BPOLBF Dukung Polisi Tindak Tegas Agen Wisata Nakal di Labuan Bajo

- Redaksi

Jumat, 15 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kota Labuan Bajo terus bersolek dengan dana triliunan rupiah mengalir untuk pembangunan infrastruktur pendukung.

Kota Labuan Bajo terus bersolek dengan dana triliunan rupiah mengalir untuk pembangunan infrastruktur pendukung.

LABUAN BAJO Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) menyesalkan maraknya kasus dugaan penipuan oleh oknum agen perjalanan yang menelantarkan wisatawan di gerbang wisata super premium tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama BPOLBF, Andhy MT Marpaung, menyebut rentetan kejadian ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah.

“Kejadian ini dapat mencederai kepercayaan wisatawan serta citra pariwisata Labuan Bajo sebagai Destinasi Pariwisata Prioritas Nasional,” kata Andhy saat dikonfirmasi belum lama ini.

BPOLBF menegaskan dukungan penuh kepada aparat kepolisian untuk menindak tegas pelaku sesuai hukum yang berlaku.

Mereka juga mengingatkan wisatawan agar tidak mudah tergiur harga murah, dan selalu memeriksa legalitas serta rekam jejak biro perjalanan sebelum bertransaksi.

Pernyataan ini menyusul terungkapnya tiga kasus penelantaran turis domestik dan mancanegara sepanjang April hingga Mei 2026.

Baca Juga:  Buntut Tewasnya Turis China di Pulau Kelor Labuan Bajo, Polisi Periksa 14 Orang

Kasus teranyar menimpa sepuluh wisatawan asal Malaysia dan Singapura. Liburan impian mereka ke Taman Nasional Komodo mendadak berubah menjadi mimpi buruk.

Mereka telantar setibanya di Bandara Internasional Komodo pada Kamis (7/5/2026) setelah diturunkan di hotel murah yang tak sesuai kesepakatan.

Pemicunya adalah ulah KA (32), pemilik agen perjalanan “Labuan Bajo Top”. Ia menilap uang kliennya senilai Rp85,2 juta yang seharusnya digunakan untuk sewa kapal pesiar dan tiket wisata.

“Korban sudah bayar lunas, tapi sesampainya di sini justru ditelantarkan. Terlapor juga sangat sulit dihubungi,” ungkap Kasat Reskrim Polres Manggarai Barat, AKP Lufthi Darmawan Aditya.

Dalam pemeriksaan polisi, KA mengaku seluruh uang puluhan juta milik wisatawan itu telah habis ia gunakan untuk berfoya-foya memenuhi kebutuhan pribadinya.

Baca Juga:  BPOLBF dan Keuskupan Labuan Bajo Pastikan Kesiapan Festival Golo Koe 2026

KA kini mendekam di Rutan Polres Manggarai Barat dan terancam hukuman empat tahun penjara.

Maraknya kasus ini memicu kemarahan legislatif daerah. Anggota DPRD Kabupaten Manggarai Barat, Inocentius Peni, menegaskan pihaknya sudah lama mendesak pemerintah untuk menertibkan agen nakal.

“Jangan membiarkan begitu saja orang menjual paket wisata tanpa pengawasan ketat dari pemerintah,” tegas Ino Peni.

Menurutnya, pemerintah harus mewajibkan seluruh agen perjalanan untuk terdaftar secara legal, memiliki kantor fisik di Labuan Bajo, dan daftarnya dipublikasikan secara resmi ke publik.

Penangkapan KA hanyalah puncak gunung es. Beberapa hari sebelumnya, empat wisatawan asal Bali nyaris telantar akibat ulah agen “Quanty Tour”.

Pemilik agen mendadak menghilang setelah menunggak pembayaran sewa Kapal Wisata Arham Jaya 02. Beruntung, polisi berhasil melacak pelaku dan memaksanya melunasi tunggakan.

Baca Juga:  Kadis Absen Saat Rapat, Anggota DPRD Mabar Semprot Dinas Pariwisata

“Kami hampir saja menjadi korban penipuan. Berkat aparat, persoalan ini dapat diselesaikan,” tutur I Komang Raynal Dewangga Alfreda, salah satu wisatawan asal Bali.

Pada awal April lalu, praktik culas juga menimpa tiga turis asal Jerman. Mereka telantar lima jam di Pelabuhan Marina karena kapal dari agen “PHINISI TRIP” tak kunjung tiba.

Polisi kembali harus turun tangan mendesak perwakilan agen untuk bertanggung jawab dan mencarikan kapal pengganti bagi para turis asing tersebut.

Pihak kepolisian berjanji akan terus memperketat pengawasan di pelabuhan untuk mencegah kasus serupa terulang.

“Pelayanan pariwisata bukan sekadar urusan bisnis semata, melainkan mempertaruhkan wajah keramahan Indonesia di mata dunia,” pungkas Kasat Pam Obvit Polres Manggarai Barat, IPTU I Komang Agus Budiawan.

Penulis : Tim Bajo Update

Editor : Fons Abun

Berita Terkait

BKH Pimpin Penyaluran Bantuan Demokrat untuk Korban Gempa Flores
Evakuasi Berlanjut, Korban Tewas Gempa Nagekeo Capai 40 Orang
Polisi Cari Itok Aman, Usai Menipu Wisatawan Italia di Labuan Bajo hingga Telantar
Tipu Bule Ratusan Juta, Calo Wisata Bikin 22 Turis Telantar di Labuan Bajo
Menpar Widiyanti: Warga Harus Jadi Aktor Utama Pariwisata Labuan Bajo
Festival Golo Koe 2026 Digelar, Labuan Bajo Dorong Wisata Religi dan Ekologi
Rute Ekstrem Berbalut Sunset: Tantangan Tersendiri di Golo Mori Run 2026
Agen Travel Labuan Bajo ‘Bungkam’ Usai Batal Berlayar, Uang Rp 14 Juta Turis Asing Nyaris Raib

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 18:23

BKH Pimpin Penyaluran Bantuan Demokrat untuk Korban Gempa Flores

Minggu, 16 Agustus 2026 - 01:17

Evakuasi Berlanjut, Korban Tewas Gempa Nagekeo Capai 40 Orang

Jumat, 14 Agustus 2026 - 10:33

Polisi Cari Itok Aman, Usai Menipu Wisatawan Italia di Labuan Bajo hingga Telantar

Rabu, 12 Agustus 2026 - 22:44

Tipu Bule Ratusan Juta, Calo Wisata Bikin 22 Turis Telantar di Labuan Bajo

Selasa, 11 Agustus 2026 - 15:02

Menpar Widiyanti: Warga Harus Jadi Aktor Utama Pariwisata Labuan Bajo

Berita Terbaru

Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Resmob Komodo menangkap ASJ di kawasan Sernaru, Kelurahan Wae Kelambu, Kecamatan Komodo, pada Sabtu malam, 22 Agustus 2026. Ia ditangkap tanpa perlawanan pada pukul 23.30 WITA.

Hukum & Kriminal

Aksi Tega Pelajar SMK Labuan Bajo: Jarah Rumah Kosong Korban Gempa

Minggu, 23 Agu 2026 - 22:17