LABUAN BAJO — Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bersama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) dan China Southern Airlines resmi membuka penetrasi pasar Tiongkok ke Nusa Tenggara Timur.
Sebanyak tujuh agen perjalanan asal Tiongkok dipertemukan langsung dengan 14 pelaku industri pariwisata Labuan Bajo dalam forum Wonderful Indonesia Business Matching for Chinese Travel Agents.
Pertemuan bisnis dan rangkaian famtrip tersebut digelar di AYANA Komodo Waecicu Beach, Labuan Bajo, Jumat (23/10/2026). Forum ini dirancang agar para agen perjalanan Tiongkok dapat menyusun paket wisata siap jual sekaligus merasakan langsung keindahan destinasi super prioritas tersebut.
Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Mancanegara II Kemenpar, Yulia, mengungkapkan bahwa pasar Tiongkok terus mencatatkan tren pertumbuhan positif dan menjadi target strategis nasional.

“Kunjungan wisatawan Tiongkok ke Indonesia mencapai 1,3 juta pada 2025. Hingga Agustus 2026, jumlahnya sudah melampaui 1 juta kunjungan, tumbuh 16,46 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini menunjukkan pasar Tiongkok masih memiliki peluang besar untuk dikembangkan, dan Labuan Bajo adalah salah satu destinasi dengan potensi besar,” ujar Yulia di Labuan Bajo.
Yulia berharap pertemuan tatap muka ini menghasilkan transaksi nyata antarpelaku usaha demi memperluas portofolio penjualan paket wisata Indonesia di pasar Negeri Tirai Bambu.
Hal senada diutarakan Plt. Direktur Utama BPOLBF, Andhy MT Marpaung. Ia menegaskan bahwa agen perjalanan perlu merasakan pengalaman langsung di lapangan agar paket yang mereka tawarkan ke calon wisatawan lebih meyakinkan.
Tak hanya itu, Andhy mendorong agar paket wisata yang dirancang tidak hanya berkutat pada wisata bahari seperti Pulau Komodo dan Pulau Padar semata, melainkan merambah ke daratan Flores.
“Flores punya kekayaan alam dan budaya yang luar biasa. Kalau paketnya menjangkau daratan Flores, wisatawan akan tinggal lebih lama dan manfaat ekonominya semakin dirasakan masyarakat. BPOLBF siap mendampingi pelaku usaha lokal untuk menindaklanjuti peluang dari pertemuan ini,” kata Andhy.
Dukungan serupa datang dari pemerintah daerah. Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayaan Manggarai Barat, Petrus Antonius Rasyid, menyebut wisatawan mancanegara selama ini mendominasi kunjungan di wilayahnya.
“Kami berharap kegiatan ini membuka peluang kerja sama dan pada akhirnya menambah kunjungan wisatawan Tiongkok ke Labuan Bajo. Ini menjadi kekuatan kami untuk terus membenahi daya tarik wisata sekaligus mempromosikan Manggarai Barat secara keseluruhan,” terang Petrus.

Respons Pelaku Industri: Alternatif Baru Pengganti Bali
Dari kacamata pembeli (buyers), Ela dari Guangdong Asia-Pacific Travel (BOBO Travel) mengakui bahwa pasar Tiongkok selama ini lebih akrab dengan Bali dan hanya mengenal Komodo secara sekilas.
“Di Tiongkok, belum banyak orang yang mengenal Pulau Komodo secara mendetail. Sebagian besar hanya mengenalnya dari foto atau kunjungan singkat. Karena sebagian besar wisatawan Tiongkok sudah akrab dengan Bali, Labuan Bajo bisa menjadi alternatif baru yang menarik,” beber Ela.
Ela menambahkan, pihaknya berharap durasi tinggal (length of stay) turis Tiongkok yang biasanya hanya 2–3 hari bisa diperpanjang seiring tersedianya variasi paket wisata baru di luar wisata pulau.
Sementara itu, pelaku wisata lokal menyambut gembira langkah jemput bola ini. Perwakilan Kaia Explorer Speedboat Labuan Bajo, Tiara, menilai potensi wisman Tiongkok sangat tinggi, terutama pada momen Chinese Golden Week dan didukung konektivitas penerbangan internasional dari Malaysia serta Singapura.
“Saya berharap acara seperti ini lebih sering digelar, karena kami dari pihak swasta tidak bisa bekerja sendiri. Kami perlu dukungan instansi pemerintah untuk bersama-sama memajukan pariwisata Labuan Bajo,” ungkap Tiara.
Sebagai informasi, tujuh agen perjalanan Tiongkok yang hadir dalam forum ini meliputi China Bamboo Garden International Travel Service, Hangzhou China Travel Service Group, GZL International Travel Service, Guangdong Asia-Pacific Travel (BOBO Travel), China International Travel Service (Jiangsu), Shenzhen Dreamka Travel, dan Charm Deer.
Mereka bernegosiasi langsung dengan 14 sellers lokal terkurasi yang mencakup penyedia resort, hotel berbintang, operator liveaboard, hingga agen tur lokal Labuan Bajo.
Penulis : Fons Abun
Editor : Tim Bajoupdate







