Tak Hanya “Satu Produk”, SMKN 3 Komodo Pamerkan Ragam Karya di Usia ke-6

- Redaksi

Rabu, 20 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kemeriahan menyelimuti perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-6 SMK Negeri 3 Komodo di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, pada Rabu (20/05/2026).

Kemeriahan menyelimuti perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-6 SMK Negeri 3 Komodo di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, pada Rabu (20/05/2026).

LABUAN BAJO Kemeriahan menyelimuti perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-6 SMK Negeri 3 Komodo di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, pada Rabu (20/05/2026).

Acara puncak tersebut diawali dengan Misa Syukur yang khidmat, disusul oleh unjuk kebolehan para siswa membawakan ragam tarian adat khas Manggarai.

Kelincahan dan keluwesan gerak para pelajar di atas panggung menjadi daya tarik utama yang memukau para hadirin.

Kepala SMK Negeri 3 Komodo, Hortensia Herima, mengatakan perayaan tahun ini mengusung tema “Dari Benih ke Pohon: Tumbuh untuk Menginspirasi”.

“Kami berada di usia yang keenam hari ini melalui proses yang sangat panjang. Butuh kerja sama, komunikasi yang baik, bahkan sampai menangis demi mencapai kesuksesan,” ujar Hortensia, yang kerap disapa Osi.

Ia menambahkan, sekolahnya masih merasakan berbagai kekurangan dan sangat membutuhkan dukungan berkesinambungan dari orang tua, masyarakat, serta pemerintah.

Baca Juga:  Mabar Bakal Hening pada 3 April, Wabup Weng: Ini Wujud Nyata Toleransi Kita

Di usianya yang keenam, SMK Negeri 3 Komodo kini menaungi 726 peserta didik dalam empat kompetensi keahlian.

Tahun ini, pihak sekolah resmi menambah dua jurusan baru, yakni Perhotelan dan Kuliner.

Osi menjelaskan, perayaan HUT hanya dihadiri oleh siswa kelas 10, karena seluruh siswa kelas 11 sedang melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL).

Terkait program One School One Product (Satu Sekolah Satu Produk) yang dicanangkan Gubernur Nusa Tenggara Timur, Osi menegaskan bahwa sekolahnya telah melampaui target tersebut.

“Kami bukan one school one product lagi, tapi one school many products (satu sekolah banyak produk),” tegas Osi.

Ia mencontohkan, jurusan Seni Tari dan Ekowisata masing-masing telah diwajibkan memiliki produk karya.

Baca Juga:  Krisis BBM Guncang Labuan Bajo, Harga Eceran Mencekik hingga Respons Cepat Pertamina

Sementara itu, jurusan Kuliner yang baru berjalan satu tahun sudah mampu memproduksi aneka makanan.

Ke depan, sekolah yang saat ini berakreditasi B tersebut menargetkan peningkatan nilai menjadi A dalam lima tahun mendatang.

Jika target akreditasi tersebut tercapai, pihak sekolah berencana melakukan ekspansi dengan membuka jurusan Pertanian.

“Melihat kebutuhan masyarakat Kabupaten Manggarai Barat serta kondisi lingkungan sekitar yang merupakan daerah agraris, kami menilai wilayah ini sangat cocok untuk membuka jurusan Pertanian,” papar Osi.

Selain inovasi akademik, perayaan HUT ini juga menjadi panggung apresiasi budaya.

Tarian Caci, yang lazimnya digelar sebagai ritual di lapangan terbuka, diadaptasi menjadi seni pertunjukan di dalam ruangan untuk menyambut tamu kehormatan.

Baca Juga:  Penyelundupan 1,7 Ton Minyak Tanah di Labuan Bajo: Pelaku Utama SI Kabur Saat Disergap

“Hari ini Caci kami tampilkan sebagai bentuk ucapan selamat datang dan seni pertunjukan, bukan sebagai ritual Caci pada umumnya,” jelas Osi.

Ia menyebut, para siswa dilatih langsung oleh guru yang ahli di bidang Tari Caci melalui program ekstrakurikuler seni pertunjukan sekolah.

Rangkaian peringatan usia keenam ini juga dimeriahkan dengan kompetensi bola voli putra-putri, lomba peragaan busana, hingga lomba menari antar kelas.

Di luar kegiatan fisik, SMK Negeri 3 Komodo saat ini sedang mematangkan produk literasi berupa penerbitan buku kedua karya warga sekolah.

Acara HUT ini bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional, turut dihadiri oleh Pengawas Pembina dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah 6 Ruteng, perwakilan Polsek Komodo, PT Erlangga, komite sekolah, perwakilan gereja dan warga setempat.

Penulis : Fons Abun

Editor : Tim Bajo Update

Berita Terkait

Jembatan Vital di Boleng Putus, Wakil Rakyat Akui Anggaran Infrastruktur Anjlok
Petaka Krisis Elpiji di Labuan Bajo, Politisi NasDem: Pusat Jangan Anggap Enteng!
Bukan Sekadar Prediksi: Mengapa Peta Bencana Manggarai Barat Harus Bersandar pada Data Historis?
BMKG Beberkan Dua Fenomena Alam Pemicu Hujan Deras di Manggarai Barat
Ribuan Tabung LPG Tiba di Labuan Bajo, Pengusaha Diminta Setor Data Kebutuhan
Didukung Pemprov Kaltim, IKAMBA Lantik Pengurus dan Luncurkan Program Subsidi Pendidikan
Jaga Kepercayaan Publik, KSP Obor Mas Tanggung Kerugian Anggota Akibat Ulah Staf
Lebih dari Separuh Kapal di Labuan Bajo Ilegal, DPRD: ‘Pemerintah Daerah Tak Dapat Apa-apa’

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 16:24

Tak Hanya “Satu Produk”, SMKN 3 Komodo Pamerkan Ragam Karya di Usia ke-6

Selasa, 19 Mei 2026 - 19:20

Jembatan Vital di Boleng Putus, Wakil Rakyat Akui Anggaran Infrastruktur Anjlok

Selasa, 19 Mei 2026 - 16:44

Petaka Krisis Elpiji di Labuan Bajo, Politisi NasDem: Pusat Jangan Anggap Enteng!

Senin, 18 Mei 2026 - 20:59

BMKG Beberkan Dua Fenomena Alam Pemicu Hujan Deras di Manggarai Barat

Senin, 18 Mei 2026 - 09:58

Ribuan Tabung LPG Tiba di Labuan Bajo, Pengusaha Diminta Setor Data Kebutuhan

Berita Terbaru

Saat relawan mengunjungi rumah Salmawati
di Dusun Nanga Na'e, Desa Paralando, Kecamatan Reok Barat,  Kabupaten Manggarai Senin 18 Mei 2026. Mereka membawa bantuan sembako.

Suara Warga

Saat Solidaritas Membasuh Luka Keluarga Aco di Manggarai

Rabu, 20 Mei 2026 - 19:39