RUTENG — Bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng bagi warga Desa Riung, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, hingga kini tertahan di kantor desa dan belum disalurkan kepada seluruh penerima manfaat.
Kondisi ini memicu pertanyaan warga. Sesuai aturan dalam surat undangan pembagian, jika penerima tidak mengambil haknya dalam lima hari, bantuan seharusnya dialihkan kepada warga lain yang memenuhi syarat.
Penyaluran tahap awal sebenarnya telah dilakukan pada Jumat (05/06) lalu. Setiap penerima manfaat mendapat jatah 20 kilogram beras dan empat liter minyak goreng.
Namun, hingga pertengahan bulan, sisa tumpukan bantuan tersebut masih tersimpan di kantor desa.
Penjabat (Pj) Kepala Desa Riung, Sipri Tahir, mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab mandeknya penyaluran tersebut.
“Saya juga belum sempat tanya perangkat. Mungkin ada penerima yang sudah meninggal. Kalau memang meninggal, maka harus diganti dengan orang lain,” kata Sipri kepada wartawan, Jumat (19/06).
Alih-alih segera mendelegasikan verifikasi kepada bawahannya, Sipri menyatakan baru bisa mengurus persoalan ini pekan depan karena jadwal pekerjaan yang padat.
“Nanti setelah hari Minggu saya tuntaskan, soalnya saya juga terlalu sibuk. Besok saya harus ke Ruteng untuk ikut rapat di Kantor Bupati,” tambahnya.
Alasan kesibukan ini disesalkan oleh sejumlah warga. Mereka menilai, proses verifikasi penerima yang absen—maupun yang telah meninggal dunia—seharusnya bisa dilanjutkan oleh Sekretaris Desa atau perangkat desa lainnya, tanpa harus menunggu kehadiran langsung Pj Kepala Desa.
Merespons polemik dan keluhan warga di wilayahnya, Camat Cibal, Heribertus W. Ganar, berjanji akan segera turun tangan.
“Besok saya akan konfirmasi dan saya akan tindak lanjuti,” ujar Heribertus melalui pesan singkat.
Kini, masyarakat Desa Riung berharap pemerintah kecamatan segera mengambil langkah konkret.
Bantuan pangan tersebut dinilai sangat mendesak untuk meringankan beban ekonomi warga, dan penyaluran yang cepat dibutuhkan untuk menjaga kepercayaan publik terhadap program pemerintah.
Penulis : Alfredo R. Ten
Editor : Fons Abun







