2 Tahun Prabowo-Gibran, Kopearad Mabar: Patut Diapresiasi tapi Wajib Dikoreksi!

- Redaksi

Kamis, 22 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komunitas Pemuda Anti Radikalisme Manggarai Barat (KOPEARAD MABAR) menggelar diskusi publik bertajuk

Komunitas Pemuda Anti Radikalisme Manggarai Barat (KOPEARAD MABAR) menggelar diskusi publik bertajuk "Menakar Kebijakan 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran" di Paroki Katedral Labuan Bajo, Selasa (20/10/2026).

LABUAN BAJO — Komunitas Pemuda Anti Radikalisme Manggarai Barat (KOPEARAD MABAR) menggelar diskusi publik bertajuk “Menakar Kebijakan 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran” di Paroki Katedral Labuan Bajo, Selasa (20/10/2026).

Forum tersebut menyoroti kesiapan sumber daya manusia (SDM) lokal dalam menyerap peluang kerja di tengah pesatnya industri pariwisata Labuan Bajo.

Direktur Politeknik Elbajo Commodus, Prof. I Nengah Dasi Astawa, menegaskan laju pertumbuhan industri pariwisata harus diimbangi dengan kompetensi pemuda setempat.

Menurutnya, penguasaan keterampilan mutlak diperlukan agar masyarakat lokal tidak hanya tersingkir di tanah kelahirannya sendiri.

“Masyarakat setempat tidak boleh hanya menjadi penonton dalam pertumbuhan pariwisata. Kemampuan dan keterampilan tenaga kerja lokal menjadi faktor penting,” tegas Dasi Astawa dalam forum tersebut.

Baca Juga:  Panas! Persaingan Jasa Transportasi Darat di Labuan Bajo Kembali Mencuat ke Publik
Diskusi publik ini dihadiri beragam elemen lintas sektor, mulai dari anggota legislatif, akademisi, tokoh perempuan, organisasi kepemudaan, mahasiswa, komunitas profesi, hingga perwakilan media.

Ia mengingatkan, peluang kerja di sektor perhotelan, pemandu wisata, hingga usaha pendukung lainnya sangat terbuka lebar.
Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, akademisi, dan pelaku usaha dinilai mendesak guna memperkuat serapan tenaga kerja lokal sekaligus memastikan perlindungan hak-hak pekerja.

Baca Juga:  Kapal Pinisi Feronia Tenggelam di Labuan Bajo: 29 Selamat, 1 Penumpang Masih Dicari

“Generasi muda Manggarai Barat perlu meningkatkan kompetensi, keterampilan, dan kualitas diri agar mampu memenuhi kebutuhan industri serta bersaing secara profesional,” imbuhnya.

Di sisi lain, diskusi ini turut membedah capaian dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Ketua KOPEARAD MABAR, Itho Umar, menyampaikan bahwa kinerja dua tahun pemerintah pusat patut diapresiasi, namun ruang kritik objektif harus tetap terbuka.

“Dua tahun roda pemerintahan Prabowo-Gibran ini patut kita apresiasi. Namun, koreksi untuk perbaikan ke depan juga penting demi kemajuan bersama, baik bagi kita di daerah maupun untuk negeri kita Indonesia,” kata Itho Umar.

Baca Juga:  Lestarikan Budaya, 100 Anak Usia Dini di Labuan Bajo Bakal Unjuk Kebolehan Atraksi Caci

Itho menekankan, kritik yang dilontarkan masyarakat daerah bukan bentuk penolakan terhadap pemerintah, melainkan bentuk kepedulian demi melahirkan kebijakan yang lebih tepat sasaran.

Diskusi publik bertajuk “Menakar Kebijakan 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran” di Paroki Katedral Labuan Bajo, Selasa (20/10/2026). Tampak bagian depan sejumlah narasumber.

“Tujuan kita bukan sekadar menilai pemerintahan, melainkan ikut mengambil bagian dalam mendorong perbaikan. Kita mendukung kebijakan yang membawa manfaat bagi masyarakat dan memberikan masukan terhadap hal-hal yang masih perlu dibenahi,” tegas Itho.

Selain ketenagakerjaan, forum ini juga menyoroti efisiensi anggaran, kapasitas fiskal daerah, hingga pemerataan proyek infrastruktur nasional di Manggarai Barat.

Diskusi publik ini dihadiri beragam elemen lintas sektor, mulai dari anggota legislatif, akademisi, tokoh perempuan, organisasi kepemudaan, mahasiswa, komunitas profesi, hingga perwakilan media.

Penulis : Tim Bajoupdate

Editor : Fons Abun

Berita Terkait

Famtrip Daratan Flores: Strategi Baru Kemenpar Perpanjang Durasi Tinggal Wisatawan
Misteri Hilangnya Veronica di Perairan Pulau Tatawa, Penyelam Hingga Drone Diturunkan
Pencarian Hari Ke-2 Korban KM Feronia: Veronica Belum Ditemukan, Tangki Selam Mengapung
Kemenpar Rilis Camino de Flores, Turis Diajak Jalan Kaki Menikmati Pesona Alam dan Spiritual
Susuri Bangkai KM Feronia di Dasar Laut, Tim SAR Cari Dive Master yang Terkunci di Toilet
Polisi Sebut Penumpang Hilang KM Feronia Diduga Terjebak di Toilet
Satu Wisatawan Masih Hilang dalam Insiden Tenggelamnya Kapal Pinisi Feronia di Labuan Bajo
Kapal Pinisi Feronia Tenggelam di Labuan Bajo: 29 Selamat, 1 Penumpang Masih Dicari

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:02

2 Tahun Prabowo-Gibran, Kopearad Mabar: Patut Diapresiasi tapi Wajib Dikoreksi!

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 08:55

Famtrip Daratan Flores: Strategi Baru Kemenpar Perpanjang Durasi Tinggal Wisatawan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:03

Misteri Hilangnya Veronica di Perairan Pulau Tatawa, Penyelam Hingga Drone Diturunkan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:42

Pencarian Hari Ke-2 Korban KM Feronia: Veronica Belum Ditemukan, Tangki Selam Mengapung

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:17

Kemenpar Rilis Camino de Flores, Turis Diajak Jalan Kaki Menikmati Pesona Alam dan Spiritual

Berita Terbaru