Pejabat Mangkir Tanpa Kabar, Wabup Weng Beri Peringatan Keras

- Redaksi

Senin, 11 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para pimpinan perangkat daerah saat mendengarkan arahan Wakil Bupati Manggarai Barat. (Foto : Gery)

Para pimpinan perangkat daerah saat mendengarkan arahan Wakil Bupati Manggarai Barat. (Foto : Gery)

LABUAN BAJO Wakil Bupati Manggarai Barat, dr. Yulianus Weng, menyinggung masih rendahnya apresiasi sebagian pimpinan perangkat daerah terhadap undangan kegiatan yang diselenggarakan pimpinan daerah maupun pihak lain yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat.

Teguran keras tersebut disampaikannya dalam sebuah briefing bersama para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Ruang Rapat Bupati Manggarai Barat, Senin (11/05/2026) pagi.

Ia menegaskan, setiap kegiatan yang menyangkut hajat hidup dan kepentingan masyarakat wajib dihadiri oleh seluruh jajaran perangkat daerah.

Baca Juga:  Tak Cukup Bukti, Polda NTT Gugurkan Status Tersangka Kasus Lahan Nggoer Golo Mori

Apabila berhalangan hadir, para pimpinan OPD diminta secara profesional menyampaikan alasan sebelum acara dimulai, bukan mengabarkannya ketika acara sudah usai.

“Kalau memang berhalangan, sampaikan sebelumnya. Jangan setelah kegiatan baru menyampaikan alasan,” ujar dr. Yulianus Weng di hadapan para kepala OPD sebagaimana ditulis infomabar.

Wabup Yulianus mengingatkan bahwa ketidakhadiran tanpa pemberitahuan yang jelas dapat menimbulkan kesan buruk bagi institusi.

Baca Juga:  Buntut Tewasnya Dua Turis Austria, DPRD Desak Evaluasi Total Pariwisata Labuan Bajo

Lebih lanjut, sikap meremehkan undangan berpotensi membuat pihak penyelenggara merasa tidak dihargai.

“Kita hidup di NKRI, kita harus menjaga hubungan baik. Jangan sampai kita membuat orang lain merasa tersinggung,” ungkapnya.

Selain menyoroti kedisiplinan dan etika dalam memenuhi undangan, Wabup Yulianus juga meminta jajaran Pemkab Manggarai Barat untuk membenahi cara kerja mereka.

“Kita mesti kompak dan harus selalu berkolaborasi,” tegasnya.

Menurutnya, komunikasi dan kolaborasi lintas sektor adalah kunci utama untuk menuntaskan berbagai pekerjaan pemerintahan dan mempercepat program pembangunan.

Baca Juga:  Polisi Gagalkan Dugaan Penipuan Travel di Labuan Bajo, 4 Turis Bali Lolos dari Kerugian

Dalam pertemuan yang sama, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Manggarai Barat, Fransiskus Sales Sodo, turut memberikan instruksi lanjutan kepada para kepala dinas.

Sekda Fransiskus mendesak para pimpinan perangkat daerah agar segera menyelesaikan indikator program-program strategis nasional (Pro-SNS).

Di akhir pengarahannya, ia juga mengingatkan seluruh pimpinan perangkat daerah untuk disiplin menghadiri sejumlah agenda pertemuan krusial yang telah dijadwalkan.

Penulis : Tim Bajo Update

Editor : Fons Abun

Berita Terkait

9.547 Rumah Rusak di Mabar Akibat Gempa, Tim Verifikasi Cegah Data Fiktif Bantuan
Bantu Korban Gempa NTT, Polda Jateng Kirim Puluhan Ton Logistik hingga Tim Psikolog
Upaya Basarnas Penuhi Kebutuhan Logistik Korban Gempa Manggarai Timur Lewat Jalur Udara
Derita Korban Gempa Manggarai: Rumah Rata dengan Tanah, Pejabat Tak Pernah Singgah
Gempa M 7,7 Flores: Gugur Saat Bertugas, Jenazah Zaki Ali Diterbangkan ke Jakarta
Krisis Bantuan Pascagempa Manggarai: Mengapa Administrasi Masih Jadi Kendala?
Bertahan di Pusat Gempa Flores, YBLL Distribusikan Susu dan Obat ke Nagekeo
“Saya Hargai Bapak Seperti Tuhan”, Kemarahan Camat di Flores Pecah Lawan BNPB

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:07

9.547 Rumah Rusak di Mabar Akibat Gempa, Tim Verifikasi Cegah Data Fiktif Bantuan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:55

Bantu Korban Gempa NTT, Polda Jateng Kirim Puluhan Ton Logistik hingga Tim Psikolog

Minggu, 23 Agustus 2026 - 15:16

Upaya Basarnas Penuhi Kebutuhan Logistik Korban Gempa Manggarai Timur Lewat Jalur Udara

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 12:57

Gempa M 7,7 Flores: Gugur Saat Bertugas, Jenazah Zaki Ali Diterbangkan ke Jakarta

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 12:12

Krisis Bantuan Pascagempa Manggarai: Mengapa Administrasi Masih Jadi Kendala?

Berita Terbaru

Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Resmob Komodo menangkap ASJ di kawasan Sernaru, Kelurahan Wae Kelambu, Kecamatan Komodo, pada Sabtu malam, 22 Agustus 2026. Ia ditangkap tanpa perlawanan pada pukul 23.30 WITA.

Hukum & Kriminal

Aksi Tega Pelajar SMK Labuan Bajo: Jarah Rumah Kosong Korban Gempa

Minggu, 23 Agu 2026 - 22:17