Urai Kerumunan Turis di Perairan Komodo, Pemkab Godok Aplikasi Gendang Mabar

- Redaksi

Rabu, 1 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO – Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai Barat, Fransiskus Sales Sodo, mengungkapkan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat saat ini tengah menggodok aplikasi Gendang Mabar.

Inovasi digital di bawah Dinas Pariwisata ini disiapkan untuk membenahi tata kelola pariwisata di Labuan Bajo yang dinilai masih mengalami ketimpangan sebaran wisatawan.

Nantinya, aplikasi Gendang Mabar akan diintegrasikan langsung dengan aplikasi Siora milik Balai Taman Nasional Komodo (BTNK).

“Di Dinas Pariwisata kami juga lagi menyiapkan aplikasi yang namanya Gendang Mabar. Aplikasi ini nanti akan terhubung dengan Siora,” tutur Fransiskus dalam diskusi “Sunset Talk” di Kawasan Mawatu, Minggu (29/3/2026).

Baca Juga:  Bakar 832 Ribu Rokok Ilegal, Kepala Bea Cukai Labuan Bajo Soroti Kerugian Pajak dan Cukai

Langkah digitalisasi ini bertujuan menciptakan mekanisme reservasi yang lebih transparan dan akuntabel dengan melibatkan berbagai asosiasi pariwisata.

Fransiskus membeberkan fakta bahwa hingga saat ini, aktivitas pariwisata di Manggarai Barat masih didominasi oleh wisata bahari.

Berdasarkan data, hampir seluruh wisatawan hanya berfokus mengunjungi kawasan perairan, sementara potensi daratan (mainland) belum tergarap optimal.

“Hampir 95 persen kunjungan wisatawan kita ini ada di laut (Taman Nasional Komodo). Sedangkan yang di mainland itu hanya sedikit sekali,” ungkapnya.

Baca Juga:  Ancam Demo Besar, Pemandu Wisata Labuan Bajo Tolak Sistem Kuota Masuk TN Komodo

Kondisi ini, menurut Fransiskus, menjadikan tata kelola pariwisata di Labuan Bajo jauh lebih rumit dibandingkan daerah lain di Indonesia karena adanya irisan kewenangan.

“Pariwisata ini sebuah ekosistem yang sangat kompleks sebenarnya, terutama di Labuan Bajo,” tambahnya.

Ia menjelaskan bahwa kompleksitas tersebut dipicu oleh perpaduan wilayah Taman Nasional Komodo, wilayah perairan yang luas, serta area daratan yang terus berkembang.

Meski muncul pandangan publik mengenai tumpang tindih kebijakan, Fransiskus memastikan koordinasi antara pengelola TNK, Bandara, hingga Imigrasi terus diperkuat.

Baca Juga:  Susuri Bangkai KM Feronia di Dasar Laut, Tim SAR Cari Dive Master yang Terkunci di Toilet

Berdasarkan data tahun 2024, komposisi wisatawan di Labuan Bajo didominasi oleh mancanegara sebesar 78 persen, sedangkan domestik hanya 22 persen.

Konsentrasi massa yang menumpuk di laut ini memicu kekhawatiran serius terkait daya dukung lingkungan dan keberlanjutan ekosistem.

“Laut itu punya kerentanan yang sangat tinggi. Ini soal isu keberlanjutan. Makanya kami sangat mendukung kebijakan daya tampung (carrying capacity),” pungkas Fransiskus.

Penulis : Fons Abun

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Bidik Turis Tiongkok, Kemenpar-BPOLBF Boyong 7 Agen Perjalanan ke Labuan Bajo
Gebrakan Kadin Mabar Tekan Ketergantungan Pangan
2 Tahun Prabowo-Gibran, Kopearad Mabar: Patut Diapresiasi tapi Wajib Dikoreksi!
Famtrip Daratan Flores: Strategi Baru Kemenpar Perpanjang Durasi Tinggal Wisatawan
Misteri Hilangnya Veronica di Perairan Pulau Tatawa, Penyelam Hingga Drone Diturunkan
Pencarian Hari Ke-2 Korban KM Feronia: Veronica Belum Ditemukan, Tangki Selam Mengapung
Kemenpar Rilis Camino de Flores, Turis Diajak Jalan Kaki Menikmati Pesona Alam dan Spiritual
Susuri Bangkai KM Feronia di Dasar Laut, Tim SAR Cari Dive Master yang Terkunci di Toilet

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:34

Bidik Turis Tiongkok, Kemenpar-BPOLBF Boyong 7 Agen Perjalanan ke Labuan Bajo

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:41

Gebrakan Kadin Mabar Tekan Ketergantungan Pangan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:02

2 Tahun Prabowo-Gibran, Kopearad Mabar: Patut Diapresiasi tapi Wajib Dikoreksi!

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 08:55

Famtrip Daratan Flores: Strategi Baru Kemenpar Perpanjang Durasi Tinggal Wisatawan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:03

Misteri Hilangnya Veronica di Perairan Pulau Tatawa, Penyelam Hingga Drone Diturunkan

Berita Terbaru

Syamsudin Kadir

Opini

Bencana di Balik Bencana NTT

Sabtu, 24 Okt 2026 - 16:14