Petaka Krisis Elpiji di Labuan Bajo, Politisi NasDem: Pusat Jangan Anggap Enteng!

- Redaksi

Selasa, 19 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Manggarai Barat dari Fraksi Partai NasDem, Martinus Mitar atau Marten, angkat bicara.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Manggarai Barat dari Fraksi Partai NasDem, Martinus Mitar atau Marten, angkat bicara.

LABUAN BAJO Kelangkaan tabung gas elpiji yang melanda wilayah Labuan Bajo selama satu bulan terakhir dinilai mulai melumpuhkan sendi-sendi ekonomi daerah tersebut.

Krisis energi ini memaksa para pelaku industri pariwisata menempuh perjalanan ratusan kilometer demi mendapatkan pasokan gas dengan harga yang melonjak tajam.

Salah satunya dialami oleh Matheus Siagian, seorang pengusaha restoran yang terpaksa berkendara sejauh 188 kilometer menuju Reo, Kabupaten Manggarai.

Di sana, ia harus membayar Rp500.000 untuk satu tabung elpiji 12 kilogram, jauh di atas harga normal yang berada di kisaran Rp290.000.

Menanggapi keputusasaan pelaku wisata yang harus mencari elpiji lintas kabupaten, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Manggarai Barat dari Fraksi Partai NasDem, Martinus Mitar atau Marten, angkat bicara.

Baca Juga:  Alarm Darurat dari Manggarai Barat: JPPI Sebut Rekrutmen PPPK Bersifat 'Predator'

Marten mendesak pemerintah pusat untuk segera turun tangan karena pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan dan kemampuan strategis terkait pasokan energi nasional.

“Kita mendesak kebijakan pemerintah pusat untuk bisa secepat mungkin mengendalikan kekurangan elpiji yang sudah menjadi keresahan setiap daerah,” kata Marten, Selasa 19 Mei 2026.

Ia menegaskan bahwa kelangkaan energi ini telah membunuh produktivitas ekonomi rakyat berskala kecil di Labuan Bajo.

“Stok elpiji semakin kurang, bahkan sampai tidak ada, itu melumpuhkan seluruh aktivitas UMKM. Karena itu persoalan kekurangan elpiji ini merupakan persoalan serius,” tambahnya.

Marten juga menyoroti dampak fatal kelangkaan elpiji terhadap citra pariwisata Labuan Bajo, khususnya operasional UMKM, hotel, restoran dan kapal wisata.

Baca Juga:  Bukan Cuma Dewasa, Anak-Anak di Labuan Bajo Kini Jago Main Caci dan Sanda

“Hampir semua kapal phinisi itu kan terpakai elpiji. Sehingga memang saya katakan tadi, kelangkaan elpiji itu berdampak pada memutuskan sendi-sendi ekonomi. Bahkan berdampak pada tidak berjalannya kepariwisataan kita,” ujarnya.

Menurut politisi NasDem tersebut, lumpuhnya sektor pariwisata secara otomatis akan memukul omzet penerimaan daerah secara drastis.

Oleh karena itu, ia meminta pemerintah pusat dan DPR RI tidak memandang sebelah mata persoalan ini.

“Makanya kan jangan dianggap elpiji itu barang kecil, tapi dia barang mempengaruhi sendi ekonomi. Jangan dianggap enteng persoalan kekurangan elpiji oleh pemerintah pusat. Itu akan berdampak pada matinya sendi ekonomi rakyat,” tegas Marten.

Baca Juga:  Edi Endi Sebut Protes Terhadap Tempo Hari Ini Baru Aksi Pertama

Di sisi lain, kelangkaan yang berlarut-larut ini membuat warga lokal di Labuan Bajo terpaksa menyingkirkan kompor gas mereka dan kembali menggunakan minyak tanah.

Pihak Pertamina Patra Niaga sebelumnya menyatakan bahwa tersendatnya pasokan gas ke wilayah NTT murni disebabkan oleh perbaikan dermaga di Pelabuhan Surabaya, Jawa Timur.

Kondisi tersebut membuat jumlah kapal kontainer pengangkut elpiji yang bisa bersandar menjadi berkurang drastis.

Mengantisipasi krisis yang semakin liar, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat telah menyurati pihak distributor agar penyaluran sisa stok gas dilakukan secara proporsional, demi mencegah kelaparan energi pada level masyarakat bawah.

Penulis : Fons Abun

Editor : Tim Bajo Update

Berita Terkait

Jelang Kedatangan Prabowo, Kabasarnas dan Gubernur NTT Sisir Posko Gempa Nagekeo
Tanggap Darurat Gempa Nagekeo: YBLL Salurkan Beras hingga Nutrisi Anak
9.547 Rumah Rusak di Mabar Akibat Gempa, Tim Verifikasi Cegah Data Fiktif Bantuan
Bantu Korban Gempa NTT, Polda Jateng Kirim Puluhan Ton Logistik hingga Tim Psikolog
Upaya Basarnas Penuhi Kebutuhan Logistik Korban Gempa Manggarai Timur Lewat Jalur Udara
Derita Korban Gempa Manggarai: Rumah Rata dengan Tanah, Pejabat Tak Pernah Singgah
Gempa M 7,7 Flores: Gugur Saat Bertugas, Jenazah Zaki Ali Diterbangkan ke Jakarta
Krisis Bantuan Pascagempa Manggarai: Mengapa Administrasi Masih Jadi Kendala?

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 11:00

Jelang Kedatangan Prabowo, Kabasarnas dan Gubernur NTT Sisir Posko Gempa Nagekeo

Selasa, 25 Agustus 2026 - 14:17

Tanggap Darurat Gempa Nagekeo: YBLL Salurkan Beras hingga Nutrisi Anak

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:07

9.547 Rumah Rusak di Mabar Akibat Gempa, Tim Verifikasi Cegah Data Fiktif Bantuan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:55

Bantu Korban Gempa NTT, Polda Jateng Kirim Puluhan Ton Logistik hingga Tim Psikolog

Minggu, 23 Agustus 2026 - 15:16

Upaya Basarnas Penuhi Kebutuhan Logistik Korban Gempa Manggarai Timur Lewat Jalur Udara

Berita Terbaru