Masuk 10 Besar Agenda Nasional, Festival Golo Koe 2026 Resmi Dimulai di Labuan Bajo

- Redaksi

Sabtu, 11 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rangkaian Festival Golo Koe 2026 di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, resmi dimulai pada Jumat (10/07).

Rangkaian Festival Golo Koe 2026 di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, resmi dimulai pada Jumat (10/07).

LABUAN BAJO Rangkaian Festival Golo Koe 2026 di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, resmi dimulai pada Jumat (10/07).

Pembukaan festival religi dan budaya ini ditandai dengan perarakan rohani Patung Bunda Maria Asumpta Nusantara.

Patung tersebut dijadwalkan akan mengelilingi 26 paroki di wilayah Keuskupan Labuan Bajo sebelum mencapai puncak perayaan pada pertengahan Agustus mendatang.

Perjalanan spiritual ini bertolak dari Paroki Wae Nakeng menuju titik persinggahan pertama di Paroki Lengko Cepang, Kecamatan Lembor Selatan.

Sepanjang rute menuju Paroki Lengko Cepang, perarakan melintasi sejumlah desa. Salah satunya adalah Desa Nanga Lili.
Di desa tersebut, kehadiran Patung Bunda Maria disambut antusias oleh masyarakat lintas iman, termasuk umat Muslim setempat.

Baca Juga:  Babak Baru Kasus IB vs EH: Polisi Naikkan Status ke Penyidikan, Pelapor Tutup Pintu Damai

Penyambutan dilakukan dengan prosesi pengalungan adat dan pementasan tari oleh pelajar dari SMP dan MTs Negeri Manggarai Barat.

Uskup Keuskupan Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus, secara khusus menyoroti penerimaan hangat dari masyarakat lintas agama tersebut.

Ia menilai hal ini sebagai simbol kerukunan yang sejalan dengan nilai utama Festival Golo Koe.

“Pertemuan ini menjadi wujud nyata semangat persaudaraan dan kekeluargaan yang juga menjadi jiwa dari Festival Golo Koe 2026,” ujar Uskup Maksimus.

Ia berharap nilai kebersamaan yang diwariskan oleh para leluhur dapat terus dirawat di tengah masyarakat.

“Melalui kebersamaan ini, kita diajak untuk terus berjalan bersama, saling menjaga, dan merawat kehidupan,” tambahnya.

Dari kacamata pariwisata, kegiatan ini dinilai memiliki dampak yang signifikan bagi ekonomi masyarakat lokal.

Baca Juga:  Curhat Bule dan Wisnus Tak Bisa Lihat Komodo Malah Dapat Fosil

Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF), Andhy MT Marpaung, menyebut festival ini sebagai perpaduan antara spiritualitas, budaya, dan pariwisata berkelanjutan.

“Festival Golo Koe tidak hanya memperkuat nilai spiritual dan budaya, tetapi juga memberikan kontribusi dalam pengembangan pariwisata di Labuan Bajo Flores,” kata Andhy.

Ia juga menekankan rekam jejak festival ini yang berhasil masuk dalam 10 besar Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata selama dua tahun berturut-turut.

Menurutnya, hal tersebut membuktikan bahwa Festival Golo Koe memiliki kualitas penyelenggaraan dan daya tarik yang telah diakui di tingkat nasional.

Tahun ini merupakan tahun kelima penyelenggaraan Festival Golo Koe sejak pertama kali diadakan pada 2022.

Baca Juga:  Darurat Energi di Labuan Bajo: Saat Kota Turis Super Premium Dihantam Krisis BBM dan Gas

Tema yang diusung pada tahun 2026 adalah “Ziarah Komunal dalam Persekutuan Sinergis untuk Merawat Keutuhan Ciptaan”.

Rangkaian pembukaan pada hari Jumat ini kemudian ditutup dengan Misa yang dipimpin langsung oleh Uskup Maksimus di Gereja Paroki St. Yosef Pekerja Lengko Cepang.

Adapun pekan puncak Festival Golo Koe 2026 akan berlangsung pada 10 hingga 15 Agustus 2026.

Agenda utama festival ini akan terjadi pada 14 Agustus, ketika Patung Bunda Maria Asumpta Nusantara diarak melalui jalur laut dan darat.

Prosesi akbar tersebut akan dimulai dari kawasan Marina Waterfront Labuan Bajo, melewati tujuh stasi, dan berakhir di Gua Maria Golo Koe.

Penulis : Fons Abun

Editor : Tim Bajo Update

Berita Terkait

Mandalika Street Food Festival 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan 100% Kuliner Lokal Lombok
BPD Bali Culture Run 2026 Digelar di Nusa Dua, DJ Una Bakal Hibur 4.000 Pelari
Pesona Natas Parapuar, Destinasi Baru Wisata Kebugaran di Jantung Labuan Bajo
Floratama Academy 2026: Strategi UMKM Pangan Lokal Rebut Celah Pasar Pariwisata
Saat Wisatawan Labuan Bajo Diajak Main Adu Kemiri ‘Banga Welu’
Konektivitas Menguat, BPS Sebut Labuan Bajo Jadi Simpul Utama Pariwisata Flores
Pelaku Wisata Labuan Bajo Diajak Aktif dalam Sensus Ekonomi 2026
Ramai-Ramai Hashtag Poco Likang, Gunung Viral Manggarai yang Disebut “Surga Jatuh ke Ruteng”

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 16:21

Masuk 10 Besar Agenda Nasional, Festival Golo Koe 2026 Resmi Dimulai di Labuan Bajo

Jumat, 10 Juli 2026 - 21:31

Mandalika Street Food Festival 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan 100% Kuliner Lokal Lombok

Jumat, 10 Juli 2026 - 20:08

BPD Bali Culture Run 2026 Digelar di Nusa Dua, DJ Una Bakal Hibur 4.000 Pelari

Minggu, 28 Juni 2026 - 10:42

Pesona Natas Parapuar, Destinasi Baru Wisata Kebugaran di Jantung Labuan Bajo

Rabu, 24 Juni 2026 - 12:50

Floratama Academy 2026: Strategi UMKM Pangan Lokal Rebut Celah Pasar Pariwisata

Berita Terbaru