PDAM Wae Mbeliling Pastikan Suplai Air Parapuar Penuhi Standar Pariwisata

- Redaksi

Kamis, 23 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dari view point Parapuar, pengunjung dapat melihat panorama hamparan laut, gugusan pulau, kapal wisata, hingga landasan pacu Bandara Komodo.

Dari view point Parapuar, pengunjung dapat melihat panorama hamparan laut, gugusan pulau, kapal wisata, hingga landasan pacu Bandara Komodo.

LABUAN BAJO — Suplai air bersih untuk kawasan pariwisata terpadu Parapuar, Manggarai Barat, dipastikan berasal dari fasilitas Water Treatment Plant (WTP) 2 Wae Mese dengan kapasitas penyaluran awal 5 hingga 7 liter per detik.

Kepastian pasokan air ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) antara Perumda Air Minum (PDAM) Wae Mbeliling dengan Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) belum lama ini.

Baca Juga:  Andhy Marpaung: Pariwisata Berkelanjutan Adalah Investasi Masa Depan Labuan Bajo

Direktur Utama PDAM Wae Mbeliling, Ponsianus Mato, menyebut pihaknya tidak membangun sumber tangkapan (intake) baru untuk menyuplai kawasan tersebut.

“Sumber air berasal dari WTP 2 Wae Mese,” kata Ponsianus saat dikonfirmasi, Kamis 23 Juli 2026.

Untuk menjaga stabilitas suplai air pada tahap pertama ini, PDAM Wae Mbeliling juga tengah mengambil langkah antisipatif dengan mengoptimalkan sumber air Wae Moto.

Baca Juga:  Di Balik Status Wisata Pemium, Warga Labuan Bajo Tercekik Harga LPJ Mahal

Terkait kelayakan untuk destinasi wisata, Ponsianus menjamin kualitas suplai air yang masuk ke Parapuar sudah memenuhi standar.

Air tidak dialirkan secara mentah, melainkan telah melewati proses penyaringan di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Wae Mese 2 agar memenuhi standar air bersih.

Baca Juga:  Mencekam Massa Dua Kubu di Ruteng Nyaris Bentrok Fisik

Saat ini, infrastruktur penyambungan saluran air menuju lokasi Parapuar sudah masuk dalam tahap pengerjaan fisik di lapangan.

Meski air bersumber dari PDAM, Ponsianus menegaskan pengerjaan konstruksi di lapangan tidak dilakukan oleh pihaknya. Eksekusi infrastruktur air ini sepenuhnya dipegang oleh pengelola kawasan.

“Sedang dikerjakan. Yang mengerjakan itu pihak BPOLBF,” pungkas Ponsianus.

Penulis : Fons Abun

Editor : Tim Bajo Update

Berita Terkait

Gandeng FORKOMA, Forum Peduli Mabar Gelar Pelatihan Jurnalistik Dua Hari
Bawa Pesan Edi Endi, NasDem Bagikan 100 Terpal untuk Warga Welak Terdampak Gempa
Cerita Mari Elka Pangestu Terpikat Keramahan Warga Flores Usai Jalan Kaki 25,5 Km
Jalan Kaki 25,5 Km, Peziarah Flores Ulurkan Tangan untuk Seminari Terdampak Gempa
Bukan Cuma Bali, Kadispar Mabar Dorong Labuan Bajo Jadi Primadona Baru Turis Tiongkok
Bidik Turis Tiongkok, Kemenpar-BPOLBF Boyong 7 Agen Perjalanan ke Labuan Bajo
Operasi KM Feronia Berakhir Tanpa Jejak Veronica Beatrix Jessica
Penjelasan Polisi terkait Penemuan Mayat yang Terbakar di Perkebunan Warga Manggarai Timur

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:21

Gandeng FORKOMA, Forum Peduli Mabar Gelar Pelatihan Jurnalistik Dua Hari

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:36

Bawa Pesan Edi Endi, NasDem Bagikan 100 Terpal untuk Warga Welak Terdampak Gempa

Minggu, 25 Oktober 2026 - 16:54

Cerita Mari Elka Pangestu Terpikat Keramahan Warga Flores Usai Jalan Kaki 25,5 Km

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:08

Bukan Cuma Bali, Kadispar Mabar Dorong Labuan Bajo Jadi Primadona Baru Turis Tiongkok

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:34

Bidik Turis Tiongkok, Kemenpar-BPOLBF Boyong 7 Agen Perjalanan ke Labuan Bajo

Berita Terbaru