Abaikan Batas Waktu Lima Hari, Penyaluran Beras Bantuan di Desa Riung Mandek

- Redaksi

Sabtu, 20 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng bagi warga Desa Riung, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, hingga kini tertahan di kantor desa dan belum disalurkan kepada seluruh penerima manfaat.

Bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng bagi warga Desa Riung, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, hingga kini tertahan di kantor desa dan belum disalurkan kepada seluruh penerima manfaat.

RUTENG Bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng bagi warga Desa Riung, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, hingga kini tertahan di kantor desa dan belum disalurkan kepada seluruh penerima manfaat.

Kondisi ini memicu pertanyaan warga. Sesuai aturan dalam surat undangan pembagian, jika penerima tidak mengambil haknya dalam lima hari, bantuan seharusnya dialihkan kepada warga lain yang memenuhi syarat.

Penyaluran tahap awal sebenarnya telah dilakukan pada Jumat (05/06) lalu. Setiap penerima manfaat mendapat jatah 20 kilogram beras dan empat liter minyak goreng.

Baca Juga:  Sinergi Sunda Kecil: Bali, NTB, dan NTT Resmi Bentuk Kerjasama Regional BNN di Golo Mori

Namun, hingga pertengahan bulan, sisa tumpukan bantuan tersebut masih tersimpan di kantor desa.

Penjabat (Pj) Kepala Desa Riung, Sipri Tahir, mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab mandeknya penyaluran tersebut.

“Saya juga belum sempat tanya perangkat. Mungkin ada penerima yang sudah meninggal. Kalau memang meninggal, maka harus diganti dengan orang lain,” kata Sipri kepada wartawan, Jumat (19/06).

Baca Juga:  Representasi Kaum Muda, Bona Jasman Siap Bertarung di Pilkades Watu Manggar

Alih-alih segera mendelegasikan verifikasi kepada bawahannya, Sipri menyatakan baru bisa mengurus persoalan ini pekan depan karena jadwal pekerjaan yang padat.

“Nanti setelah hari Minggu saya tuntaskan, soalnya saya juga terlalu sibuk. Besok saya harus ke Ruteng untuk ikut rapat di Kantor Bupati,” tambahnya.

Alasan kesibukan ini disesalkan oleh sejumlah warga. Mereka menilai, proses verifikasi penerima yang absen—maupun yang telah meninggal dunia—seharusnya bisa dilanjutkan oleh Sekretaris Desa atau perangkat desa lainnya, tanpa harus menunggu kehadiran langsung Pj Kepala Desa.

Baca Juga:  Derita Korban Gempa Manggarai: Rumah Rata dengan Tanah, Pejabat Tak Pernah Singgah

Merespons polemik dan keluhan warga di wilayahnya, Camat Cibal, Heribertus W. Ganar, berjanji akan segera turun tangan.

“Besok saya akan konfirmasi dan saya akan tindak lanjuti,” ujar Heribertus melalui pesan singkat.

Kini, masyarakat Desa Riung berharap pemerintah kecamatan segera mengambil langkah konkret.

Bantuan pangan tersebut dinilai sangat mendesak untuk meringankan beban ekonomi warga, dan penyaluran yang cepat dibutuhkan untuk menjaga kepercayaan publik terhadap program pemerintah.

Penulis : Alfredo R. Ten

Editor : Fons Abun

Berita Terkait

Bantu Korban Gempa NTT, Polda Jateng Kirim Puluhan Ton Logistik hingga Tim Psikolog
Upaya Basarnas Penuhi Kebutuhan Logistik Korban Gempa Manggarai Timur Lewat Jalur Udara
Derita Korban Gempa Manggarai: Rumah Rata dengan Tanah, Pejabat Tak Pernah Singgah
Gempa M 7,7 Flores: Gugur Saat Bertugas, Jenazah Zaki Ali Diterbangkan ke Jakarta
Krisis Bantuan Pascagempa Manggarai: Mengapa Administrasi Masih Jadi Kendala?
Bertahan di Pusat Gempa Flores, YBLL Distribusikan Susu dan Obat ke Nagekeo
“Saya Hargai Bapak Seperti Tuhan”, Kemarahan Camat di Flores Pecah Lawan BNPB
Gempa NTT: Dua Lansia Kritis Dievakuasi via Udara dari Manggarai Timur

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:55

Bantu Korban Gempa NTT, Polda Jateng Kirim Puluhan Ton Logistik hingga Tim Psikolog

Minggu, 23 Agustus 2026 - 15:16

Upaya Basarnas Penuhi Kebutuhan Logistik Korban Gempa Manggarai Timur Lewat Jalur Udara

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 13:26

Derita Korban Gempa Manggarai: Rumah Rata dengan Tanah, Pejabat Tak Pernah Singgah

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 12:57

Gempa M 7,7 Flores: Gugur Saat Bertugas, Jenazah Zaki Ali Diterbangkan ke Jakarta

Jumat, 21 Agustus 2026 - 16:25

Bertahan di Pusat Gempa Flores, YBLL Distribusikan Susu dan Obat ke Nagekeo

Berita Terbaru

Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Resmob Komodo menangkap ASJ di kawasan Sernaru, Kelurahan Wae Kelambu, Kecamatan Komodo, pada Sabtu malam, 22 Agustus 2026. Ia ditangkap tanpa perlawanan pada pukul 23.30 WITA.

Hukum & Kriminal

Aksi Tega Pelajar SMK Labuan Bajo: Jarah Rumah Kosong Korban Gempa

Minggu, 23 Agu 2026 - 22:17