LABUAN BAJO — Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Obor Mas Cabang Labuan Bajo mendapat sorotan tajam setelah gagal mengembalikan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) milik nasabahnya.
Dokumen jaminan kredit tersebut dinyatakan hilang oleh pihak koperasi. Kasus ini bermula ketika seorang nasabah bernama Elfrida melunasi seluruh kewajiban kreditnya.
Melalui suaminya, Melkior, pihak keluarga menyayangkan kinerja manajemen KSP Obor Mas yang dinilai tidak bertanggung jawab dalam menjaga dokumen penting milik nasabah.
Melkior menjelaskan, hilangnya BPKB sepeda motor tersebut baru diketahui tepat pada hari mereka melunasi sisa pinjaman.
“Per Selasa 15 Juli 2025, saya mendatangi Kantor Koperasi Obor Mas untuk melunasi cicilan terakhir. Usai membayar cicilan, saya meminta dokumen BPKB untuk dikembalikan namun ironisnya dokumen tersebut tidak ada di pihak Koperasi Obor Mas,” ungkap Melkior, Senin 11 Mei 2026.
Keluarga nasabah mengaku telah berulang kali membangun komunikasi hingga menempuh jalan mediasi dengan pihak KSP Obor Mas Labuan Bajo.
Namun, Manajer KSP Obor Mas Labuan Bajo, Marianus Bodhe, akhirnya menyatakan bahwa dokumen jaminan tersebut raib.
“Ketika dikonfirmasi ulang, pihak Obor Mas menyampaikan jika BPKB tersebut hilang dan pihaknya sedang melakukan pencarian,” katanya.
Melkior menyebut, hingga hampir setahun berlalu, dokumen BPKB tersebut tak kunjung dikembalikan kepada istrinya. Janji koperasi untuk menyelesaikan masalah ini dinilai hanya jalan di tempat.
Kini, pihak nasabah mulai mendesak koperasi untuk segera menyelesaikan kelalaian tersebut sebelum kasus ini dibawa ke ranah yang lebih serius.
“KSP Obor Mas sekiranya bertanggung jawab. Saya berharap dokumen tersebut segera dikembalikan sebelum ada ada langkah lanjutan diambil,” ujar Melkior.
Di sisi lain, Manajer KSP Obor Mas Labuan Bajo, Marianus Bodhe, membenarkan insiden hilangnya BPKB tersebut.
Saat dikonfirmasi, ia berdalih bahwa pihak koperasi tengah memproses pembuatan dokumen pengganti di SAMSAT Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.
“Slmat pagi juga. Sementra lagi di urus prosesnya di kantor SAMSAT,” kata Marianus kepada wartawan.
Meski demikian, sebagai pimpinan tertinggi di cabang tersebut, Marianus tidak berani memberikan tenggat waktu yang pasti mengenai kapan BPKB baru itu akan diserahkan kepada nasabah.
“kami juga belum bisa pastikan waktunya karena kami juga menunggu dari pihak SAMSAT, kalau sudah selesai urusan di SAMSAT. Kami pasti menghubungi anggota.terima kasih,” tutup Marianus.
Penulis : Tim Bajo Update
Editor : Fons Abun







