Jaga Identitas Daerah, Tiga Mahasiswa Unika Ruteng Jadi Finalis Putra Putri Budaya NTT

- Redaksi

Senin, 16 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RUTENG – Prestasi membanggakan kembali datang dari kalangan akademisi di Kabupaten Manggarai.

Tiga mahasiswa Universitas Katolik (Unika) St. Paulus Ruteng resmi terpilih sebagai finalis dalam ajang bergengsi Putra Putri Budaya Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ajang ini merupakan ruang strategis bagi generasi muda untuk merawat sekaligus mempromosikan identitas budaya daerah ke kancah yang lebih luas.

Ketiga mahasiswa tersebut adalah Remegius Supardi Goel dan Vickidolin Polin Karpus sebagai finalis putra, serta Maria Goretti Nurwinda Diaz sebagai finalis putri.

Baca Juga:  Wajah dan Mata Wakil Koordinator KontraS Jadi Sasaran Siraman Air Keras OTK
Remegius Supardi Goel, peserta.

Keberhasilan mereka menjadi bukti bahwa mahasiswa tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga mampu menjadi representasi pelestari budaya.

Maria Goretti Nurwinda Diaz, atau yang akrab disapa Retty, menegaskan bahwa keikutsertaannya didorong oleh keinginan kuat untuk memperkenalkan akar budaya NTT.

“Saya yakin masyarakat Manggarai memiliki potensi luar biasa. Kita hanya perlu saling mendukung agar anak muda berani berkembang dan mencoba hal-hal baru yang bermanfaat,” ujar Retty kepada media, Senin 16 Februari 2026.

Baca Juga:  Badai, Kasta, dan Patah Hati: Sisi Lain Pariwisata Labuan Bajo dalam Novel Chelluz Pahun

Senada dengan itu, Vickidolin Polin Karpus memandang ajang ini sebagai wadah perjuangan bagi eksistensi budaya di tengah perkembangan zaman.

Ia berkomitmen agar budaya Manggarai tidak hanya menjadi kenangan, tetapi terus diperkenalkan hingga ke tingkat nasional maupun internasional.

Sementara itu, Remegius Supardi Goel menilai keterlibatannya merupakan bentuk tanggung jawab moral sebagai generasi penerus identitas daerah.

“Budaya adalah jati diri kita. Generasi muda harus berdiri di depan untuk merawat dan memperjuangkannya. Kalau bukan sekarang, kapan lagi,” tegas Remegius.

Baca Juga:  Dinkes Manggarai Barat Tak Temukan Sampel Makanan Saat Audit Keracunan MBG di Kuwus
Vickidolin Polin Karpus, peserta

Prestasi ini dinilai sebagai sinyal positif bangkitnya kesadaran budaya di lingkungan kampus di Kota dingin tersebut.

Pihak perguruan tinggi dipandang memiliki peran strategis dalam melahirkan duta-duta muda yang berkarakter dan berbudaya.

Momentum ini diharapkan dapat menginspirasi generasi muda lainnya di NTT untuk aktif terlibat dalam menjaga tradisi di tengah arus perubahan zaman.

Penulis : Ofantri Nero

Editor : Fons Abun

Berita Terkait

Tak Hanya “Satu Produk”, SMKN 3 Komodo Pamerkan Ragam Karya di Usia ke-6
Jembatan Vital di Boleng Putus, Wakil Rakyat Akui Anggaran Infrastruktur Anjlok
Petaka Krisis Elpiji di Labuan Bajo, Politisi NasDem: Pusat Jangan Anggap Enteng!
Bukan Sekadar Prediksi: Mengapa Peta Bencana Manggarai Barat Harus Bersandar pada Data Historis?
BMKG Beberkan Dua Fenomena Alam Pemicu Hujan Deras di Manggarai Barat
Ribuan Tabung LPG Tiba di Labuan Bajo, Pengusaha Diminta Setor Data Kebutuhan
Didukung Pemprov Kaltim, IKAMBA Lantik Pengurus dan Luncurkan Program Subsidi Pendidikan
Jaga Kepercayaan Publik, KSP Obor Mas Tanggung Kerugian Anggota Akibat Ulah Staf

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 16:24

Tak Hanya “Satu Produk”, SMKN 3 Komodo Pamerkan Ragam Karya di Usia ke-6

Selasa, 19 Mei 2026 - 19:20

Jembatan Vital di Boleng Putus, Wakil Rakyat Akui Anggaran Infrastruktur Anjlok

Selasa, 19 Mei 2026 - 16:44

Petaka Krisis Elpiji di Labuan Bajo, Politisi NasDem: Pusat Jangan Anggap Enteng!

Senin, 18 Mei 2026 - 20:59

BMKG Beberkan Dua Fenomena Alam Pemicu Hujan Deras di Manggarai Barat

Senin, 18 Mei 2026 - 09:58

Ribuan Tabung LPG Tiba di Labuan Bajo, Pengusaha Diminta Setor Data Kebutuhan

Berita Terbaru

Saat relawan mengunjungi rumah Salmawati
di Dusun Nanga Na'e, Desa Paralando, Kecamatan Reok Barat,  Kabupaten Manggarai Senin 18 Mei 2026. Mereka membawa bantuan sembako.

Suara Warga

Saat Solidaritas Membasuh Luka Keluarga Aco di Manggarai

Rabu, 20 Mei 2026 - 19:39