Jembatan Vital di Boleng Putus, Wakil Rakyat Akui Anggaran Infrastruktur Anjlok

- Redaksi

Selasa, 19 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jembatan darurat yang menjadi akses utama bagi lima kampung di Desa Tanjung Boleng, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, terputus akibat terjangan banjir, pada Senin  sore 18 Mei 2026.

Jembatan darurat yang menjadi akses utama bagi lima kampung di Desa Tanjung Boleng, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, terputus akibat terjangan banjir, pada Senin sore 18 Mei 2026.

LABUAN BAJO Jembatan darurat yang menjadi akses utama bagi lima kampung di Desa Tanjung Boleng, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, terputus akibat terjangan banjir.

Kepala Desa Tanjung Boleng, Saharudin, mengonfirmasi bahwa kerusakan jembatan yang terbuat dari bambu dan kayu tersebut terjadi pada Senin (18/05/2026) sore, di Kali Boleng Darat.

Putusnya infrastruktur ini melumpuhkan akses vital warga dari Kampung Boleng Darat, Merawang, Gerak, Rungkam dan Kokor.

Selama ini, jembatan tersebut merupakan satu-satunya penghubung warga menuju Jalan Pantura dan pusat Kota Labuan Bajo.

Saharudin mengatakan, jembatan tersebut sejak awal dibangun dan dipelihara murni dari hasil patungan warga setempat.

Baca Juga:  Sidang Sengketa Lahan Kerangan: Saksi Sebut Gugatan Johanis Naput ‘Abal-abal’

“Untuk sementara, masyarakat berupaya memperbaiki kembali melalui swadaya masyarakat Boleng Darat,” kata Saharudin.

Ia mendesak agar pemerintah daerah segera turun tangan membangun jembatan permanen di wilayah yang hingga kini belum tersentuh pembangunan infrastruktur tersebut.

“Harapan kami agar pemerintah daerah membuka mata untuk melihat, sekaligus membuat jembatan permanen,” ujar Saharudin menegaskan.

Warga Boleng
Warga Kampung Boleng Darat bergotong-royong mengerjakan kembali jembatan yang rusak akibat diterangkan Banjir pada Senin sore (18/5). (Foto/Saharudin Kaded Boleng)

Menanggapi desakan warga, Anggota DPRD Kabupaten Manggarai Barat Martinus Mitar atau Marten menyatakan belum bisa memberikan kepastian pembangunan dalam waktu dekat.

Baca Juga:  Perkuat MICE Kelas Dunia, Tiga Gubernur Teken Kerja Sama Regional di GMCC Mabar

Martinus beralasan kondisi keuangan daerah saat ini sedang mengalami penurunan drastis.

“Tahun anggaran 2026 saja, alokasi untuk infrastruktur kita itu hanya dua koma sekian persen. Kondisi ini terjadi karena kebijakan efisiensi secara nasional yang memengaruhi alokasi dana transfer dari pusat,” kata Marten, Selasa (19/05/2026).

Ia juga pesimistis perbaikan jembatan dapat segera dilakukan menggunakan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) atau dana tanggap darurat bencana.

Menurutnya, alokasi dana bencana sangat minim dan harus dibagi untuk menangani kejadian serupa di wilayah lain.

Meski demikian, Martinus menolak anggapan bahwa pemerintah daerah dan DPRD diam atau menutup mata terhadap penderitaan warga Boleng.

Baca Juga:  Misteri 13 Hektare Lahan Siluman di Kerangan, Kuasa Hukum Ibrahim: "Sisanya di Laut atau Tanah Pemda?"

“Pemerintah tentu berjuang. Tapi dalam kondisi kemampuan keuangan daerah yang sangat terbatas hari ini, kami mohon kepada masyarakat untuk kesabarannya,” tuturnya.

Sebagai wakil rakyat yang mewakili Kecamatan Boleng, ia berjanji akan menjadikan perbaikan jembatan tersebut sebagai prioritas utama di parlemen.

“Nanti penjawabannya akan kami lihat pada perkembangan kondisi fiskal, baik pada Perubahan APBD 2026 maupun pada anggaran 2027,” kata politis NasDem tersebut.

Ia berharap kondisi keuangan Manggarai Barat segera pulih sehingga pemerintah bisa kembali fokus membangun infrastruktur yang dikeluhkan warga.

“Kepada masyarakat Boleng saya katakan mohon kesabaran. DPRD Manggarai Barat tetap menjadikan jalan dan jembatan ini sebagai skala prioritas untuk diperjuangkan,” tutupnya.

Penulis : Fons Abun

Editor : Tim Bajo Update

Berita Terkait

9.547 Rumah Rusak di Mabar Akibat Gempa, Tim Verifikasi Cegah Data Fiktif Bantuan
Bantu Korban Gempa NTT, Polda Jateng Kirim Puluhan Ton Logistik hingga Tim Psikolog
Upaya Basarnas Penuhi Kebutuhan Logistik Korban Gempa Manggarai Timur Lewat Jalur Udara
Derita Korban Gempa Manggarai: Rumah Rata dengan Tanah, Pejabat Tak Pernah Singgah
Gempa M 7,7 Flores: Gugur Saat Bertugas, Jenazah Zaki Ali Diterbangkan ke Jakarta
Krisis Bantuan Pascagempa Manggarai: Mengapa Administrasi Masih Jadi Kendala?
Bertahan di Pusat Gempa Flores, YBLL Distribusikan Susu dan Obat ke Nagekeo
“Saya Hargai Bapak Seperti Tuhan”, Kemarahan Camat di Flores Pecah Lawan BNPB

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:07

9.547 Rumah Rusak di Mabar Akibat Gempa, Tim Verifikasi Cegah Data Fiktif Bantuan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:55

Bantu Korban Gempa NTT, Polda Jateng Kirim Puluhan Ton Logistik hingga Tim Psikolog

Minggu, 23 Agustus 2026 - 15:16

Upaya Basarnas Penuhi Kebutuhan Logistik Korban Gempa Manggarai Timur Lewat Jalur Udara

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 12:57

Gempa M 7,7 Flores: Gugur Saat Bertugas, Jenazah Zaki Ali Diterbangkan ke Jakarta

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 12:12

Krisis Bantuan Pascagempa Manggarai: Mengapa Administrasi Masih Jadi Kendala?

Berita Terbaru

Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Resmob Komodo menangkap ASJ di kawasan Sernaru, Kelurahan Wae Kelambu, Kecamatan Komodo, pada Sabtu malam, 22 Agustus 2026. Ia ditangkap tanpa perlawanan pada pukul 23.30 WITA.

Hukum & Kriminal

Aksi Tega Pelajar SMK Labuan Bajo: Jarah Rumah Kosong Korban Gempa

Minggu, 23 Agu 2026 - 22:17