LABUAN BAJO — Operasi pencarian Veronica Beatrix Jessica (23), korban tenggelamnya KM Feronia di perairan Pulau Tatawa, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), memasuki hari kedua. Hingga Rabu (14/10/2026) petang, korban belum ditemukan, namun tim SAR gabungan mendapati sebuah tangki selam yang diduga kuat milik kapal nahas tersebut.
Pencarian hari kedua ini melibatkan 82 personel gabungan. Tim dibagi untuk menyisir area permukaan laut seluas 14 nautical mile (mil laut), memantau lewat udara menggunakan drone thermal, hingga menerjunkan penyelam.
Dua regu penyelam yang terdiri atas sembilan orang dikerahkan ke dasar laut. Mereka menyusuri area pencarian hingga kedalaman 30-40 meter. Korban diduga kuat masih berada di dasar laut dan terjebak di dalam kapal yang tenggelam pada Selasa (13/10) kemarin.
“Tim penyelam melaksanakan pencarian dalam beberapa sesi dengan kedalaman sekitar 30 hingga 40 meter. Penyelaman difokuskan untuk menelusuri area pencarian dan bangkai kapal KM Feronia, mengingat adanya dugaan korban terjebak di dalam bangkai kapal tersebut,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC), Fathur Rahman, Rabu (14/10/2026).
Meski area kapal sudah diselami, keberadaan perempuan berusia 23 tahun itu masih menjadi misteri. “Namun, hingga saat ini korban masih belum ditemukan,” sambung Fathur menegaskan.
Di tengah penyisiran, tim SAR gabungan mendapat petunjuk baru. Pada pukul 15.15 WITA, sebuah tangki selam ditemukan mengapung di perairan antara Pulau Pengah dan Pulau Siaba Besar oleh anggota Somer Dive. Tangki yang diduga merupakan perlengkapan selam milik KM Feronia itu langsung diamankan sebagai barang bukti.
Sebelumnya, pada pagi hari pukul 08.50 WITA, Tim SAR juga telah menggelar rapat bersama keluarga korban dan otoritas pelabuhan di Kantor KSOP Labuan Bajo untuk menyampaikan perkembangan terkini operasi pencarian.
Adapun operasi SAR hari kedua ini resmi dihentikan sementara pada pukul 18.00 WITA dengan hasil nihil. Rencananya, pencarian akan kembali dilanjutkan pada Kamis (15/10/2026) mulai pukul 06.00 WITA.
Pencarian esok hari akan kembali memaksimalkan 12 alat utama (alut) laut yang terdiri dari kapal Rigid Inflatable Boat (RIB) Basarnas, Rigid Buoyancy Boat (RBB) TNI AL, kapal patroli KSOP dan Polairud, hingga speed boat milik swasta.
Keselamatan personel dan koordinasi antarunsur tetap menjadi prioritas utama tim gabungan di lapangan.
Penulis : Fons Abun
Editor : Tim Bajoupdate






