RUTENG – Pendaftaran ajang pemilihan Putra Putri Budaya Nusa Tenggara Timur (NTT) 2026 resmi diperpanjang hingga 10 Februari 2026.
Langkah ini diambil untuk memberikan kesempatan lebih luas bagi generasi muda NTT yang ingin berkontribusi dalam pelestarian budaya daerah.
Regional Director sekaligus Penanggung Jawab ajang, Aldi Pratama Lada, mengatakan kegiatan ini bukan sekadar ajang kecantikan atau ketampanan.
“Putra Putri Budaya NTT merupakan wadah pembentukan karakter, kepemimpinan, dan rasa cinta terhadap identitas daerah,” ujar Aldi, Minggu (1/2/2026).
Aldi menegaskan bahwa perpanjangan waktu ini bertujuan untuk menjaring lebih banyak talenta, khususnya dari kalangan akademisi.
“Pendaftaran kami perpanjang hingga 10 Februari 2026 supaya semua anak muda lebih khususnya Mahasiswa harus ikut dalam ajang ini,” ungkapnya.
Menurut Aldi, ajang ini menitikberatkan pada proses edukasi agar generasi muda NTT mampu mengenali jati diri dan mempromosikan budaya secara cerdas.
“Putra Putri Budaya NTT bukan sekadar ajang pemilihan, tetapi proses pembentukan nilai dan karakter,” tambah Aldi.
Ia berharap ajang ini melahirkan figur yang mampu menjadikan budaya sebagai kekuatan utama di tengah arus globalisasi.
“Budaya tidak boleh hanya menjadi peninggalan masa lalu, tetapi harus menjadi daya hidup dan identitas,” tegasnya.
Pihak penyelenggara mengajak pemuda NTT yang memiliki integritas dan kepedulian sosial untuk segera mendaftarkan diri sebelum batas waktu berakhir.
“Kami berharap lahir figur muda yang berintegritas, memiliki kepedulian sosial, dan komitmen berkontribusi nyata melalui jalur kebudayaan,” tutup Aldi.
Penulis : Ofantri Nero
Editor : Fons Abun






