RUTENG – Prestasi membanggakan kembali datang dari kalangan akademisi di Kabupaten Manggarai.
Tiga mahasiswa Universitas Katolik (Unika) St. Paulus Ruteng resmi terpilih sebagai finalis dalam ajang bergengsi Putra Putri Budaya Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ajang ini merupakan ruang strategis bagi generasi muda untuk merawat sekaligus mempromosikan identitas budaya daerah ke kancah yang lebih luas.
Ketiga mahasiswa tersebut adalah Remegius Supardi Goel dan Vickidolin Polin Karpus sebagai finalis putra, serta Maria Goretti Nurwinda Diaz sebagai finalis putri.

Keberhasilan mereka menjadi bukti bahwa mahasiswa tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga mampu menjadi representasi pelestari budaya.
Maria Goretti Nurwinda Diaz, atau yang akrab disapa Retty, menegaskan bahwa keikutsertaannya didorong oleh keinginan kuat untuk memperkenalkan akar budaya NTT.
“Saya yakin masyarakat Manggarai memiliki potensi luar biasa. Kita hanya perlu saling mendukung agar anak muda berani berkembang dan mencoba hal-hal baru yang bermanfaat,” ujar Retty kepada media, Senin 16 Februari 2026.
Senada dengan itu, Vickidolin Polin Karpus memandang ajang ini sebagai wadah perjuangan bagi eksistensi budaya di tengah perkembangan zaman.
Ia berkomitmen agar budaya Manggarai tidak hanya menjadi kenangan, tetapi terus diperkenalkan hingga ke tingkat nasional maupun internasional.
Sementara itu, Remegius Supardi Goel menilai keterlibatannya merupakan bentuk tanggung jawab moral sebagai generasi penerus identitas daerah.
“Budaya adalah jati diri kita. Generasi muda harus berdiri di depan untuk merawat dan memperjuangkannya. Kalau bukan sekarang, kapan lagi,” tegas Remegius.

Prestasi ini dinilai sebagai sinyal positif bangkitnya kesadaran budaya di lingkungan kampus di Kota dingin tersebut.
Pihak perguruan tinggi dipandang memiliki peran strategis dalam melahirkan duta-duta muda yang berkarakter dan berbudaya.
Momentum ini diharapkan dapat menginspirasi generasi muda lainnya di NTT untuk aktif terlibat dalam menjaga tradisi di tengah arus perubahan zaman.
Penulis : Ofantri Nero
Editor : Fons Abun






