Sidang Vonis Tragedi Kapal Putri Sakinah Digelar Pekan Depan

- Redaksi

Kamis, 21 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana ruang sidang saat sidang perkara tindak pidana kecelakaan KLM Putri Sakinah di Selat Pulau Padar dimulai pukul 11.49 Wita, Kamis 12 Maret 2026, di Pengadilan Negeri Labuan Bajo. (FOTO—Fons Abun).

Suasana ruang sidang saat sidang perkara tindak pidana kecelakaan KLM Putri Sakinah di Selat Pulau Padar dimulai pukul 11.49 Wita, Kamis 12 Maret 2026, di Pengadilan Negeri Labuan Bajo. (FOTO—Fons Abun).

LABUAN BAJO Perkara soal tenggelamnya Kapal Motor (KM) Putri Sakinah di Selat Padar, Labuan Bajo, Manggarai Barat, kini memasuki tahap pembacaan putusan.

Berdasarkan data di laman Sistem Informasi Penelusuran Perkara PN Labua Bajo yang diakses bajoupdate.com, Kamis 21 Mei 2026, Majelis Hakim menetapkan sidang vonis tersebut akan digelar pada hari Senin, 25 Mei 2026 mendatang.

Persidangan babak akhir ini dijadwalkan dimulai pada pukul 13.00 WITA di Ruang Sidang Cakra.

Kasus pidana bernomor register 8/Pid.B/2026/PN Lbj ini mendudukkan dua orang sebagai terdakwa.

Keduanya adalah nakhoda kapal bernama Lukman, dan Muhamad Alif Latifa N. Djudje.

Mereka diadili atas dugaan kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa penumpang dalam pelayaran pada 26 Desember 2025 lalu.

Tragedi ini menewaskan Fernando, seorang pelatih klub sepak bola asal Spanyol, Valencia, beserta anaknya.

Sementara satu anggota keluarga mereka lainnya hingga kini masih berstatus hilang.

Baca Juga:  Program MBG Jadi Angin Segar, Peternak Ayam di Manggarai Barat Kian Berdaya

Fakta-fakta memilukan seputar tenggelamnya kapal terungkap dalam sidang pemeriksaan saksi yang digelar pada Selasa, 31 Maret 2026 lalu.

Istri Fernando yang juga korban selamat, Andrea Ortuno, memberikan kesaksian secara virtual dari Spanyol.

Kepada Majelis Hakim yang dipimpin Putu Dima Indra, Andrea membeberkan ketiadaan standar keselamatan kapal.

“Saat itu kondisi life jacket-nya kecil dan dalam kondisi kurang baik. Sampai di kapal, kami tidak memakai life jacket lagi,” ujar Andrea melalui penerjemah Kedutaan Besar Spanyol.

Janggalnya fasilitas keselamatan itu berlanjut dengan ketiadaan panduan dari awak kapal sebelum berlayar.

“Jadi begitu kami mulai embarkasi tidak ada penjelasan, rekomendasi, atau informasi mengenai keselamatan,” tuturnya.

Bahkan, Andrea menegaskan tidak ada peringatan potensi cuaca buruk yang diberikan oleh pihak kapal.

“Tidak pada suatu kesempatan pun mengenai keselamatan,” tegasnya di hadapan hakim.

Baca Juga:  BPOLBF Dukung Penuh Silentium Magnum: Gerakan Kolektif Pariwisata Berkelanjutan di Labuan Bajo

Malam tragedi itu bermula saat kapal berlayar dari Pulau Kalong menuju Pulau Padar.

Saat penumpang beristirahat di dalam kamar, lambung kapal tiba-tiba dihantam gelombang keras berulang kali.

“Kami tidur dan saya sadar karena merasakan hantaman. Lalu saya membantu anak saya Amanda untuk keluar,” kata Andrea dengan nada bergetar.

Hantaman itu membuat kapal miring dan terisap ke dalam laut dalam hitungan menit.

“Waktu saya merasakan adanya hantaman kami terbangun dan pada hantaman kedua lalu saya menyelamatkan anak saya Marta Amanda,” ucapnya.

Di tengah kepanikan dan kegelapan gulita, Andrea mengaku berteriak histeris meminta tolong.

Namun, ia menyoroti sikap kru kapal yang justru sama sekali tidak melakukan upaya penyelamatan terhadap penumpang.

“Saat itu awak kapal sudah ada di kapal lain yang menyelamatkan mereka dan dalam keadaan kering, lalu saya dan anak saya menyusul,” ungkapnya pilu.

Baca Juga:  Misteri Riwayat Sakit di Balik Kematian Pekerja Hiburan Malam Labuan Bajo

Suaminya dan dua anaknya yang berada di kamar terpisah, tidak dapat diselamatkan.

Selain Andrea, persidangan maraton tersebut juga menghadirkan Kepala KSOP Labuan Bajo dan Kepala BMKG Komodo untuk digali keterangannya.

Berdasarkan data Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP), sidang kasus ini telah bergulir panjang sejak pembacaan dakwaan pada 12 Maret 2026.

Tim Penuntut Umum yang terdiri dari empat jaksa sempat dua kali menunda pembacaan tuntutan dengan alasan belum siap.

Surat tuntutan baru berhasil dibacakan pada Senin, 11 Mei 2026.

Tahapan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan nota pembelaan (Pledoi) dari pihak terdakwa pada 18 Mei 2026.

Sehari berselang, jaksa langsung merespons pembelaan tersebut melalui agenda Replik.
Kini, seluruh rangkaian pembuktian dan perdebatan hukum telah usai.

Nasib Lukman dan Muhamad Alif kini sepenuhnya berada di tangan Majelis Hakim untuk diputus pada 25 Mei mendatang.

Penulis : Fons Abun

Editor : Tim Bajo Update

Berita Terkait

Polisi Sebut Tangkap Curat di Sernaru, Keluarga: Dia Kami Serahkan Sendiri ke Buser
Aksi Tega Pelajar SMK Labuan Bajo: Jarah Rumah Kosong Korban Gempa
Pegawai Diduga Pukul Pekerja Pelabuhan, Kepala KSOP Janjikan Sanksi Tegas, Polisi Turun Tangan
Sodoran Bir dan Rokok Tak Hentikan Proses Hukum Oknum Pegawai KSOP Labuan Bajo
Hanya Perkara Truk Pertamina, Pegawai KSOP Labuan Bajo Bogem Petugas Karcis Parkir
Polisi Cari Itok Aman, Usai Menipu Wisatawan Italia di Labuan Bajo hingga Telantar
Pura-pura Sediakan Kapal Phinisi, Calo Wisata Tipu Bule Ratusan Juta di Labuan Bajo
Tipu Bule Ratusan Juta, Calo Wisata Bikin 22 Turis Telantar di Labuan Bajo

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:03

Polisi Sebut Tangkap Curat di Sernaru, Keluarga: Dia Kami Serahkan Sendiri ke Buser

Minggu, 23 Agustus 2026 - 22:17

Aksi Tega Pelajar SMK Labuan Bajo: Jarah Rumah Kosong Korban Gempa

Jumat, 14 Agustus 2026 - 15:33

Pegawai Diduga Pukul Pekerja Pelabuhan, Kepala KSOP Janjikan Sanksi Tegas, Polisi Turun Tangan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:34

Sodoran Bir dan Rokok Tak Hentikan Proses Hukum Oknum Pegawai KSOP Labuan Bajo

Jumat, 14 Agustus 2026 - 12:06

Hanya Perkara Truk Pertamina, Pegawai KSOP Labuan Bajo Bogem Petugas Karcis Parkir

Berita Terbaru

Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Resmob Komodo menangkap ASJ di kawasan Sernaru, Kelurahan Wae Kelambu, Kecamatan Komodo, pada Sabtu malam, 22 Agustus 2026. Ia ditangkap tanpa perlawanan pada pukul 23.30 WITA.

Hukum & Kriminal

Aksi Tega Pelajar SMK Labuan Bajo: Jarah Rumah Kosong Korban Gempa

Minggu, 23 Agu 2026 - 22:17