Pilkades Gorontalo: Enam Calon Berebut Lima Kuota, Itho Sulu Unjuk Kekuatan Lintas Suku

- Redaksi

Sabtu, 20 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Victor Seman Sulu, atau yang akrab disapa Itho Sulu, resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Kepala Desa Gorontalo, Kabupaten Manggarai Barat, pada Sabtu (20/06/2026).

Victor Seman Sulu, atau yang akrab disapa Itho Sulu, resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Kepala Desa Gorontalo, Kabupaten Manggarai Barat, pada Sabtu (20/06/2026).

LABUAN BAJO Victor Seman Sulu, atau yang akrab disapa Itho Sulu, resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Kepala Desa Gorontalo, Kabupaten Manggarai Barat, pada Sabtu (20/06).

Pendaftarannya menarik perhatian publik karena diwarnai oleh dukungan lintas etnis, sebuah cerminan keberagaman sosial di desa tersebut.

Mantan Kepala Desa Gorontalo, Erick Sahadoen, bersama perwakilan keluarga besar Manggarai, Bima, dan Bajo turut mendampingi Itho saat menyerahkan berkas pendaftaran.

Kehadiran para tokoh lintas suku ini dinilai sebagai sinyal kuat luasnya penerimaan masyarakat terhadap sosok Itho Sulu.

Pria lulusan Sarjana Perikanan ini memiliki rekam jejak lebih dari 15 tahun mengabdi di Dinas Perikanan Kabupaten Manggarai Barat.

Baca Juga:  Krisis BBM Landa Labuan Bajo: Sektor Konstruksi Terhenti dan Harga Eceran Melonjak

Bagi Itho, pengalaman panjang di birokrasi tersebut menjadi modal penting untuk memahami tata kelola pemerintahan desa. Ia menyebut pencalonannya bukan sekadar ajang mengejar kekuasaan.

“Menjadi kepala desa adalah panggilan untuk melayani. Saya ingin berbuat lebih banyak bagi masyarakat Desa Gorontalo dan bersama-sama membangun desa yang semakin maju,” kata Itho.

Ia juga menyerukan agar kontestasi politik di tingkat desa ini berjalan damai dan bermartabat.

“Pilkades hanya berlangsung sesaat, tetapi hubungan persaudaraan akan terus berjalan. Siapa pun yang terpilih nanti, kita tetap satu keluarga besar yang memiliki tanggung jawab menjaga kerukunan dan kemajuan kampung,” ujarnya.

Baca Juga:  Dinkes Manggarai Barat Tak Temukan Sampel Makanan Saat Audit Keracunan MBG di Kuwus

Sistem ‘Scoring’ dan Gugurnya Satu Calon

Di sisi lain, persaingan memperebutkan kursi Kepala Desa Gorontalo dipastikan berjalan ketat.

Hingga hari kedua pendaftaran, panitia telah menerima enam nama bakal calon yang siap bertarung.

Selain Itho Sulu, lima nama lainnya adalah Abdul Hamid, Ibrahim Ndung, Heribertus Ganggas, Melkiades Jalesy, dan Muhamad Rudini.

Masa pendaftaran bakal calon kepala desa akan ditutup pada Minggu (21/06).
Karena regulasi membatasi maksimal lima calon untuk setiap desa, panitia terpaksa harus menerapkan sistem seleksi atau scoring.

Sekretaris Panitia Pilkades Gorontalo, Usman Kardyanto, menjelaskan bahwa penilaian tersebut mengacu pada petunjuk teknis yang ketat.

Indikator penentuan lima kandidat final akan dinilai dari usia, tingkat pendidikan terakhir, dan rekam jejak pengalaman kerja di pemerintahan.

Baca Juga:  HPN ke-80: PWMB Salurkan Sembako untuk Nelayan Terdampak Cuaca Ekstrem di Dusun Menjaga

Selain seleksi internal, panitia juga membuka ruang bagi masyarakat untuk mengkritisi rekam jejak para calon sebelum ditetapkan.

“Panitia siap menerima masukan maupun keberatan dari masyarakat. Namun, setiap aduan harus disertai data dan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan sehingga dapat diverifikasi sesuai aturan yang berlaku,” tegas Usman.

Menurut Usman, partisipasi aktif masyarakat sangat krusial untuk memastikan proses Pilkades berjalan transparan dan akuntabel.

Pemungutan suara Pilkades Gorontalo dijadwalkan akan digelar pada 29 September 2026, serentak dengan penyelenggaraan Pilkades di wilayah Kabupaten Manggarai Barat lainnya.

Penulis : Fons Abun

Editor : Tim Bajo Update

Berita Terkait

Bantu Korban Gempa NTT, Polda Jateng Kirim Puluhan Ton Logistik hingga Tim Psikolog
Upaya Basarnas Penuhi Kebutuhan Logistik Korban Gempa Manggarai Timur Lewat Jalur Udara
Derita Korban Gempa Manggarai: Rumah Rata dengan Tanah, Pejabat Tak Pernah Singgah
Gempa M 7,7 Flores: Gugur Saat Bertugas, Jenazah Zaki Ali Diterbangkan ke Jakarta
Krisis Bantuan Pascagempa Manggarai: Mengapa Administrasi Masih Jadi Kendala?
Bertahan di Pusat Gempa Flores, YBLL Distribusikan Susu dan Obat ke Nagekeo
“Saya Hargai Bapak Seperti Tuhan”, Kemarahan Camat di Flores Pecah Lawan BNPB
Gempa NTT: Dua Lansia Kritis Dievakuasi via Udara dari Manggarai Timur

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:55

Bantu Korban Gempa NTT, Polda Jateng Kirim Puluhan Ton Logistik hingga Tim Psikolog

Minggu, 23 Agustus 2026 - 15:16

Upaya Basarnas Penuhi Kebutuhan Logistik Korban Gempa Manggarai Timur Lewat Jalur Udara

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 13:26

Derita Korban Gempa Manggarai: Rumah Rata dengan Tanah, Pejabat Tak Pernah Singgah

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 12:57

Gempa M 7,7 Flores: Gugur Saat Bertugas, Jenazah Zaki Ali Diterbangkan ke Jakarta

Jumat, 21 Agustus 2026 - 16:25

Bertahan di Pusat Gempa Flores, YBLL Distribusikan Susu dan Obat ke Nagekeo

Berita Terbaru

Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Resmob Komodo menangkap ASJ di kawasan Sernaru, Kelurahan Wae Kelambu, Kecamatan Komodo, pada Sabtu malam, 22 Agustus 2026. Ia ditangkap tanpa perlawanan pada pukul 23.30 WITA.

Hukum & Kriminal

Aksi Tega Pelajar SMK Labuan Bajo: Jarah Rumah Kosong Korban Gempa

Minggu, 23 Agu 2026 - 22:17