Kemenpar Rilis Camino de Flores, Turis Diajak Jalan Kaki Menikmati Pesona Alam dan Spiritual

- Redaksi

Rabu, 14 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO — Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana (kiri) dan Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena (kanan)- Agenda peluncuran Camino de Flores di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Selasa (13/10/2026).

FOTO — Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana (kiri) dan Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena (kanan)- Agenda peluncuran Camino de Flores di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Selasa (13/10/2026).

JAKARTA — Kementerian Pariwisata bersama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) resmi meluncurkan Camino de Flores, Selasa (13/10/2026). Program wisata jalan kaki (Flores Walk) berbalut religi Katolik ini dirancang untuk memecah penumpukan wisatawan yang selama ini hanya terpusat di Labuan Bajo.

Melalui inisiatif bernama Camino de Flores: The Sacred Journey of Flores, wisatawan tidak hanya disuguhi lanskap alam dan budaya, tetapi juga diajak melakukan refleksi spiritual serta aksi karitatif (penggalangan dana). Terlebih, program ini menjadi momentum pemulihan ekonomi NTT pascagempa.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan, langkah ini sangat strategis untuk mendistribusikan perputaran ekonomi pariwisata agar dirasakan merata oleh masyarakat di seluruh daratan Flores.

“Camino de Flores hadir sebagai bentuk pola perjalanan baru yang strategis, mengingat kunjungan wisatawan selama ini cenderung terkonsentrasi di Manggarai Barat, khususnya Labuan Bajo. Melalui Camino de Flores, kunjungan wisatawan diharapkan terdistribusi lebih merata ke kabupaten-kabupaten lain di daratan Flores,” ujar Menpar Widiyanti dalam peluncuran di Gedung Sapta Pesona, Jakarta.

Baca Juga:  Polisi Cari Itok Aman, Usai Menipu Wisatawan Italia di Labuan Bajo hingga Telantar

Sebagai uji coba perdana (pilot project), Kemenpar dan BPOLBF akan menggelar Camino de Flores Etape Tengah pada 23–27 Oktober 2026. Sebanyak 70 peserta akan berjalan kaki menempuh rute sejauh 70 kilometer dari Bajawa, Nagekeo, hingga Ende.

Inisiator Camino de Flores, Mari Elka Pangestu, menjelaskan bahwa gagasan ini diadaptasi dari jalur ziarah legendaris berabad-abad di Spanyol, Camino de Santiago de Compostela.

“Melalui konsep wisata berjalan kaki melewati keindahan alam, budaya, dan situs religi, diharapkan memberikan pengalaman yang berbeda dan mendalam. Diharapkan wisatawan tinggal lebih lama dan perputaran ekonomi terjadi langsung di desa-desa yang dilalui,” tegas Mari Elka.

Baca Juga:  30 Pemandu Snorkeling Labuan Bajo Jalani Asesmen Ketat

Dana karitatif yang terkumpul dari perjalanan ini nantinya akan disalurkan untuk renovasi rumah sakit, gereja, fasilitas air bersih, hingga sarana sanitasi di wilayah setempat. Hal ini sejalan dengan target BPOLBF untuk menjadikan pariwisata sebagai motor pemberdayaan masyarakat.

Plt. Direktur Utama BPOLBF, Andhy MT Marpaung, menyebut program ini akan membuka keran rezeki baru bagi pelaku UMKM, pemilik homestay, perajin tenun, hingga pemandu wisata lokal.

“Camino de Flores menjadi momentum memperkenalkan Flores melalui pengalaman perjalanan yang lebih mendalam. Kami berharap inisiatif ini membuka peluang usaha bagi masyarakat dan memperkuat kolaborasi dalam membangun pariwisata Flores yang inklusif dan berkelanjutan,” jelas Andhy.

Baca Juga:  AWSTAR Minta Restorative Justice, Sesalkan Laporan Pidana Driver Grab

Inovasi ini pun mendapat lampu hijau dari Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena. Ia bahkan optimistis konsep Camino de Flores bisa direplikasi di pulau-pulau lain di wilayahnya.

“Kita bisa buat Camino de NTT. Jadi di Flores buat sendiri, Timor buat sendiri, Sumba buat sendiri sesuai dengan daya tarik, cerita, dan keunikan masing-masing,” pungkas Emanuel.

Ke depan, rute perjalanan ini tak hanya berhenti di etape tengah. BPOLBF berencana memperluas jaringan Camino de Flores hingga ke Etape Barat (Labuan Bajo–Ruteng) dan Etape Timur (Maumere–Larantuka).

Penulis : Tim Bajoupdate

Editor : Fons Abun

Berita Terkait

Pencarian Hari Ke-2 Korban KM Feronia: Veronica Belum Ditemukan, Tangki Selam Mengapung
Susuri Bangkai KM Feronia di Dasar Laut, Tim SAR Cari Dive Master yang Terkunci di Toilet
Polisi Sebut Penumpang Hilang KM Feronia Diduga Terjebak di Toilet
Satu Wisatawan Masih Hilang dalam Insiden Tenggelamnya Kapal Pinisi Feronia di Labuan Bajo
Kapal Pinisi Feronia Tenggelam di Labuan Bajo: 29 Selamat, 1 Penumpang Masih Dicari
Wabup Mabar Ikut Lari di Golo Mori Sunset Run 2026, Rute Menantang Berhadiah Rp 30 Juta
Curhat Pengusaha Kapal Labuan Bajo ke Kemenpar: Dari Urusan Sampah, Pajak, hingga Scamming
Berantas Penipuan Wisatawan di Labuan Bajo, Aturan Izin Usaha Diperketat

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:42

Pencarian Hari Ke-2 Korban KM Feronia: Veronica Belum Ditemukan, Tangki Selam Mengapung

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:17

Kemenpar Rilis Camino de Flores, Turis Diajak Jalan Kaki Menikmati Pesona Alam dan Spiritual

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:17

Susuri Bangkai KM Feronia di Dasar Laut, Tim SAR Cari Dive Master yang Terkunci di Toilet

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:13

Satu Wisatawan Masih Hilang dalam Insiden Tenggelamnya Kapal Pinisi Feronia di Labuan Bajo

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:53

Kapal Pinisi Feronia Tenggelam di Labuan Bajo: 29 Selamat, 1 Penumpang Masih Dicari

Berita Terbaru