Lestarikan Budaya, 100 Anak Usia Dini di Labuan Bajo Bakal Unjuk Kebolehan Atraksi Caci

- Redaksi

Minggu, 22 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sebanyak 100 anak usia dini dari 10 sekolah di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, bersiap menggelar atraksi budaya Caci di Batu Cermin.

Sebanyak 100 anak usia dini dari 10 sekolah di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, bersiap menggelar atraksi budaya Caci di Batu Cermin.

LABUAN BAJO — Sebanyak 100 anak usia dini dari 10 sekolah di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, bersiap menggelar atraksi budaya Caci di Batu Cermin.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program workshop dan atraksi yang didukung oleh Dana Abadi Indonesia serta Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

Peserta berasal dari tingkat Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Luar Biasa (SLB).

Inisiator program, Mardaniyanti, mengungkapkan bahwa kegiatan ini dirancang untuk mengenalkan kesenian tradisional Manggarai sejak dini kepada generasi muda.

“Program ini kami rancang agar kesenian tradisional, khususnya caci, dipelajari sejak dini,” ujar Mardani kepada media, Minggu (22/2/2026).

Baca Juga:  Dugaan Surat Adat Palsu di Labuan Bajo, Bareskrim Jadwalkan Pemeriksaan Saksi Kunci

Menurutnya, seni adalah ruang yang terbuka bagi siapa saja tanpa terkecuali.

“Berkesenian menjadi ruang kreasi tanpa sekat, karena itu siswa SLB juga kami libatkan,” tambahnya.

Sepuluh sekolah yang berpartisipasi meliputi TK Bajo, TK Kanawa, TK Pembina, SD Lancang 1, SD Familia, SD Baru Cermin, SD Waemata, serta satu sekolah inklusi SLB.

Masing-masing sekolah mengirimkan 10 perwakilan siswa. Peserta TK berusia 4–5 tahun, sementara siswa SD berusia 6–7 tahun.

Rangkaian kegiatan telah dimulai dengan workshop di masing-masing sekolah sejak 23 Maret lalu.

Baca Juga:  Tembus 28.9 Km/Liter, Toyota Veloz Hybrid EV 2026 Resmi Mengaspal di Labuan Bajo

Selama tujuh hari, para mentor mengunjungi sekolah untuk melatih pola gerakan dan durasi penampilan kepada anak-anak.

Puncak acara direncanakan berlangsung pada 7 Maret 2026 mendatang di objek wisata Batu Cermin, Labuan Bajo.

Nantinya, 100 anak tersebut akan tampil dalam satu kolaborasi besar yang terdiri dari 40 pemain caci, 40 penari, dan 20 pemain musik.

“Ini menjadi daya tarik tersendiri anak-anak usia dini akan tampil bermain caci, tarian dan bermain musik yang selama ini dilakukan oleh orang dewasa,” jelas Mardani.

Ia mengakui bahwa melatih anak usia dini memiliki tantangan tersendiri dan membutuhkan pendekatan yang sangat khusus.

Baca Juga:  Pejabat Mangkir Tanpa Kabar, Wabup Weng Beri Peringatan Keras

“Memilih anak usia dini memang tidak mudah. Butuh kesabaran dan metode yang disesuaikan dengan dunia anak-anak,” katanya.

Meski sulit, langkah ini dinilai krusial sebagai fondasi untuk menjaga keberlangsungan budaya Manggarai di masa depan.

“Kami ingin nilai-nilai budaya Manggarai, termasuk caci, musik, dan tarian tradisional, ditanamkan sejak awal sebagai bentuk mempersiapkan generasi mendatang dan memastikan ada penerus budaya,” tegas Mardani.

Pihak penyelenggara kini tengah mengupayakan agar Direktur Jenderal Kebudayaan dapat hadir menyaksikan langsung bakat luar biasa anak-anak tersebut pada acara puncak nanti.

Penulis : Fons Abun

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Bukan Cuma Dewasa, Anak-Anak di Labuan Bajo Kini Jago Main Caci dan Sanda
Manggarai: Harmoni di Balik Kabut Flores
Rektor Unika Ruteng Bangga Tiga Mahasiswa Finalis Budaya
Jaga Identitas Daerah, Tiga Mahasiswa Unika Ruteng Jadi Finalis Putra Putri Budaya NTT
Cetak Duta Berkarakter, Panitia Putra Putri Budaya NTT 2026 “Ketuk Pintu” Pemprov
Pendaftaran Putra Putri Budaya NTT 2026 Diperpanjang Hingga 10 Februari
Kevin dan Cantika Ajak Generasi Muda NTT Gabung di Ajang Putra Putri Budaya 2026

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 00:46

Bukan Cuma Dewasa, Anak-Anak di Labuan Bajo Kini Jago Main Caci dan Sanda

Senin, 9 Maret 2026 - 00:20

Manggarai: Harmoni di Balik Kabut Flores

Minggu, 22 Februari 2026 - 22:47

Lestarikan Budaya, 100 Anak Usia Dini di Labuan Bajo Bakal Unjuk Kebolehan Atraksi Caci

Senin, 16 Februari 2026 - 22:36

Rektor Unika Ruteng Bangga Tiga Mahasiswa Finalis Budaya

Senin, 16 Februari 2026 - 19:46

Jaga Identitas Daerah, Tiga Mahasiswa Unika Ruteng Jadi Finalis Putra Putri Budaya NTT

Berita Terbaru

Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Resmob Komodo menangkap ASJ di kawasan Sernaru, Kelurahan Wae Kelambu, Kecamatan Komodo, pada Sabtu malam, 22 Agustus 2026. Ia ditangkap tanpa perlawanan pada pukul 23.30 WITA.

Hukum & Kriminal

Aksi Tega Pelajar SMK Labuan Bajo: Jarah Rumah Kosong Korban Gempa

Minggu, 23 Agu 2026 - 22:17