LABUAN BAJO — Rangkaian Festival Golo Koe 2026 di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, resmi dimulai pada Jumat (10/07).
Pembukaan festival religi dan budaya ini ditandai dengan perarakan rohani Patung Bunda Maria Asumpta Nusantara.
Patung tersebut dijadwalkan akan mengelilingi 26 paroki di wilayah Keuskupan Labuan Bajo sebelum mencapai puncak perayaan pada pertengahan Agustus mendatang.
Perjalanan spiritual ini bertolak dari Paroki Wae Nakeng menuju titik persinggahan pertama di Paroki Lengko Cepang, Kecamatan Lembor Selatan.
Sepanjang rute menuju Paroki Lengko Cepang, perarakan melintasi sejumlah desa. Salah satunya adalah Desa Nanga Lili.
Di desa tersebut, kehadiran Patung Bunda Maria disambut antusias oleh masyarakat lintas iman, termasuk umat Muslim setempat.
Penyambutan dilakukan dengan prosesi pengalungan adat dan pementasan tari oleh pelajar dari SMP dan MTs Negeri Manggarai Barat.
Uskup Keuskupan Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus, secara khusus menyoroti penerimaan hangat dari masyarakat lintas agama tersebut.
Ia menilai hal ini sebagai simbol kerukunan yang sejalan dengan nilai utama Festival Golo Koe.
“Pertemuan ini menjadi wujud nyata semangat persaudaraan dan kekeluargaan yang juga menjadi jiwa dari Festival Golo Koe 2026,” ujar Uskup Maksimus.
Ia berharap nilai kebersamaan yang diwariskan oleh para leluhur dapat terus dirawat di tengah masyarakat.
“Melalui kebersamaan ini, kita diajak untuk terus berjalan bersama, saling menjaga, dan merawat kehidupan,” tambahnya.
Dari kacamata pariwisata, kegiatan ini dinilai memiliki dampak yang signifikan bagi ekonomi masyarakat lokal.
Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF), Andhy MT Marpaung, menyebut festival ini sebagai perpaduan antara spiritualitas, budaya, dan pariwisata berkelanjutan.
“Festival Golo Koe tidak hanya memperkuat nilai spiritual dan budaya, tetapi juga memberikan kontribusi dalam pengembangan pariwisata di Labuan Bajo Flores,” kata Andhy.
Ia juga menekankan rekam jejak festival ini yang berhasil masuk dalam 10 besar Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata selama dua tahun berturut-turut.
Menurutnya, hal tersebut membuktikan bahwa Festival Golo Koe memiliki kualitas penyelenggaraan dan daya tarik yang telah diakui di tingkat nasional.
Tahun ini merupakan tahun kelima penyelenggaraan Festival Golo Koe sejak pertama kali diadakan pada 2022.
Tema yang diusung pada tahun 2026 adalah “Ziarah Komunal dalam Persekutuan Sinergis untuk Merawat Keutuhan Ciptaan”.
Rangkaian pembukaan pada hari Jumat ini kemudian ditutup dengan Misa yang dipimpin langsung oleh Uskup Maksimus di Gereja Paroki St. Yosef Pekerja Lengko Cepang.
Adapun pekan puncak Festival Golo Koe 2026 akan berlangsung pada 10 hingga 15 Agustus 2026.
Agenda utama festival ini akan terjadi pada 14 Agustus, ketika Patung Bunda Maria Asumpta Nusantara diarak melalui jalur laut dan darat.
Prosesi akbar tersebut akan dimulai dari kawasan Marina Waterfront Labuan Bajo, melewati tujuh stasi, dan berakhir di Gua Maria Golo Koe.
Penulis : Fons Abun
Editor : Tim Bajo Update







