LABUAN BAJO — Jembatan darurat yang menjadi akses utama bagi lima kampung di Desa Tanjung Boleng, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, terputus akibat terjangan banjir.
Kepala Desa Tanjung Boleng, Saharudin, mengonfirmasi bahwa kerusakan jembatan yang terbuat dari bambu dan kayu tersebut terjadi pada Senin (18/05/2026) sore, di Kali Boleng Darat.
Putusnya infrastruktur ini melumpuhkan akses vital warga dari Kampung Boleng Darat, Merawang, Gerak, Rungkam dan Kokor.
Selama ini, jembatan tersebut merupakan satu-satunya penghubung warga menuju Jalan Pantura dan pusat Kota Labuan Bajo.
Saharudin mengatakan, jembatan tersebut sejak awal dibangun dan dipelihara murni dari hasil patungan warga setempat.
“Untuk sementara, masyarakat berupaya memperbaiki kembali melalui swadaya masyarakat Boleng Darat,” kata Saharudin.
Ia mendesak agar pemerintah daerah segera turun tangan membangun jembatan permanen di wilayah yang hingga kini belum tersentuh pembangunan infrastruktur tersebut.
“Harapan kami agar pemerintah daerah membuka mata untuk melihat, sekaligus membuat jembatan permanen,” ujar Saharudin menegaskan.

Menanggapi desakan warga, Anggota DPRD Kabupaten Manggarai Barat Martinus Mitar atau Marten menyatakan belum bisa memberikan kepastian pembangunan dalam waktu dekat.
Martinus beralasan kondisi keuangan daerah saat ini sedang mengalami penurunan drastis.
“Tahun anggaran 2026 saja, alokasi untuk infrastruktur kita itu hanya dua koma sekian persen. Kondisi ini terjadi karena kebijakan efisiensi secara nasional yang memengaruhi alokasi dana transfer dari pusat,” kata Marten, Selasa (19/05/2026).
Ia juga pesimistis perbaikan jembatan dapat segera dilakukan menggunakan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) atau dana tanggap darurat bencana.
Menurutnya, alokasi dana bencana sangat minim dan harus dibagi untuk menangani kejadian serupa di wilayah lain.
Meski demikian, Martinus menolak anggapan bahwa pemerintah daerah dan DPRD diam atau menutup mata terhadap penderitaan warga Boleng.
“Pemerintah tentu berjuang. Tapi dalam kondisi kemampuan keuangan daerah yang sangat terbatas hari ini, kami mohon kepada masyarakat untuk kesabarannya,” tuturnya.
Sebagai wakil rakyat yang mewakili Kecamatan Boleng, ia berjanji akan menjadikan perbaikan jembatan tersebut sebagai prioritas utama di parlemen.
“Nanti penjawabannya akan kami lihat pada perkembangan kondisi fiskal, baik pada Perubahan APBD 2026 maupun pada anggaran 2027,” kata politis NasDem tersebut.
Ia berharap kondisi keuangan Manggarai Barat segera pulih sehingga pemerintah bisa kembali fokus membangun infrastruktur yang dikeluhkan warga.
“Kepada masyarakat Boleng saya katakan mohon kesabaran. DPRD Manggarai Barat tetap menjadikan jalan dan jembatan ini sebagai skala prioritas untuk diperjuangkan,” tutupnya.
Penulis : Fons Abun
Editor : Tim Bajo Update






