) yang terperosok dari ketinggian 10 meter.

Kepada penyidik, Petrus diminta memberikan klarifikasi dan menyerahkan sejumlah dokumen terkait sejarah pembangunan infrastruktur tersebut.

Baca Juga:  Dugaan Korupsi Rp28 Miliar Naik Penyidikan, Siapa Tersangka di KPU Manggarai Barat?

“Materi terkait dengan pembangunan jembatan mulai dari tahun 2017, 2020, dan juga 2023,” kata Petrus.

Namun, ia mengaku tidak mengingat nama perusahaan yang mengerjakan proyek bernilai ratusan juta tersebut.

“Itu dilaksanakan oleh salah satu kontraktor yang saya tidak hafal. Saya tidak hafal pasti nomenklatur nama perusahaannya,” tambahnya.

Adapun Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek itu diketahui bernama Tarsi, yang kini sudah tidak lagi bertugas di Dinas Pariwisata.

Petrus sendiri berstatus sebagai Kepala Dinas baru. Ia baru menjabat sebagai Kepala Dinas Pariwisata selama satu bulan setelah dilantik pada Kamis (07/05) lalu.

Ironi Retribusi dan Keselamatan

Selain infrastruktur, polisi juga mencecar Petrus terkait Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang ditarik dari lokasi wisata, serta penugasan petugas retribusi.

Kepolisian menyoroti adanya ketimpangan. Uang retribusi terus masuk ke kas dinas dan pemerintah desa, namun fasilitas wisata dibiarkan rapuh tanpa perawatan.

Baca Juga:  'Tidak Ada Toleransi untuk Aksi Anarkis': Peringatan Keras Polisi Usai Kerusuhan Lahan di Mabar

Selama ini, pengunjung dikenakan pungutan kebersihan sebesar Rp20.000 untuk turis asing dan Rp10.000 untuk turis lokal.

Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, menyatakan pihaknya tengah menyelidiki dugaan kelalaian pidana.

“Tidak terdapat sistem keselamatan wisata yang memadai,” jelas AKBP Christian.

Penyelidikan awal mengungkap bahwa kayu penyangga jembatan sudah lapuk. Polisi menemukan lubang sepanjang 1,2 meter pada lantai yang patah, serta fakta bahwa 90% jaring pengaman telah hilang.

Polisi juga tidak menemukan Standar Operasional Prosedur (SOP) tertulis untuk pengecekan rutin jembatan.

Pengelola juga tidak menyediakan rambu bahaya dan asuransi kecelakaan bagi pengunjung.

Untuk memperkuat bukti, penyidik akan menggandeng ahli teknik sipil.
Ahli ini bertugas menganalisis apakah keruntuhan jembatan murni faktor alam atau imbas langsung dari kelalaian pihak pengelola.

Baca Juga:  Berdiri Paling Tegar di Atas Kaki yang Tertatih: Kisah Siprianus Menjadi Jembatan Harapan Korban Gempa

Sebelum memeriksa Petrus, kepolisian telah memeriksa lima saksi kunci secara maraton, termasuk Kepala Desa Cunca Wulang, petugas retribusi, hingga pemandu lokal.

Dalam pemeriksaan, penyidik turut menyoroti ketiadaan Nota Kesepahaman (MoU) antara Dinas Pariwisata dan Pemerintah Desa soal pengelolaan.

Menanggapi hal itu, Petrus beralasan bahwa pada prinsipnya telah ada Surat Keputusan (SK) Bupati tahun 2022 tentang penetapan pengelola destinasi.

Imbas pemeriksaan ini, Petrus terpaksa absen dari Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan DPRD Manggarai Barat yang juga membahas kepariwisataan pada hari yang sama.

Sementara itu, jenazah kedua turis Austria hingga Selasa (02/06) masih disemayamkan di RSUD Komodo, Labuan Bajo.
Proses pemulangan jenazah masih dikoordinasikan dengan pihak Kedutaan Besar Austria di Jakarta.

Penulis : Fons Abun

Editor : Tim Bajo Update

Berita Terkait

LPPDM Tagih Tersangka Kasus Dana Hibah KPU Mabar
Niat Hati Lapor Pengeroyokan, Karolina Malah Terjerat Kasus Pencemaran Nama Baik
Siapa Pelapor Dugaan Korupsi Rp 28 M KPU Manggarai Barat? Ini Kata Kejari
Dugaan Korupsi Rp28 Miliar Naik Penyidikan, Siapa Tersangka di KPU Manggarai Barat?
Kurang Lebih 4 Jam Digeledah, Jaksa Sita Dokumen Dugaan Korupsi Dana Hibah dari KPU Manggarai Barat
Ruang Komisioner KPU Mabar Digeledah Jaksa Usut Dugaan Korupsi Pilkada 2024
Ketua PSSI Mabar Dukung Pelatih Komodo United Dipidana
Saat Korban Pengeroyokan Laporannya Ditolak Polisi, Lalu Berujung Dilaporkan Balik

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 18:26

LPPDM Tagih Tersangka Kasus Dana Hibah KPU Mabar

Jumat, 11 September 2026 - 17:41

Niat Hati Lapor Pengeroyokan, Karolina Malah Terjerat Kasus Pencemaran Nama Baik

Kamis, 10 September 2026 - 13:04

Siapa Pelapor Dugaan Korupsi Rp 28 M KPU Manggarai Barat? Ini Kata Kejari

Selasa, 8 September 2026 - 22:02

Dugaan Korupsi Rp28 Miliar Naik Penyidikan, Siapa Tersangka di KPU Manggarai Barat?

Selasa, 8 September 2026 - 19:15

Ruang Komisioner KPU Mabar Digeledah Jaksa Usut Dugaan Korupsi Pilkada 2024

Berita Terbaru

FOTO — Saat Lembaga Pengkajian & Penelitian Demokrasi Masyarakat (LPPDM) mendatangi Kejari Mabar, Jumat (11/9/2026).

Hukum & Kriminal

LPPDM Tagih Tersangka Kasus Dana Hibah KPU Mabar

Jumat, 11 Sep 2026 - 18:26