LABUAN BAJO — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Manggarai Barat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-15 yang dirangkaikan dengan peluncuran Gaura Chocolatier & Cafe di Jalan Alo Tanis, Labuan Bajo, Kamis (22/10/2026).
Momentum ini dimanfaatkan Kadin untuk menegaskan komitmen memperkuat hilirisasi pangan lokal dan menopang kebutuhan pariwisata.
Acara yang berlangsung tidak jauh dari Bandara Komodo ini dihadiri unsur Forkopimda, di antaranya perwakilan Polres Manggarai Barat, Brimob, Kodim 1630, dan Lanal Labuan Bajo. Hadir pula perwakilan lembaga perbankan, asosiasi pelaku wisata, tokoh perempuan serta manajemen perhotelan di Labuan Bajo.
Ketua Kadin Manggarai Barat, Ignasius Charles Angliwarman, menegaskan peran Kadin sebagai mitra strategis pengusaha lokal dan logistik. Terlebih, pariwisata Labuan Bajo merupakan penggerak utama (prime mover) ekonomi daerah.
Menurut Charles, Kadin terus mendorong kemandirian logistik pariwisata mengingat ketergantungan pasokan pangan dari luar daerah sebelumnya sempat menyentuh 86 persen. Salah satu langkah konkret adalah pemberdayaan beras Lembor yang memiliki luasan sawah sekitar 36.000 hektare.
“Salah satu yang Kadin terpanggil, kita mengurus beras. Karena beras kita tahu sendiri bahwa Lembor adalah lumbung pangan dan luas lahan sawah itu kurang lebih ada 36.000 hektare. Kadin sudah mengerjakan dengan branding namanya Labuan Bajo,” ujar Charles usai acara, Kamis (22/10/2026).
Kualitas beras tersebut, lanjut Charles, telah masuk ke ajang ASEAN Summit 2023 hingga memicu kerja sama pendampingan pertanian dengan Timor Leste pada 2024 yang sukses melipatgandakan produktivitas sawah di sana. Selain urusan pangan, Kadin juga berperan aktif mendorong pembukaan rute penerbangan internasional ke Bandara Komodo, serta penyaluran bantuan tanggap darurat pascagempa 15 Agustus lalu di 30 titik Manggarai Barat.
Kini, Kadin Mabar melangkah lebih jauh lewat hilirisasi kakao. Lewat peluncuran Gaura Chocolatier & Cafe milik Heidy Lianto, Kadin tengah mengembangkan penangkaran bibit kakao unggul di Golo Mori bekerja sama dengan pemerintah pusat untuk dibagikan kepada kelompok tani.
Charles menjamin bibit tersebut tahan hama, berpostur pendek sehingga mudah dirawat, dan mulai panen dalam kurun dua tahun. Kadin pun memberi garansi sebagai off-taker atau pembeli utama hasil panen masyarakat.
“Yang menariknya adalah kita Kadin, kita akan membeli produk mereka. Untuk kebutuhan cokelat dan juga ekspor. Jadi Manggarai Barat bukan hanya ada kopi, tapi nanti ada cokelat, beras, cengkeh, dan lain-lain. Selama ini orang belanja ke luar negeri beli cokelat, padahal kita punya sendiri. Itu yang kita dorong untuk membantu petani,” tegas Charles.
Disdagrin Tekankan Pasokan Horeka dan Perlindungan Konsumen
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Kabupaten Manggarai Barat, Adrianus Ojo, mengapresiasi kiprah Kadin sebagai motor penggerak dunia usaha di Manggarai Barat.
Adrianus menekankan pentingnya sinergi pemerintah daerah dan Kadin dalam mengendalikan rantai pasok dari hulu ke hilir demi memasok kebutuhan hotel, restoran, dan kafe (horeka).
“Bagaimana mengatur mekanisme rantai pasok pangan masuk di Manggarai Barat, terutama untuk mensupport horeka. Kita punya Sigap Pangan Mabar, mari kita laksanakan pendekatan dari hulu ke hilir terintegrasi,” ujar Adrianus.
Selain ketahanan pangan, Adrianus juga menyoroti aspek tata kelola perdagangan demi kepastian usaha dan perlindungan bagi masyarakat serta wisatawan yang berkunjung ke Labuan Bajo.
“Dengan adanya Kadin, kita mengharapkan adanya tertib niaga dan tertib alat ukur atau tera. Karena kalau kita berkolaborasi, ujungnya adalah perlindungan konsumen,” pungkas Adrianus.
Penulis : Tim Bajoupdate
Editor : Fons Abun






