LABUAN BAJO — Kapal wisata KM Feronia terbalik dan tenggelam usai dihantam pusaran arus di perairan Tatawa Besar, kawasan Taman Nasional Komodo (TNK), Manggarai Barat, NTT. Nahas, seorang dive master perempuan berinisial VBJ (23) dilaporkan hilang diduga akibat terjebak di dalam toilet kapal.
Insiden tenggelamnya kapal berbobot GT 51 itu terjadi pada Selasa (13/10/2026) sore. Mulai hari ini, Rabu (14/10/2026), Tim SAR gabungan lintas instansi resmi memperluas radius pencarian dan menerjunkan tim penyelam ke lokasi bangkai kapal.
“Hari ini, kami bersama unsur SAR gabungan kembali melakukan pencarian korban yang belum ditemukan. Dari Satpolairud Polres Manggarai Barat mengerahkan 1 unit kapal patroli dan 9 personel untuk membantu proses pencarian,” kata Kasat Polairud Polres Manggarai Barat, IPTU Leonardo Marpaung kepada wartawan, Rabu (14/10/2026).l
Sebanyak tujuh armada perahu cepat telah diberangkatkan dari dermaga Pelabuhan Labuan Bajo sejak pagi tadi. Tim gabungan ini terdiri dari personel Polairud, Basarnas, KSOP, TNI AL, hingga Perkumpulan Penyelam Profesional Komodo (P3Kom).
Leonardo menjelaskan, fokus utama pencarian hari pertama ini adalah menyisir permukaan laut dan menyelam ke dasar laut tempat bangkai kapal berada. Penyelaman difokuskan pada area toilet di sisi kiri kapal, tempat korban terakhir kali berada.
“Saat kapal mendadak terbalik ke sisi kiri akibat terhempas pusaran arus, korban berada di toilet dalam posisi pintu terkunci dari dalam. Korban tidak sempat keluar dan diduga kuat ikut tenggelam bersama lambung kapal. Karena itu penyelaman ke bangkai kapal menjadi prioritas,” jelas Leonardo.
Kecelakaan bermula saat KM Feronia berlayar dari perairan Manta Point menuju Tatawa Besar sekitar pukul 14.00 WITA. Saat mendekati pusaran arus deras, sang nahkoda, Isran, sempat mengurangi kecepatan dari 10 knot menjadi 8 knot.
Nahas, saat masuk ke pusaran arus bawah laut (eddies/whirlpool), kapal jenis open deck diving itu mendadak berbalik arah, hilang kendali, dan langsung terbalik ke sisi kiri sebelum akhirnya tenggelam.
Seluruh penumpang dan kru berhamburan ke laut. Mereka berhasil diselamatkan oleh dua kapal, yakni Speedboat Red Whale dan Speedboat Mac Cruise, yang kebetulan melintas di lokasi. Meski demikian, tiga wisatawan asing mengalami luka-luka akibat insiden ini, yakni William Barnet, Teagans Monks, dan Yannick Wassmer.
“Ketiga wisatawan yang mengalami luka-luka akibat kejadian tersebut telah mendapatkan perawatan medis di rumah sakit,” ungkap Leonardo.
Polisi Periksa Nahkoda dan ABK
Hasil analisis awal kepolisian mengungkap cuaca saat kejadian tergolong baik tanpa gelombang tinggi. Namun, selain faktor arus bawah laut yang ekstrem, polisi mengindikasikan adanya masalah pada stabilitas fisik kapal. Lambung KM Feronia disebut pendek dan kecil, namun memiliki struktur kabin yang tinggi sehingga rentan terbalik.
Untuk mengusut insiden yang menelan kerugian materil hingga Rp 1 miliar ini, Polres Manggarai Barat telah menerbitkan Laporan Polisi Model A dan memulai proses penyelidikan formal.
“Kami melakukan pemeriksaan maraton terhadap Nahkoda, Kepala Kamar Mesin, serta tiga ABK lainnya. Kami juga akan memanggil pihak agen pelayaran dan pemilik kapal untuk dimintai keterangan terkait dugaan unsur kelalaian (human error),” tegasnya.
Pencarian terhadap korban VBJ dipastikan terus berjalan dengan memperluas area penyisiran mengikuti arah pergerakan arus laut. Polisi juga telah membuka posko informasi SAR untuk berkoordinasi secara berkala dengan pihak keluarga.
Penulis : Fons Abun
Editor : Tim Bajoupdate





