LABUAN BAJO — Kepolisian Resor Manggarai Barat menahan seorang pemilik agen perjalanan di Labuan Bajo karena diduga menipu rombongan wisatawan asal Malaysia dan Singapura senilai lebih dari Rp85 juta.
Tersangka berinisial KA (32) ditangkap setelah uang pembayaran paket wisata tersebut ia habiskan untuk kepentingan pribadinya.
Akibatnya, rombongan yang terdiri dari delapan orang dewasa dan dua anak-anak itu sempat telantar saat tiba di Bandara Internasional Komodo pada Kamis (07/05).
“Pelaku resmi ditahan oleh penyidik. Kami tidak memberikan toleransi terhadap oknum yang merusak citra pariwisata,” kata Kasat Reskrim Polres Manggarai Barat, AKP Lufthi Darmawan Aditya, Minggu (10/05).

Kasus ini bermula ketika perwakilan korban asal Malaysia berinisial SS (34) menyetor uang secara bertahap sejak Maret hingga Mei 2026.
Korban mentransfer dana sebesar Rp85,2 juta kepada agen “Labuan Bajo Top” milik tersangka.
Dana tersebut sedianya ditujukan untuk menyewa kapal pesiar selama empat hari tiga malam, biaya masuk Taman Nasional Komodo, dan akomodasi hotel premium.
Namun, saat rombongan tiba di Labuan Bajo, kenyataan tidak sesuai kesepakatan. Mereka dibawa ke hotel yang berbeda dan lebih murah.
Pihak operator kapal juga menolak beroperasi karena belum menerima pembayaran sepeser pun dari tersangka.
“Korban sudah bayar lunas, tapi sesampainya di sini justru ditelantarkan. Terlapor juga sangat sulit dihubungi,” ujar Lufthi.
Polisi sempat melakukan mediasi antara korban dan tersangka. Namun karena tidak ada titik temu, polisi langsung menangkap KA.
Dalam pemeriksaan, KA mengakui seluruh uang wisatawan tersebut telah habis ia gunakan untuk kebutuhan pribadinya.
Kini, KA mendekam di Rutan Polres Manggarai Barat untuk 20 hari ke depan guna proses penyidikan.
Ia dijerat Pasal 492 KUHP tentang penipuan, dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara.
Sementara itu, pihak kepolisian memastikan rombongan wisatawan tetap dapat melanjutkan liburan mereka.
Dengan bantuan polisi dan otoritas setempat, para turis akhirnya berlayar ke Taman Nasional Komodo menggunakan kapal pengganti.
Aparat mengimbau wisatawan untuk memverifikasi kredibilitas agen perjalanan melalui platform atau asosiasi resmi demi mencegah penipuan berulang di Labuan Bajo.
Penulis : Fons Abun
Editor : Tim Bajo Update








