LABUAN BAJO — Lahan terbuka seluas kurang lebih 19 hektar di kawasan Bukit Silvia, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, ludes terbakar pada Kamis (11/06/2026).
Kebakaran yang dipicu oleh cuaca panas dan kering ini sempat memunculkan kepulan asap tebal di sekitar kawasan pariwisata tersebut.
Pihak berwenang memastikan tidak ada korban jiwa maupun kerusakan pada aset dan fasilitas milik masyarakat dalam peristiwa ini.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Kabupaten Manggarai Barat, Yeremias Ontong, mengatakan pihaknya menerima laporan dari seorang karyawan resor setempat pada pukul 12.14 WITA.
Menindaklanjuti laporan itu, sebanyak 23 personel pemadam kebakaran langsung diterjunkan ke lokasi.
“Berdasarkan keterangan sementara dari pihak hotel di sekitar lokasi, kebakaran diduga dipicu oleh kondisi cuaca yang panas dan kering,” ungkap Yeremias saat dikonfirmasi, Kamis petang.
Tim pemadam tiba kurang dari 15 menit dan segera memblokade jalur api untuk mencegah area yang terbakar semakin meluas.
Dalam operasi ini, Satpol PP turut dibantu oleh aparat gabungan dari TNI Angkatan Laut, Brimob, BNPB, PDAM, hingga dukungan logistik dari pihak swasta di sekitar lokasi.
Setelah proses pendinginan, api berhasil dikendalikan sepenuhnya dan seluruh personel ditarik mundur pada pukul 15.03 WITA.
Terkait kerawanan di wilayah tersebut, Kepala Stasiun Meteorologi Komodo Labuan Bajo, Maria Patrycia Christin Seran, menyoroti dampak masuknya musim kemarau.
Menurut Seran, potensi kebakaran hutan dan lahan saat ini cenderung meningkat akibat menurunnya curah hujan secara drastis.
“Kelembapan udara yang relatif rendah dan angin timuran yang umumnya lebih dominan, dapat mempercepat penyebaran api apabila terjadi kebakaran,” jelas Seran.
Otoritas meteorologi mendesak masyarakat untuk menghentikan aktivitas yang dapat memicu percikan api, termasuk membuang puntung rokok sembarangan di area yang rawan.
Sejalan dengan peringatan tersebut, Satpol PP Manggarai Barat juga mengeluarkan larangan tegas bagi warga untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar.
Pemerintah meminta warga segera membersihkan tumpukan rumput kering di sekitar rumah dan melaporkan segala bentuk titik api ke Call Center Damkar Mabar-085134407380
“Lebih baik mencegah daripada memadamkan. Stop membakar lahan, selamatkan lingkungan dan masa depan kita,” pungkas Yeremias.
Penulis : Fons Abun
Editor : Tim Bajo Update






