Bukan Cuma Dewasa, Anak-Anak di Labuan Bajo Kini Jago Main Caci dan Sanda

- Redaksi

Senin, 9 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sebanyak 100 anak dari jenjang TK hingga SD tampil memukau dalam pentas seni tradisional tarian Caci, tarian Sanda, hingga permainan musik tradisional di Kawasan wisata Gua Batu Cermin, Labuan Bajo, pada Minggu (8/3/2026).

Sebanyak 100 anak dari jenjang TK hingga SD tampil memukau dalam pentas seni tradisional tarian Caci, tarian Sanda, hingga permainan musik tradisional di Kawasan wisata Gua Batu Cermin, Labuan Bajo, pada Minggu (8/3/2026).

LABUAN BAJO – Kawasan wisata Gua Batu Cermin, Labuan Bajo, tampak riuh dan berbeda pada Minggu (8/3/2026).

Ratusan pengunjung yang memadati lokasi tersebut disuguhi pertunjukan seni budaya Manggarai yang dibawakan oleh anak-anak usia dini.

Sebanyak 100 anak dari jenjang TK hingga SD tampil memukau dalam pentas seni tradisional tarian Caci, tarian Sanda, hingga permainan musik tradisional.

Dengan mengenakan kostum khas Caci lengkap dengan panggal (topi tradisional) dan kain songket, para peserta putra tampil penuh percaya diri.

Suara lonceng kecil yang terikat di pinggang mereka berbunyi nyaring, mengikuti setiap derap langkah dan gerakan di area pertunjukan.

Meski masih belia, anak-anak ini fasih memperagakan gerakan dasar Caci seperti memukul, menangkis, hingga gerakan paci dan lomes.

Baca Juga:  Cetak Duta Berkarakter, Panitia Putra Putri Budaya NTT 2026 "Ketuk Pintu" Pemprov

Tak kalah memukau, peserta putri tampil anggun mengenakan balibelo dan sarung songket Manggarai saat membawakan tari Sanda.

Gerakan mereka tampak lembut dan kompak, diiringi irama musik tradisional yang dimainkan oleh rekan sebaya mereka.

Pementasan ini merupakan puncak dari kegiatan Workshop Caci Anak Usia Dini yang telah berlangsung sejak 20 Februari 2026 lalu.

Program ini merupakan inisiatif pengembangan ruang publik seni yang didukung langsung oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

Sosok di balik gerakan ini adalah Mardaniyanti, seniman kreatif sekaligus Sekretaris Umum Sanggar I Production Labuan Bajo.

Baca Juga:  Kevin dan Cantika Ajak Generasi Muda NTT Gabung di Ajang Putra Putri Budaya 2026

Menurut Mardaniyanti, pengenalan Caci kepada anak-anak adalah langkah krusial untuk menjaga keberlangsungan kesenian tradisional Manggarai.

“Selama ini Caci identik dengan pertunjukan orang dewasa. Padahal anak-anak juga bisa mempelajari nilai dan gerakan dasarnya,” ujar Mardaniyanti.

Ia menjelaskan, pendekatan pelatihan telah disesuaikan dengan usia anak agar mereka tetap merasa senang saat belajar budaya.

“Kami ingin membangun kecintaan mereka terhadap budaya lokal sekaligus menjaga regenerasi pelaku seni di Manggarai,” tambahnya.

Mardaniyanti berharap, dari bibit-bibit muda ini akan lahir generasi baru yang mampu membawa Caci ke panggung internasional.

Workshop ini melibatkan siswa dari SDN 1 Labuan Bajo, KB Kanawa, TK Pembina, SDN Batu Cermin, SD Lancang, SDI Waemata, SDK Familia, KB Bajo Kiddy, hingga SLB Labuan Bajo.

Baca Juga:  Matangkan Persiapan TKA Kemendikbud, SDK Toe Loha Gelar Simulasi Akademik

Selama pelatihan, para peserta didampingi oleh mentor profesional yang terdiri dari pelatih Caci, pelatih tari, dan mentor musik.

Menariknya, sebagian besar latihan dilakukan langsung di sekolah-sekolah agar tidak mengganggu proses belajar mengajar para siswa.

Kini, penampilan mereka di Gua Batu Cermin tidak hanya menjadi ruang ekspresi, tetapi juga daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung ke Labuan Bajo.

Melalui program ini, kesenian Caci diharapkan terus hidup dan berkembang sebagai identitas kreatif generasi muda Manggarai di masa depan.

Penulis : Fons Abun

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Manggarai: Harmoni di Balik Kabut Flores
Lestarikan Budaya, 100 Anak Usia Dini di Labuan Bajo Bakal Unjuk Kebolehan Atraksi Caci
Rektor Unika Ruteng Bangga Tiga Mahasiswa Finalis Budaya
Jaga Identitas Daerah, Tiga Mahasiswa Unika Ruteng Jadi Finalis Putra Putri Budaya NTT
Cetak Duta Berkarakter, Panitia Putra Putri Budaya NTT 2026 “Ketuk Pintu” Pemprov
Pendaftaran Putra Putri Budaya NTT 2026 Diperpanjang Hingga 10 Februari
Kevin dan Cantika Ajak Generasi Muda NTT Gabung di Ajang Putra Putri Budaya 2026

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 00:46

Bukan Cuma Dewasa, Anak-Anak di Labuan Bajo Kini Jago Main Caci dan Sanda

Senin, 9 Maret 2026 - 00:20

Manggarai: Harmoni di Balik Kabut Flores

Minggu, 22 Februari 2026 - 22:47

Lestarikan Budaya, 100 Anak Usia Dini di Labuan Bajo Bakal Unjuk Kebolehan Atraksi Caci

Senin, 16 Februari 2026 - 22:36

Rektor Unika Ruteng Bangga Tiga Mahasiswa Finalis Budaya

Senin, 16 Februari 2026 - 19:46

Jaga Identitas Daerah, Tiga Mahasiswa Unika Ruteng Jadi Finalis Putra Putri Budaya NTT

Berita Terbaru

Saat relawan mengunjungi rumah Salmawati
di Dusun Nanga Na'e, Desa Paralando, Kecamatan Reok Barat,  Kabupaten Manggarai Senin 18 Mei 2026. Mereka membawa bantuan sembako.

Suara Warga

Saat Solidaritas Membasuh Luka Keluarga Aco di Manggarai

Rabu, 20 Mei 2026 - 19:39