LABUAN BAJO – Kepolisian Resor Manggarai Barat bergerak cepat membantu tiga wisatawan asal Jerman yang telantar di Pelabuhan Marina Waterfront, Labuan Bajo, Senin (6/4/2026).
Ketiga wisatawan tersebut merasa ditipu setelah agen perjalanan “PHINISI TRIP” tidak kunjung memberangkatkan mereka sesuai jadwal.
Dennis Domenik (34), Catrin (37), dan Mario Jurgen (38) dilaporkan telah menunggu di pelabuhan sejak pukul 08.00 Wita.
Namun, hingga lima jam berlalu, kapal Pinisi MAREA yang seharusnya mereka tumpangi tak kunjung tiba.

Pihak agen perjalanan juga sulit dihubungi dan tidak memberikan informasi apa pun kepada para tamu.
Situasi sempat memanas di lokasi karena para wisatawan mulai merasa gusar dan merasa ditinggalkan tanpa kepastian.
Petugas kepolisian dari Sat Pam Obvit segera mengambil alih komunikasi untuk mengejar pertanggungjawaban pihak agen.
“Wisatawan sempat merasa tertipu karena ditinggalkan tanpa kabar,” ujar Kasat Pam Obvit Polres Manggarai Barat, IPTU Abnel Tamonob.
Polisi kemudian memfasilitasi mediasi antara perwakilan agen dan para korban di Pos Terpadu pelabuhan.
Hasilnya, agen tersebut bersedia mengganti armada yang bermasalah dengan Kapal Pinisi Neptune 1.
Ketiga turis asing itu langsung diberangkatkan menggunakan speedboat menuju Manta Point untuk menyusul kapal pengganti.
Polisi memberikan peringatan keras kepada seluruh pelaku industri pariwisata di Labuan Bajo agar tetap profesional.
“Jangan sampai tamu menunggu tanpa kepastian yang merusak citra pariwisata kita,” tegas IPTU Abnel.
Aksi sigap kepolisian ini mendapat apresiasi karena berhasil meredam konflik dan menyelamatkan jadwal perjalanan wisatawan.
Penulis : Fons Abun
Editor : Redaksi






