Penjelasan Polisi soal Meninggalnya Pemandu Lagu di Labuan Bajo Setelah 11 Jam Dirawat

- Redaksi

Selasa, 5 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAMBAR Ilustrasi: SUMBER FOTO- Pixabay

GAMBAR Ilustrasi: SUMBER FOTO- Pixabay

LABUAN BAJO — Kepolisian Resor Manggarai Barat (Polres Mabar) menyatakan tengah menyelidiki penyebab pasti kematian seorang pemandu lagu asal Karawang, Jawa Barat, di Labuan Bajo.

Polisi memastikan proses hukum tetap berjalan guna menepis dugaan tindak pidana, meski pihak keluarga telah menerima peristiwa ini sebagai musibah.

Perempuan berinisial RR (24) tersebut diketahui bekerja di tempat hiburan malam “Le Dupar”, Kecamatan Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Mabar, AKP Lufthi Darmawan Aditya, mengatakan RR meninggal setelah menjalani perawatan intensif selama 11 jam di Rumah Sakit Umum (RSU) Siloam Labuan Bajo.

Baca Juga:  Aksi Tega Pelajar SMK Labuan Bajo: Jarah Rumah Kosong Korban Gempa

“Berdasarkan keterangan saksi, sebelum mengembuskan napas terakhir, korban sempat mengalami sesak napas disertai kejang-kejang,” kata AKP Lufthi, Selasa (05/05).

Polisi mencatat, sebelum dilarikan ke rumah sakit, RR sempat mengeluh sakit di tempat tinggalnya hingga kondisinya terus menurun.

Rekan kerja dan manajemen tempat hiburan malam kemudian membawanya ke fasilitas kesehatan untuk mendapat pertolongan.

“Menurut keterangan saksi, pada saat dibawa ke rumah sakit, kondisi korban masih dalam keadaan sadar,” ujar Lufthi.

Baca Juga:  Rawat Toleransi, Rotary Club Labuan Bajo Komodo Bersih-bersih Pura

Untuk mengungkap tabir kematian ini, penyidik Satreskrim Polres Mabar telah memeriksa sedikitnya tujuh orang saksi.
Para saksi yang diperiksa meliputi penanggung jawab tempat hiburan malam, pengemudi yang mengantar korban ke rumah sakit, serta rekan sejawat korban.

“Serangkaian tindakan penyelidikan sudah dilakukan, termasuk pengambilan keterangan dari orang-orang terdekatnya saat kejadian,” jelasnya.

Kendati demikian, Lufthi mengakui pihak kepolisian menemui hambatan teknis dalam proses penyelidikan.

Hambatan utama adalah jenazah RR telah dipulangkan dan dimakamkan oleh pihak keluarga di kampung halamannya di Karawang.

Baca Juga:  Skandal Dana Desa Sewar: Kades Dilaporkan Tilep Rp800 Juta hingga Sunat BLT

“Kendalanya adalah jenazah sudah dibawa ke kampung halaman, sehingga pemeriksaan fisik lebih lanjut atau autopsi mendalam terhadap kondisi jenazah sulit untuk dilakukan kembali di sini,” kata Lufthi.

Di sisi lain, Lufthi menyebut bahwa keluarga RR tidak mengajukan tuntutan hukum dan menganggap kematian tersebut sebagai musibah.

“Pihak keluarga sudah membuat surat pernyataan yang isinya menerima dengan ikhlas kematian korban. Tidak ada komplain atau keberatan yang diajukan kepada kami sejauh ini,” pungkasnya.

Penulis : Fons Abun

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Jerat Ganda Sengketa Utang: Pensiunan Guru Tersangka ITE, ASN Dibidik Penipuan
Kejari Mabar Buka Suara soal Alotnya Kasus Korupsi Dana Hibah KPU Rp 28 M
Korban Diinjak hingga Pingsan, Keluarga Desak Polisi Tetapkan Tersangka Pengeroyokan di Golo Sepang
Pengacara Ivon Burhan Pastikan EH Telah Tersangka
Babak Baru Kasus Rangko: Tak Cuma Oknum TNI, 4 Warga Sipil Turut Dilaporkan ke Polda NTT
Polisi Bidik Tersangka Perusakan Kendaraan di Lengkong Warang Lewat Pasal Berlapis
Polisi Naikkan Status Kasus Pegawai KSOP Labuan Bajo Pukul Petugas Parkir
Kejari Mabar Buka Suara Usai Didesak ‘Buka Terang’ Korupsi KPU Rp28 Miliar

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:49

Jerat Ganda Sengketa Utang: Pensiunan Guru Tersangka ITE, ASN Dibidik Penipuan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:25

Kejari Mabar Buka Suara soal Alotnya Kasus Korupsi Dana Hibah KPU Rp 28 M

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:40

Korban Diinjak hingga Pingsan, Keluarga Desak Polisi Tetapkan Tersangka Pengeroyokan di Golo Sepang

Minggu, 4 Oktober 2026 - 11:55

Pengacara Ivon Burhan Pastikan EH Telah Tersangka

Kamis, 1 Oktober 2026 - 19:53

Babak Baru Kasus Rangko: Tak Cuma Oknum TNI, 4 Warga Sipil Turut Dilaporkan ke Polda NTT

Berita Terbaru