Famtrip Daratan Flores: Strategi Baru Kemenpar Perpanjang Durasi Tinggal Wisatawan

- Redaksi

Sabtu, 17 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAMBAR Hasil Edit Kolase: Peta Pulau Flores dan rumah adat di Desa Wae Rebo, Manggarai.

GAMBAR Hasil Edit Kolase: Peta Pulau Flores dan rumah adat di Desa Wae Rebo, Manggarai.

LABUAN BAJO — Pemerintah Indonesia tengah mendorong promosi wisata daratan Flores untuk melengkapi daya tarik wisata bahari Labuan Bajo yang telah lebih dulu mendunia.

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bersama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) menggelar rangkaian perjalanan wisata pengenalan (famtrip) dan pertemuan bisnis pada 12 hingga 16 Oktober 2026.

Kegiatan ini bertujuan menciptakan pola perjalanan wisata terintegrasi yang siap dipasarkan kepada wisatawan Nusantara.

Enam peserta yang terdiri dari perwakilan agen perjalanan, media, dan pemengaruh (influencer) diajak menjelajahi potensi alam, budaya, hingga gastronomi daratan Flores.

Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama BPOLBF, Andhy MT Marpaung, mengatakan pengembangan wisata daratan merupakan peluang untuk memperluas pengalaman wisatawan.

Baca Juga:  Darurat Rabies di Cibal Manggarai: Abaikan Imbauan, Anjing Liar Dieksekusi

“Pengembangan pariwisata Labuan Bajo dan Flores perlu dilakukan secara terintegrasi. Keduanya bukan untuk saling menggantikan, melainkan saling melengkapi dalam menghadirkan pengalaman yang lebih beragam,” kata Andhy.

Ia menambahkan, kawasan otoritatif Parapuar yang sedang dikembangkan BPOLBF akan memperkuat posisi Labuan Bajo sebagai pintu masuk untuk menjelajahi potensi daratan Flores.

Rombongan famtrip diajak mengunjungi sejumlah situs ikonik, di antaranya Desa Adat Wae Rebo, jejak Kerajaan Manggarai di Desa Todo, hingga hamparan sawah berbentuk jaring laba-laba di Lingko Cancar.

Mereka juga diperkenalkan pada agrowisata kopi di De Lawa Coffee, ekowisata mangrove di Warloka Pesisir, serta kerajinan lokal di Rumah Tenun Baku Peduli.

Baca Juga:  Perkuat Legalitas, PGWI Labuan Bajo Resmi Mendaftar ke Kesbangpol Mabar

Kemenpar berharap pengalaman otentik ini tidak hanya menjadi daya tarik, tetapi bisa bertransformasi menjadi produk ekonomi yang bernilai jual.

Adyatama Kepariwisataan Kemenpar, Bayu Erlangga, menegaskan bahwa potensi pariwisata yang ada harus segera dikemas untuk pasar komersial.

“Kegiatan ini dirancang untuk menunjukkan pengalaman yang dapat dinikmati wisatawan. Dari sisi pemasaran, potensi yang ada perlu dikemas menjadi produk yang siap dijual dan dipromosikan,” ujar Bayu.

Menurut Bayu, produk wisata yang beragam dan terintegrasi akan mendorong wisatawan untuk tinggal lebih lama dan menyebar dampak ekonomi yang lebih luas bagi warga lokal.

Baca Juga:  Ramai-Ramai Hashtag Poco Likang, Gunung Viral Manggarai yang Disebut “Surga Jatuh ke Ruteng”

Untuk menjembatani hal tersebut, pemerintah memfasilitasi pertemuan bisnis (Table Top Business Meeting) yang mempertemukan lima pelaku usaha wisata lokal dengan para agen perjalanan.

Kepala Dinas Pariwisata Manggarai Barat, Petrus Antonius Rasyid, menyambut baik kolaborasi lintas sektor ini untuk mendorong kemajuan usaha kecil menengah di sektor pariwisata.

“Kita tidak hanya berbicara tentang besarnya belanja wisatawan, tetapi juga bagaimana menghadirkan pengalaman wisata yang berkualitas agar wisatawan tertarik untuk tinggal lebih lama di Labuan Bajo,” ungkap Petrus.

Pemerintah daerah menyatakan komitmennya untuk terus membahas peluang dukungan sumber daya, demi memastikan pariwisata di Flores berkembang secara berkualitas dan berkelanjutan.

Penulis : Fons Abun

Editor : Tim Bajoupdate

Berita Terkait

Misteri Hilangnya Veronica di Perairan Pulau Tatawa, Penyelam Hingga Drone Diturunkan
Pencarian Hari Ke-2 Korban KM Feronia: Veronica Belum Ditemukan, Tangki Selam Mengapung
Kemenpar Rilis Camino de Flores, Turis Diajak Jalan Kaki Menikmati Pesona Alam dan Spiritual
Susuri Bangkai KM Feronia di Dasar Laut, Tim SAR Cari Dive Master yang Terkunci di Toilet
Polisi Sebut Penumpang Hilang KM Feronia Diduga Terjebak di Toilet
Satu Wisatawan Masih Hilang dalam Insiden Tenggelamnya Kapal Pinisi Feronia di Labuan Bajo
Kapal Pinisi Feronia Tenggelam di Labuan Bajo: 29 Selamat, 1 Penumpang Masih Dicari
Wabup Mabar Ikut Lari di Golo Mori Sunset Run 2026, Rute Menantang Berhadiah Rp 30 Juta

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 08:55

Famtrip Daratan Flores: Strategi Baru Kemenpar Perpanjang Durasi Tinggal Wisatawan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:03

Misteri Hilangnya Veronica di Perairan Pulau Tatawa, Penyelam Hingga Drone Diturunkan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:42

Pencarian Hari Ke-2 Korban KM Feronia: Veronica Belum Ditemukan, Tangki Selam Mengapung

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:17

Kemenpar Rilis Camino de Flores, Turis Diajak Jalan Kaki Menikmati Pesona Alam dan Spiritual

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:17

Susuri Bangkai KM Feronia di Dasar Laut, Tim SAR Cari Dive Master yang Terkunci di Toilet

Berita Terbaru