LABUAN BAJO — Tim SAR Gabungan resmi menghentikan operasi pencarian korban kecelakaan kapal wisata phinisi KM Feronia di perairan Pulau Tatawa, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (22/10/2026). Operasi ditutup pada hari ke-10 dengan satu korban masih dinyatakan hilang.
Korban yang belum ditemukan adalah seorang perempuan warga negara Indonesia bernama Veronica Beatrix Jessica. Dari total 30 orang di atas kapal (person on board)—terdiri atas 25 penumpang dan lima kru—sebanyak 29 orang sebelumnya telah dievakuasi dalam kondisi selamat.
Kepala Kantor SAR Maumere sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC), Fathur Rahman, menyatakan bahwa keputusan menutup operasi diambil setelah evaluasi lapangan selama sepuluh hari tidak menunjukkan perkembangan signifikan terkait posisi korban maupun badan kapal.
“Berdasarkan hasil evaluasi terhadap seluruh upaya pencarian yang telah dilaksanakan, kami belum menemukan tanda-tanda keberadaan KM Feronia maupun korban yang masih dinyatakan hilang,” ujar Fathur dalam keterangan tertulisnya, Kamis.
Fathur memastikan penghentian operasi ini bukan berarti kasus ditutup permanen. Status pencarian dapat dibuka kembali sewaktu-waktu jika muncul petunjuk baru.
“Apabila di kemudian hari terdapat informasi atau tanda-tanda yang mengarah pada penemuan korban, maka operasi SAR akan dibuka kembali,” tegasnya.
KM Feronia (GT 51) dilaporkan karam pada Selasa (13/10/2026) dalam pelayaran dari Pelabuhan Marina menuju Dermaga Pulau Rinca. Kapal terbalik dan tenggelam setelah terjebak pusaran arus kencang di kawasan perairan Pulau Tatawa.
Hingga hari terakhir, upaya pencarian difokuskan pada penyisiran bawah air menggunakan teknologi sonar serta Remotely Operated Vehicle (ROV) hingga kedalaman 80–84 meter. Namun, operasi terhambat kondisi ekstrem bawah laut.
“Terdapat arus yang deras di bawah permukaan air dan jarak pandang di bawah air yang sangat terbatas cahaya,” lanjut Fathur.
Selain faktor alam, tim juga sempat menghadapi kendala teknis saat wahana ROV kehilangan sinyal dan tersangkut tali jangkar di dasar laut.
Selama sepuluh hari operasi, sebanyak 226 personel gabungan dan 27 penyelam diterjunkan, didukung puluhan armada laut termasuk KRI Satran Pulau Fani 731, kapal patroli KSOP, Polair, serta kapal wisata lokal.
Penulis : Fons Abun
Editor : Tim Bajoupdate






